@poturetskii: * Köfte — турецкие мясные котлетки из фарша со специями. * İskender — тонко нарезанное мясо с хлебом, томатным соусом, йогуртом и сливочным маслом. * Menemen — турецкая яичница с помидорами и перцем. * İçli köfte — булгурные шарики с начинкой из фарша, лука и специй. * Çiğ köfte — острое блюдо из булгура, томатной пасты, зелени и специй. * Tantuni — мелко нарезанное мясо, обжаренное со специями и завернутое в лаваш. * Kısır — салат из мелкого булгура с зеленью, томатной пастой и лимоном. * Kokoreç — жареные бараньи кишки со специями, обычно подаются в хлебе. * Lahmacun — тонкая лепёшка с фаршем, овощами и специями. * Balık ekmek — жареная или приготовленная на гриле рыба в хлебе с овощами.

Anastasiya Kokhan
Anastasiya Kokhan
Open In TikTok:
Region: TR
Saturday 26 September 2026 11:23:41 GMT
12638
385
4
37

Music

Download

Comments

sogdiana618
Sogdiana :
kofte bu ne demek nasil Yemek?
2026-09-26 12:55:49
0
user1394911212683
شفیع الله رحمانی :
🥰🥰🥰
2026-09-26 14:44:25
0
awara_afridi123
🇹🇷ÄẅÄřÄ❤️‍🩹Âfridi 123 🇹🇷 :
❤️❤️❤️
2026-09-29 17:14:45
0
To see more videos from user @poturetskii, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kepada Ibu ...!  أحنُّ إلى خبز أمي  وقهوة أُمي  ولمسة أُمي..  وتكبر فيَّ الطفولةُ  يوماً على صدر يومِ  وأعشَقُ عمرِي لأني  إذا مُتُّ  , أخجل من دمع أُمي!  Aku rindu roti buatan ibuku, hangat kopi buatannya, dan belaian lembut tangannya. Masa kecil mekar dalam diriku hari demi hari. Dan kucintai penuh hidup ini karena jika aku mati aku malu pada air mata ibuku.  — Mahmoud Darwish Penyair Palestina (1941-2008)  Puisi ini adalah sebuah ungkapan mendalam mengenai hubungan antara anak dan ibunya. Kerinduan yang diungkapkan pada awal puisi bersifat fundamental: kerinduan pada roti, kopi, dan sentuhan. Elemen-elemen ini berfungsi sebagai simbol keamanan, kehangatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar yang hanya dapat diberikan oleh sosok ibu. Penyair merindukan inti dari segalanya yang membuat sebuah hati ibu terasa seperti 'rumah': tempat teduh untuk semua perasaan berpulang, tempat indah untuk merasakan kehangatan.
Kepada Ibu ...! أحنُّ إلى خبز أمي وقهوة أُمي ولمسة أُمي.. وتكبر فيَّ الطفولةُ يوماً على صدر يومِ وأعشَقُ عمرِي لأني إذا مُتُّ , أخجل من دمع أُمي! Aku rindu roti buatan ibuku, hangat kopi buatannya, dan belaian lembut tangannya. Masa kecil mekar dalam diriku hari demi hari. Dan kucintai penuh hidup ini karena jika aku mati aku malu pada air mata ibuku. — Mahmoud Darwish Penyair Palestina (1941-2008) Puisi ini adalah sebuah ungkapan mendalam mengenai hubungan antara anak dan ibunya. Kerinduan yang diungkapkan pada awal puisi bersifat fundamental: kerinduan pada roti, kopi, dan sentuhan. Elemen-elemen ini berfungsi sebagai simbol keamanan, kehangatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar yang hanya dapat diberikan oleh sosok ibu. Penyair merindukan inti dari segalanya yang membuat sebuah hati ibu terasa seperti 'rumah': tempat teduh untuk semua perasaan berpulang, tempat indah untuk merasakan kehangatan. "Masa kecil mekar dalam diriku hari demi hari." Ini menyiratkan bahwa pengaruh awal ibu dan kenangan masa kecil bukan hanya menetap, melainkan terus tumbuh dan menguat seiring kedewasaan. Masa kecil menjadi fondasi yang aktif, terus membentuk karakter dan pandangan hidup sang penyair. Puncak makna terletak pada pernyataan tanggung jawab eksistensial penyair sendiri: mencintai hidup semata-mata karena adanya ibu. Alasan mencintai kehidupan bukan ditemukan dalam pencapaian pribadi, melainkan dalam penghindaran kesedihan ibu. Rasa "malu" pada air mata ibu jika ia mati bukanlah ketakutan, melainkan sebuah komitmen moral. Ini menunjukkan bahwa kehidupan sang penyair memiliki nilai yang tak terhingga karena nilai tersebut diberikan oleh cinta dan kepedulian ibunya. Eksistensi dirinya dipertahankan sebagai bentuk bakti, memastikan bahwa pengorbanan dan cinta ibu tidak berakhir dengan kesedihan. #puisi #sastra #filsafat #mahmouddarwish #quotes

About