@muzluayran13: 😂

✌️
✌️
Open In TikTok:
Region: AZ
Saturday 26 September 2026 06:16:00 GMT
9206
313
40
131

Music

Download

Comments

acconut.9292
🪼 :
bizimde yoxduu
2026-09-26 08:33:06
6
darksoul1585
ℳ :
3 gün əvvəl aldığımız silinib fırladıblar
2026-09-26 09:23:05
3
n_06.03.11
🖤 :
🤣🤣🤣🤣özüm ölüm bizimdə yoxdu yoxsulluqde🤣🤣🤣🤣
2026-09-26 08:28:45
2
acc__013rr
Zezii_013 :
Bizde lövhenin arxanısa biri duşdu lövheye vurduq 3ü geldi
2026-09-26 08:46:33
1
8b_sinif
𝟖𝐛.𝐜𝐥𝐚𝐬𝐬🖋️ :
Tutacag bu vd yerimi alım[Sevinc göz yaşları]
2026-09-26 06:52:03
1
yuskaaaa_9993
Usersss :
Bizdə 9 dənədi😁
2026-09-26 09:23:32
0
nuray.200026
Damla :
Bizimde yok kasibçilik (sinifde sevinmeyen qiz menem yoxsa bu akimi çoxdan etmişdik)
2026-09-26 09:43:11
0
zera1600
🎏 :
2026-09-26 07:28:25
0
sessiz.7778
💙 :
Keçən İlin 11-lərindən Fırladmışıq Silgini
2026-09-26 09:24:21
1
_useerrr.011
useerrr_011🤍 :
fakirlikk[Sevinc göz yaşları]
2026-09-26 09:32:46
0
userw_trn
🦦 :
Didimde tutacag
2026-09-26 09:30:11
0
lidyastandart
.❤️ :
yandaki sınıfde götürün 😂
2026-09-26 08:43:38
0
...y0122
𝑌. :
@A♡ @☆... @𝒂𝒚𝒂𝒏.𐙚 @kedi 😂
2026-09-26 09:08:29
1
alyvh_467
𝒦ə𝓃𝒶𝓃🚩 :
@8c_Class🎓 dəstəy
2026-09-26 09:43:57
0
To see more videos from user @muzluayran13, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Membalas @el.purba5 Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 Keterangan | -> Awal Mula Trisakti 1998: Ketika Sabarnya Rakyat Udah di Ujung Tanduk Bayangin lo hidup di zaman akhir Orde Baru, tahun 1998. Ekonomi Indonesia saat itu kayak kapal pecah di tengah badai: kacau, penuh kepanikan, dan gak ada arah. Harga kebutuhan pokok melonjak kayak roller coaster tanpa rem. Rakyat dibuat megap-megap, dan mahasiswa gak tinggal diam. Mahasiswa waktu itu bukan sekadar duduk manis di bangku kuliah. Mereka berubah jadi suara rakyat yang sesungguhnya. Mereka gak tahan lagi lihat ketidakadilan yang makin hari makin nyakitin. Hati mereka udah kayak bara api disiram bensin—panas dan siap menyala. Universitas Trisakti jadi salah satu titik awal gerakan. Di situlah bara itu mulai jadi api. -> Mahasiswa Bersuara, Tapi Telinga Penguasa Tuli Tanggal 12 Mei 1998, mahasiswa Trisakti turun ke jalan. Bukan mau bikin rusuh, tapi mau nyuarain hati nurani: tolong dong, turunkan Soeharto, reformasi sistem, dan pikirin rakyat kecil. Mereka jalan kaki dari kampus, niatnya damai, tanpa kekerasan. Tapi aparat keamanan gak kasih jalan. Mahasiswa dilarang keluar dari area kampus, dijaga ketat. Meski begitu, mereka tetap orasi di dalam kampus. Seruan mereka lantang, meski suara penguasa seolah-olah tuli, pura-pura gak dengar. -> Detik-detik Berdarah di Kampus Trisakti Sore itu, langit Jakarta terasa makin berat. Mahasiswa mulai membubarkan diri, balik ke dalam kampus. Tapi entah kenapa, tiba-tiba suara tembakan mengoyak udara. Peluru-peluru panas melayang tanpa ampun. Empat mahasiswa Trisakti—Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Hendriawan Sie, dan Hery Hartanto—tergeletak bersimbah darah. Mereka gak sedang membawa senjata. Mereka cuma membawa harapan. Tapi justru harapan itulah yang direnggut oleh peluru. -> Setelah Tragedi: Tangis, Amarah, dan Ledakan Gerakan Kematian empat mahasiswa itu bikin emosi rakyat meledak. Tangis berubah jadi amarah. Aksi protes membesar di berbagai kota. Mahasiswa dari berbagai universitas bersatu. Rakyat mulai ikut turun ke jalan. Jakarta, dan bahkan kota-kota lain, berubah jadi lautan manusia yang menuntut perubahan. Di tengah gelombang demo dan tekanan dari segala arah, Soeharto yang sudah 32 tahun berkuasa akhirnya gak tahan. Tanggal 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Presiden. Momen itu jadi tonggak lahirnya sebuah era baru: Reformasi. -> Era Reformasi: Harapan yang Diperjuangkan Reformasi bukan sekadar perubahan pemimpin. Ini soal membongkar sistem yang rusak dari akarnya. Soeharto mundur, Habibie naik jadi Presiden. Lalu dimulailah pembenahan besar-besaran: kebebasan pers dibuka, militer dipisahkan dari urusan politik, pemilu dibuat lebih adil, dan suara rakyat lebih didengar. Tapi semua itu bukan hadiah dari langit. Itu hasil dari keringat, air mata, dan darah para pejuang muda. Dari mahasiswa yang rela berdiri di garis depan. Dari rakyat yang akhirnya bersatu. -> Trisakti: Bukan Sekadar Nama Kampus, Tapi Simbol Perlawanan Tragedi Trisakti bukan cuma soal empat nyawa. Ini tentang keberanian, tentang suara yang gak mau dibungkam, tentang generasi muda yang bilang “cukup sudah” ke rezim yang menindas. Mereka memang gugur, tapi gak pernah benar-benar hilang. Nama mereka abadi dalam sejarah. Mereka adalah nyala lilin pertama yang menerangi malam gelap bernama Orde Baru. #Tragedi #incident #Trisakti #12Mei #Indonesian #History #Pahlawan #Nasional #Reformasi #history_90k #sejarah #seru #edukasi #education #HistoryTime
Membalas @el.purba5 Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 Keterangan | -> Awal Mula Trisakti 1998: Ketika Sabarnya Rakyat Udah di Ujung Tanduk Bayangin lo hidup di zaman akhir Orde Baru, tahun 1998. Ekonomi Indonesia saat itu kayak kapal pecah di tengah badai: kacau, penuh kepanikan, dan gak ada arah. Harga kebutuhan pokok melonjak kayak roller coaster tanpa rem. Rakyat dibuat megap-megap, dan mahasiswa gak tinggal diam. Mahasiswa waktu itu bukan sekadar duduk manis di bangku kuliah. Mereka berubah jadi suara rakyat yang sesungguhnya. Mereka gak tahan lagi lihat ketidakadilan yang makin hari makin nyakitin. Hati mereka udah kayak bara api disiram bensin—panas dan siap menyala. Universitas Trisakti jadi salah satu titik awal gerakan. Di situlah bara itu mulai jadi api. -> Mahasiswa Bersuara, Tapi Telinga Penguasa Tuli Tanggal 12 Mei 1998, mahasiswa Trisakti turun ke jalan. Bukan mau bikin rusuh, tapi mau nyuarain hati nurani: tolong dong, turunkan Soeharto, reformasi sistem, dan pikirin rakyat kecil. Mereka jalan kaki dari kampus, niatnya damai, tanpa kekerasan. Tapi aparat keamanan gak kasih jalan. Mahasiswa dilarang keluar dari area kampus, dijaga ketat. Meski begitu, mereka tetap orasi di dalam kampus. Seruan mereka lantang, meski suara penguasa seolah-olah tuli, pura-pura gak dengar. -> Detik-detik Berdarah di Kampus Trisakti Sore itu, langit Jakarta terasa makin berat. Mahasiswa mulai membubarkan diri, balik ke dalam kampus. Tapi entah kenapa, tiba-tiba suara tembakan mengoyak udara. Peluru-peluru panas melayang tanpa ampun. Empat mahasiswa Trisakti—Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Hendriawan Sie, dan Hery Hartanto—tergeletak bersimbah darah. Mereka gak sedang membawa senjata. Mereka cuma membawa harapan. Tapi justru harapan itulah yang direnggut oleh peluru. -> Setelah Tragedi: Tangis, Amarah, dan Ledakan Gerakan Kematian empat mahasiswa itu bikin emosi rakyat meledak. Tangis berubah jadi amarah. Aksi protes membesar di berbagai kota. Mahasiswa dari berbagai universitas bersatu. Rakyat mulai ikut turun ke jalan. Jakarta, dan bahkan kota-kota lain, berubah jadi lautan manusia yang menuntut perubahan. Di tengah gelombang demo dan tekanan dari segala arah, Soeharto yang sudah 32 tahun berkuasa akhirnya gak tahan. Tanggal 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Presiden. Momen itu jadi tonggak lahirnya sebuah era baru: Reformasi. -> Era Reformasi: Harapan yang Diperjuangkan Reformasi bukan sekadar perubahan pemimpin. Ini soal membongkar sistem yang rusak dari akarnya. Soeharto mundur, Habibie naik jadi Presiden. Lalu dimulailah pembenahan besar-besaran: kebebasan pers dibuka, militer dipisahkan dari urusan politik, pemilu dibuat lebih adil, dan suara rakyat lebih didengar. Tapi semua itu bukan hadiah dari langit. Itu hasil dari keringat, air mata, dan darah para pejuang muda. Dari mahasiswa yang rela berdiri di garis depan. Dari rakyat yang akhirnya bersatu. -> Trisakti: Bukan Sekadar Nama Kampus, Tapi Simbol Perlawanan Tragedi Trisakti bukan cuma soal empat nyawa. Ini tentang keberanian, tentang suara yang gak mau dibungkam, tentang generasi muda yang bilang “cukup sudah” ke rezim yang menindas. Mereka memang gugur, tapi gak pernah benar-benar hilang. Nama mereka abadi dalam sejarah. Mereka adalah nyala lilin pertama yang menerangi malam gelap bernama Orde Baru. #Tragedi #incident #Trisakti #12Mei #Indonesian #History #Pahlawan #Nasional #Reformasi #history_90k #sejarah #seru #edukasi #education #HistoryTime

About