@asnparttime: Alih Status PPPK Paruh Waktu Ke PPPK Penuh Waktu Tidak Hanya Untuk Guru Pemkab Lombok Timur telah mengusulkan formasi peralihan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut telah ditandatangani oleh Bupati Lombok Timur pada 26 Agustus 2026. Yulian menyebutkan total usulan mencapai 10.921 formasi, yang terdiri atas tenaga guru sebanyak 3.765 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 2.345 formasi dan tenaga teknis lainnya berjumlah 4.811 formasi. "Jumlah tersebut masih berupa usulan," katanya. Dia mengatakan pemerintah daerah masih menunggu persetujuan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), termasuk perincian jenis jabatan dan petunjuk teknis pelaksanaannya. "Kalau peralihan, kami tinggal menunggu persetujuan formasi dari MenPAN-RB berapa jumlahnya. Setelah itu menunggu petunjuk teknis pelaksanaannya seperti apa, baru kita sampaikan kepada rekan-rekan melalui OPD masing-masing," ujar dia. Selain usulan formasi, pihaknya juga tengah menyiapkan data PPPK paruh waktu, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Data tersebut mencakup rincian jabatan, seperti guru agama Islam, guru bahasa Indonesia, serta jabatan lainnya sesuai dengan database kepegawaian. Dia menegaskan data jabatan PPPK paruh waktu tidak dapat diubah secara sembarangan, penyesuaian harus mengacu pada database resmi dan prosedur yang berlaku. "Artinya, tidak bisa diubah. Kalau mengubah data itu, harus bersurat kepada MenPAN-RB untuk perubahan formasi PPPK paruh waktu dulu," katanya. Untuk memastikan keterbukaan informasi, BKPSDM Lombok Timur telah menyediakan platform BKD Smart yang dapat digunakan pegawai untuk memantau perkembangan data kepegawaian mereka. Melalui platform tersebut, pegawai dapat mengecek data dengan memasukkan NIP dan kata sandi masing-masing. Apabila terdapat perbaikan data, pegawai dapat mengunggah dokumen pendukung yang diperlukan. "Informasi terkait perkembangan maupun perbaikan data juga akan disampaikan melalui notifikasi ke nomor WhatsApp masing-masing pegawai," katanya. Sumber : https://m.jpnn.com/amp/news/para-pppk-paruh-waktu-jangan-tergiur-janji-janji-palsu

ASN Paruh Waktu
ASN Paruh Waktu
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 26 September 2026 10:20:54 GMT
7388
161
7
12

Music

Download

Comments

user3424539339220
salmiah rahman(♥_♥) :
ya Allah semogaa sajja😊
2026-09-26 10:43:34
1
user786695477
Hermansyah :
alhamdulilah.. Aamiin🤲🤲
2026-09-26 11:11:05
1
arsyillaarshaka
Disty putry :
Aamiin ya Allah semoga bener[Tangan terbuka] krna emng teknis dan nakes sama pentingnya dgn guru jgn diutamakan guru saja kamipun ingin sejahtera yg mengabdi belasan tahun🥲
2026-09-26 13:28:41
2
ridwanslamet05
Ridwan Selamet :
semoga Pemprop Jabar juga ya menyusul amiin
2026-09-26 12:16:38
1
acha.putri.vallow
dewi susanti 😍 :
amiiin semoga segera menyusul daerah lain
2026-09-26 12:05:06
0
planet_mtv24
manusia planet :
Dari 2019 sampai 2026, kita melihat guru terus menjadi prioritas. Sudah lebih dari satu juta guru diangkat, tetapi masih terus meminta prioritas. Bahkan yang baru beberapa tahun mengabdi sudah berharap segera diangkat, sementara tenaga teknis yang bertahun-tahun bekerja masih disuruh bersabar. Setiap kali meminta prioritas, andalannya selalu sama: “Guru mencerdaskan anak bangsa, guru tanpa tanda jasa, guru adalah orang tua kedua setelah ayah dan ibu.” Kalimat itu memang sangat mulia. Tapi jangan sampai dijadikan senjata untuk terus-menerus mendapatkan prioritas, seolah-olah hanya guru yang berjasa dan profesi lain tidak punya pengabdian. Guru zaman dulu memang dikenal dengan pengabdian dan ketulusannya. Namun jangan samakan seluruh kondisi guru dulu dengan guru sekarang. Sekarang guru juga merupakan profesi yang memiliki gaji, tunjangan, status, dan berbagai bentuk perhatian dari pemerintah. Sementara tenaga teknis? Bertahun-tahun bekerja mengurus data, administrasi, perencanaan, program, keuangan, laporan, pelayanan, dan berbagai pekerjaan yang membuat roda pemerintahan tetap berjalan. Tapi ketika berbicara soal kepastian dan prioritas, jawabannya lagi-lagi: “Sabar, tunggu giliran.” Kalau begitu, sampai kapan tenaga teknis harus menunggu? Kalau setiap kebijakan selalu menjadikan profesi tertentu sebagai alasan utama untuk diprioritaskan, ya sudah, suruh saja anak-anak kita mengambil jurusan keguruan. Jangan sampai yang memilih jurusan teknis belajar bertahun-tahun, mengabdi bertahun-tahun, lalu merasa bidangnya sendiri tidak pernah dianggap. Kami tidak meminta guru dikurangi. Kami hanya meminta jangan terus menggunakan jasa guru sebagai alasan untuk mengesampingkan tenaga teknis. Guru penting. Tenaga kesehatan penting. Tenaga teknis juga penting. Negara membutuhkan semuanya. Jangan sampai yang paling banyak diam justru menjadi yang paling lama dilupakan.
2026-09-26 12:24:01
6
To see more videos from user @asnparttime, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About