@abad.pertengahan0: Apakah manusia sedang mengenal Tuhan, atau hanya membentuk gambaran tentang Tuhan berdasarkan dirinya sendiri? Pertanyaan semacam ini dapat ditemukan dalam pemikiran Xenophanes dari Kolophon, filsuf dan penyair Yunani yang hidup sekitar akhir abad ke-6 hingga awal abad ke-5 SM. Dalam Fragmen B14, Xenophanes menyatakan bahwa manusia membayangkan para dewa memiliki pakaian, suara, dan tubuh seperti manusia. Dalam Fragmen B15, ia menggunakan contoh satiris: jika kuda, sapi, atau singa memiliki tangan dan mampu membuat gambar, mereka akan menggambarkan dewa dalam rupa mereka sendiri. Fragmen B16 kemudian menunjukkan bagaimana gambaran tentang dewa juga berbeda menurut kelompok manusia: orang Ethiopia menggambarkan dewa mereka dengan ciri fisik yang berbeda dari gambaran orang Thrakia. Fragmen-fragmen ini menjadi dasar pembahasan tentang antropomorfisme dalam konsepsi tentang dewa—kecenderungan memahami yang ilahi melalui bentuk dan karakteristik manusia. (Ensiklopedia Filsafat Stanford) Namun, Xenophanes tidak sekadar mengatakan bahwa manusia “menciptakan Tuhan.” Ia juga mengajukan konsepsi positif tentang yang ilahi. Dalam B23, misalnya, ia berbicara tentang “satu tuhan terbesar” yang tidak menyerupai manusia dalam tubuh maupun pikiran. Karena itu, isi video ini merupakan parafrasa dan pengembangan filosofis dari persoalan yang muncul dalam fragmen Xenophanes, bukan klaim bahwa Xenophanes secara literal mengatakan manusia menciptakan Tuhan. (Ensiklopedia Filsafat Stanford) Sumber utama: Xenophanes, DK 21 B14–B16, B23. Lihat juga: J. H. Lesher, Xenophanes of Colophon: Fragments: A Text and Translation with a Commentary (University of Toronto Press, 1992); Stanford Encyclopedia of Philosophy, “Xenophanes.” (Ensiklopedia Filsafat Stanford) #filsafat #filsuf #xenophanes #masukberanda #foryoupage
Abad pertengahan
Region: ID
Saturday 26 September 2026 15:08:10 GMT
Music
Download
Comments
me >>>> :
intinya allah ada, sebelum kata "ada" itu ada.
2026-09-26 17:31:05
1055
Xzany :
"mempertanyakan tuhan bukan berarti meragukan keberadaan tuhan".
2026-09-26 15:43:54
4504
egy4u!! :
"ini baru godaan manusia, belum godaan dajjal"
2026-09-26 21:57:21
522
26Lennzpiuu` :
makin pintar ilmu nya😹
makin tidak percaya kepada Tuhan😹
2026-09-28 13:12:42
189
五条 悟 :
lalu apa tujuan kita di hidupkan di dunia ya bang???
2026-09-26 15:30:39
109
r :
VT buat ngetest iman😹
2026-09-27 00:39:38
140
Kyèlľ :
jika tuhan maha mengetahui? mengapa tuhan menciptakan saya yg pendosa ini? apakah tuhan hanya ingin mempermainkan gua?
2026-09-28 17:47:38
5
hentzyy🀄 :
baru tiktok,
bukan dajjal😹
2026-09-26 23:44:39
42
하추 이안 소피안🫛😆 :
apasih mana ada manusia menciptakan tuhan, menyesatkan bgt jir...
2026-09-27 02:32:21
7
santosoooo :
lah kalok Tuhan ada kenapa dinosaurus gak di tolong
2026-09-26 17:35:39
5
Abad pertengahan :
Minimal baca deskripsi ya kawan kawan
2026-09-27 09:20:38
8
Aeonn. :
tuhan menciptakan manusia
manusia menciptakan tuhan mereka sendiri
2026-09-28 07:56:49
9
DikraXneymar :
ini baru godaan manusia,belum godaan Dajjal👑🤔
2026-09-27 00:52:22
125
Fathurux :
buka komen=tes iman
2026-09-27 03:50:56
5
someone :
jika memang Tuhan tidak ada bagaimana bisa bumi terbentuk? planet dan alam semesta?
2026-09-27 00:33:08
6
07obyyy :
ini baru godaan tiktok belum juga godaan dajjal
2026-09-28 12:18:16
17
SPAWN :
konten seperti ini yang akan di percayai oleh generasi muda semakin banyak konten seperti ini menimbulkan ketidak yakainan pada generasi generasi berikutnya dan pada akhirnya jika konten seperti ini makin banyak suara azan akan semakin mengurang karena generasi generasi berikutnya sudah percaya sama konten konten tidak jelas seperti ini pada akhirnya mereka percaya bahwa Tuhan itu tidak ada. konten seperti ini yang akan di percayai oleh generasi muda semakin banyak konten seperti ini menimbulkan ketidak yakainan pada generasi generasi berikutnya dan pada akhirnya jika konten seperti ini makin banyak suara azan akan semakin mengurang karena generasi generasi berikutnya sudah percaya sama konten konten tidak jelas seperti ini pada akhirnya mereka percaya bahwa Tuhan itu tidak ada. konten seperti ini yang akan di percayai oleh generasi muda semakin banyak konten seperti ini menimbulkan ketidak yakainan pada generasi generasi berikutnya dan pada akhirnya jika konten seperti ini makin banyak suara azan akan semakin mengurang karena generasi generasi berikutnya sudah percaya sama konten konten tidak jelas seperti ini pada akhirnya mereka percaya bahwa Tuhan itu tidak adakonten seperti ini yang akan di percayai oleh generasi muda semakin banyak konten seperti ini menimbulkan ketidak yakainan pada generasi generasi berikutnya dan pada akhirnya jika konten seperti ini makin banyak suara azan akan semakin mengurang karena generasi generasi berikutnya sudah percaya sama konten konten tidak jelas seperti ini pada akhirnya mereka percaya bahwa Tuhan itu tidak adakonten seperti ini yang akan di percayai oleh generasi muda semakin banyak konten seperti ini menimbulkan ketidak yakainan pada generasi generasi berikutnya dan pada akhirnya jika konten seperti ini makin banyak suara azan akan semakin mengurang karena generasi generasi berikutnya sudah percaya sama konten konten tidak jelas seperti ini pada akhirnya mereka percaya bahwa Tuhan itu tidak adakonten seperti ini yang akan di percayai oleh generasi muda semakin banyak konten seperti ini menimbulkan ketidak yakainan pada generasi generasi berikutnya dan pada akhirnya jika konten seperti ini makin banyak suara azan akan sem
2026-09-27 01:42:32
7
Shi Jun (石军) :
percayalah pada pandangan mu sendiri tidak usah memikirkan pandangan orang lain
2026-09-26 17:19:49
5
Palestina warrior ☪️🏴🇵🇸 :
hiburan introvert ✌🏻😹
2026-09-26 17:09:25
29
misbah :
kalo Allah itu sudah pasti ada soalnya kita diberi tau di dalam Al Qur'an
2026-09-26 23:13:15
14
mahen :
konten ini lama" banyak yang ateis
2026-09-27 14:16:24
9
^ZTAZ⁷ :
manusia berevolusi dengan mengembangkan akal dan kecerdasannya hingga akhirnya mereka mulai berimajinasi dan menciptakan karakter fiksi yg kalian sebut "Tuhan".
2026-09-26 16:27:50
9
𝔈𝔇𝔦 𝔖𝔢𝔪𝔟𝔦𝔯𝔦𝔫𝔤 :
Bayangkan begini: aku membuat sebuah game. Di dalam game itu ada karakter, dunia, dan aturan yang aku ciptakan. Lalu karakter-karakter di dalam game bertanya, “Pencipta kita itu ada di mana? Di atas? Di kanan? Di kiri? Di bawah?”
Dari sudut pandang mereka, dunia hanya sebatas dimensi dalam game itu. Tapi dari sudut pandang aku sebagai pembuatnya, aku tidak berada di atas, di bawah, atau di dalam dunia mereka. Aku berada di luar keseluruhan dimensi game itu. Mereka tidak bisa melihatku karena mereka hanya bisa mengakses realitas dalam game.
Begitu juga ketika manusia bertanya “Tuhan itu di mana?” Kita melihat dunia dari batasan dimensi kita sendiri. Namun kalau Tuhan adalah Pencipta, maka keberadaan-Nya bukan di posisi ruang seperti kanan-kiri-atas-bawah, tetapi di “luar” dimensi yang kita kenal. Kita hanya bisa melihat tanda-tanda keberadaan-Nya, sama seperti karakter game hanya bisa merasakan dampak dari pembuatnya.
2026-09-27 01:32:30
8
isyamsixteen :
kita is lam kita gak tau gimana bentuk tuhan dan muka tuhan manusia yang menggam bar kan tuhan bisa salah setiap kita menggam bar
2026-09-27 00:07:36
4
SNOW? :
jawaban itu sudah ada dalam al-Quran
2026-09-27 11:21:24
1
To see more videos from user @abad.pertengahan0, please go to the Tikwm
homepage.