Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@life.of.freshkid: Pansa 🙌 #fyp #trend #convoy
Life of freshkid
Open In TikTok:
Region: NG
Saturday 26 September 2026 10:23:43 GMT
366
42
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.48MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.48MB
)
Watermark .mp4 (
1.02MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @life.of.freshkid, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Entre deux mal il faut choisir le moindre mal Police nationale de koupéla L'opération<
> le vendredi 28 août 2026
بمووووت الفرق 😭|| ما اقصد شي#muhtemelaşk #aycaaysinturan #الحب_المحتمل_الحلقه_الثانيه #fypシ #الحب_المحتمل
yall have to try this😭
Empat guru di UPT SD Negeri 58 Lengkese, Mangarabombang, Takalar, Sulawesi Selatan, mengalami gatal pada mulut setelah mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada siswa pada Senin (21/9) lalu. Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar kemudian menemukan kandungan boraks dalam salah satu sampel makanan tersebut. "Kami coba makanannya bersama teman- teman guru sebelum dibagikan. Setelah dicicipi, ada empat guru yang mengalami gatal di mulut dan rasanya juga berbeda," kata Kepala UPT SD Negeri 58 Lengkese, Supriadi, kepada wartawan, Jumat (25/9). Karena tidak ingin mengambil risiko, SD Negeri 58 Lengkese pun tidak membagikan makanan itu kepada murid. Kemudian, makanan MBG pun dikembalikan kepada SPPG. "Karena khawatir terjadi sesuatu terhadap anak-anak, makanan tidak kami bagikan," jelas dia. Sementara, Kepala SPPG Topejawa, Muhammad Alwi, merespons kasus isu pengembalian MBG SD Negeri 58 Lengkese. Kata dia, menu MBG yang disajikan tidaklah ditolak ataupun dikembalikan Melainkan, staf SPPG yang mengambil inisiatif menarik kembali ompreng makanan setelah menerima laporan dari guru yang melakukan pengujian organoleptik terhadap sampel makanan. Alwi mengatakan keluhan yang dialami empat guru berupa sensasi gatal ringan pada rongga mulut dan lidah. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab keluhan tersebut. Ia mengaku, menu tidak hanya disajikan kepada SD Negeri 58 Lengkese. Tapi, menu yang sama juga didistribusikan kepada total 1.761 penerima manfaat yang tersebar di 11 sekolah hingga 11 posyandu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.757 orang disebutnya mengonsumsi makanan tanpa adanya laporan gangguan kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar menindaklanjuti temuan pada menu MBG. Tim langsung turun melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) sekaligus mengambil sampel makanan untuk diperiksa. "Pada hari itu juga, sesuai instruksi ketua Satgas, kami terjunkan tim untuk ambil sampel makanannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr. Nilal Fauziah, secara terpisah. Ia mengaku, terdapat dua sampel makanan yang dilakukan pengujian. Salah satunya ditemukan atau menunjukkan adanya kandungan boraks. "Dari dua sampel yang diperiksa, salah satu makanan memang ditemukan mengandung boraks," ujar Nilal. Meski demikian, Dinkes Takalar masih akan terus melakukan pendalaman untuk memastikan jenis makanan yang mengandung boraks tersebut. Menurut Nilal, gejala gatal maupun pembengkakan yang dilaporkan masih dapat disebabkan oleh faktor lain, termasuk reaksi alergi terhadap bahan makanan tertentu. Gatal-gatal dan bengkak yang dialami guru dan kepala sekolah merupakan salah satu gejala alergi, tetapi belum diketahui penyebabnya, apakah dari tahu atau ayam," jelasnya. #mbglovers❤️ #fyp
#usa🇺🇸
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy