@crazycarlgolf: Fun fact: I hunted for Easter eggs at Bob Dylan’s moms condo when I was a kid. Also the starter Terry has been improving his golf game tremendously on the driving range at superstition springs golf club

crazycarlgolf
crazycarlgolf
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 26 September 2026 15:05:00 GMT
907
21
5
2

Music

Download

Comments

tbb071
Tbb :
Terry gives “The Dude” vibes for sure
2026-09-27 14:56:20
1
itsreallypat
Patrick :
ohhh i was like yeah right he’s not a starter with that swing…you meant a starter… 😭
2026-09-26 18:36:53
2
ibuystk
Ibuystk :
Way to hit em ter
2026-09-27 08:22:00
1
teo.woodz6
teo.woodz :
short and right to left, gotta love it.
2026-09-27 06:15:56
1
To see more videos from user @crazycarlgolf, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

''Bhuta Wana Raja''                                                                                 Bencana alam seperti banjir yang melanda, air bah yang turun dari hulu membawa lumpur, batu, dan sisa-sisa peradaban merendam sawah, melumpuhkan jalan, dan memasuki rumah-rumah manusia. Sungai meluap, tanah longsor menyusul, musim kehilangan iramanya. Semua itu bukan sekadar bencana, melainkan jeritan alam yang telah lama diabaikan.       Di tengah peradaban manusia yang semakin masif, serta keserakahan manusia yang kian menjadi-jadi, alam diperas tanpa henti. Hutan dibabat habis, beton ditanam di atas tanah yang seharusnya menyerap air, sumber daya alam dieksploitasi secara membabi buta. Tak peduli dengan makhluk lain yang juga butuh hidup dan penghidupannya. Batas-batas keseimbangan telah terlampaui. Manusia terlampau congkak dengan kekuasaannya, lupa bahwa alam bukan milik, melainkan titipan. Bhuta Wana Raja merupakan wujud dari alam itu sendiri, sang penjaga alam belantara. Wujudnya bersayap bukan burung, bersisik bukan ikan, bertanduk bukan kerbau, berbelalai bukan gajah, berkaki macan, bertaring singa, bertelinga rusa. Ia adalah manifestasi dari seluruh unsur alam yang dilukai. Muncul dengan segala amarah-amarah amuk dari energi alam yang tertahan lama bangkit untuk menjaga alam yang telah rusak, hancur, gundul, kering, dan kehilangan denyut kehidupan. Bhuta Wana Raja hadir bukan tanpa sebab. Ia muncul untuk menghukum manusia-manusia tamak, punya akal namun tak punya budi, cerdas namun kehilangan nurani. Ia adalah akibat dari sebab yang diciptakan manusia sendiri; peringatan yang datang karena peringatan-peringatan sebelumnya tak pernah digubris. Wana adalah rumahnya hutan yang memberi segala napas, segala air, dan segala pangan. Ketika wana dirampas, dirusak, dan dilupakan, maka sang penjaga pun bangkit, menuntut keseimbangan yang telah lama direnggut.                              #stbkr#1948
''Bhuta Wana Raja'' Bencana alam seperti banjir yang melanda, air bah yang turun dari hulu membawa lumpur, batu, dan sisa-sisa peradaban merendam sawah, melumpuhkan jalan, dan memasuki rumah-rumah manusia. Sungai meluap, tanah longsor menyusul, musim kehilangan iramanya. Semua itu bukan sekadar bencana, melainkan jeritan alam yang telah lama diabaikan. Di tengah peradaban manusia yang semakin masif, serta keserakahan manusia yang kian menjadi-jadi, alam diperas tanpa henti. Hutan dibabat habis, beton ditanam di atas tanah yang seharusnya menyerap air, sumber daya alam dieksploitasi secara membabi buta. Tak peduli dengan makhluk lain yang juga butuh hidup dan penghidupannya. Batas-batas keseimbangan telah terlampaui. Manusia terlampau congkak dengan kekuasaannya, lupa bahwa alam bukan milik, melainkan titipan. Bhuta Wana Raja merupakan wujud dari alam itu sendiri, sang penjaga alam belantara. Wujudnya bersayap bukan burung, bersisik bukan ikan, bertanduk bukan kerbau, berbelalai bukan gajah, berkaki macan, bertaring singa, bertelinga rusa. Ia adalah manifestasi dari seluruh unsur alam yang dilukai. Muncul dengan segala amarah-amarah amuk dari energi alam yang tertahan lama bangkit untuk menjaga alam yang telah rusak, hancur, gundul, kering, dan kehilangan denyut kehidupan. Bhuta Wana Raja hadir bukan tanpa sebab. Ia muncul untuk menghukum manusia-manusia tamak, punya akal namun tak punya budi, cerdas namun kehilangan nurani. Ia adalah akibat dari sebab yang diciptakan manusia sendiri; peringatan yang datang karena peringatan-peringatan sebelumnya tak pernah digubris. Wana adalah rumahnya hutan yang memberi segala napas, segala air, dan segala pangan. Ketika wana dirampas, dirusak, dan dilupakan, maka sang penjaga pun bangkit, menuntut keseimbangan yang telah lama direnggut. #stbkr#1948

About