@liamjoyce.5: This was an S tier move by me #busted #wife #narcissist #cheatersgettingcaught #cheaterexposed

Liam Joyce
Liam Joyce
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 26 September 2026 12:43:48 GMT
2737
102
2
1

Music

Download

Comments

cclane61
Cecile Martell Mclan :
Run dude run.
2026-09-26 13:55:30
0
schaffs58
Schaffs :
😂😂😂
2026-09-26 17:44:15
0
To see more videos from user @liamjoyce.5, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KEBAKARAN HUTAN LERENG MERAPI BELUM BISA DIPADAMKAN, PETUGAS TERKENDALA AIR DAN ANGIN KENCANG Upaya pemadaman kebakaran di kawasan lereng Gunung Merapi kembali menghadapi kendala. Hingga Rabu (23/9/2026) petang, Tim Gabungan penanganan kebakaran Hutan Taman Nasional Gunung Merapi masih berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan hutan vegetasi. ‎ ‎Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Magelang-Sleman, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Sutris Haryanta mengatakan, proses pemadaman api mengalami kendala diantaranya keterbatasan air untuk pemadaman dan kencangnya angin yang berhembus membuat api cepat menjalar. ‎ ‎Sutris menjelaskan, vegetasi permukaan seperti semak dan bambu menjadi bagian yang paling banyak terbakar. Sementara sebagian besar pohon masih dalam kondisi berdiri. ‎ ‎“Vegetasi yang terbakar hebat itu permukaan, semak, bambu dan sebagainya. Untuk pohon-pohonan kita lihat masih utuh, masih berdiri. Tapi ada sebagian yang memang terbakar,” jelasnya. ‎ ‎Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala karena bara api yang tidak terlihat dapat kembali menyala saat ditiup angin dalam kondisi cuaca panas. ‎ ‎Selain kondisi angin dan cuaca panas, ketersediaan air juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Sutris mengatakan sumber air sebenarnya tersedia, tetapi distribusinya tidak selalu bisa dilakukan dengan cepat ketika dibutuhkan di titik api. ‎ ‎“Kendalanya untuk ketersediaan air sebenarnya ada, tetapi ketika dibutuhkan tidak serta-merta terus. Jadi agak terlambat tadi, tidak bisa kita potong di situ,” katanya. ‎ ‎Untuk memenuhi kebutuhan pemadaman, lanjut Sutris, petugas memanfaatkan sejumlah sumber air, di antaranya dari pabrik, sumber air di sekitar loket, bantuan masyarakat, serta BPBD. ‎ ‎Sementara untuk teknik pemadaman, petugas tidak sepenuhnya mengandalkan mobil pemadam. Kondisi medan membuat penanganan api lebih banyak dilakukan secara manual. Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Yuki Pramudya  Editor : Afifudin Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #kebakaran #merapi #kemarau
KEBAKARAN HUTAN LERENG MERAPI BELUM BISA DIPADAMKAN, PETUGAS TERKENDALA AIR DAN ANGIN KENCANG Upaya pemadaman kebakaran di kawasan lereng Gunung Merapi kembali menghadapi kendala. Hingga Rabu (23/9/2026) petang, Tim Gabungan penanganan kebakaran Hutan Taman Nasional Gunung Merapi masih berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan hutan vegetasi. ‎ ‎Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Magelang-Sleman, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Sutris Haryanta mengatakan, proses pemadaman api mengalami kendala diantaranya keterbatasan air untuk pemadaman dan kencangnya angin yang berhembus membuat api cepat menjalar. ‎ ‎Sutris menjelaskan, vegetasi permukaan seperti semak dan bambu menjadi bagian yang paling banyak terbakar. Sementara sebagian besar pohon masih dalam kondisi berdiri. ‎ ‎“Vegetasi yang terbakar hebat itu permukaan, semak, bambu dan sebagainya. Untuk pohon-pohonan kita lihat masih utuh, masih berdiri. Tapi ada sebagian yang memang terbakar,” jelasnya. ‎ ‎Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala karena bara api yang tidak terlihat dapat kembali menyala saat ditiup angin dalam kondisi cuaca panas. ‎ ‎Selain kondisi angin dan cuaca panas, ketersediaan air juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Sutris mengatakan sumber air sebenarnya tersedia, tetapi distribusinya tidak selalu bisa dilakukan dengan cepat ketika dibutuhkan di titik api. ‎ ‎“Kendalanya untuk ketersediaan air sebenarnya ada, tetapi ketika dibutuhkan tidak serta-merta terus. Jadi agak terlambat tadi, tidak bisa kita potong di situ,” katanya. ‎ ‎Untuk memenuhi kebutuhan pemadaman, lanjut Sutris, petugas memanfaatkan sejumlah sumber air, di antaranya dari pabrik, sumber air di sekitar loket, bantuan masyarakat, serta BPBD. ‎ ‎Sementara untuk teknik pemadaman, petugas tidak sepenuhnya mengandalkan mobil pemadam. Kondisi medan membuat penanganan api lebih banyak dilakukan secara manual. Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Yuki Pramudya Editor : Afifudin Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #kebakaran #merapi #kemarau

About