Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@kchowrda:
kchowrda
Open In TikTok:
Region: IQ
Saturday 26 September 2026 18:45:06 GMT
5716
354
10
15
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
ALI/علی :
قژ سپی بوون نیشانەی تێپەڕینی تەمەن نیە بەڵکو نیشانەی وەستانی ڕۆحە لەبەردەم ئەو برینانەی کە نەتوانرا بە وشە چاک بکرێن..هەر بۆیە دووری نیوان دڵ و زمان درێژترین ڕێگایە،بە ئومێدی تێگەیشتن
2026-09-27 06:32:48
0
Rebar :
لاتحزن ان اللة معنا / دڵ تەنگ و خەمبار مەبە خودامان لەگەڵە / تەواو خوشکەکەم ؟ / خەیاڵت ئاسودەبێت خودات لەکەڵ دایە
2026-09-27 04:00:15
0
kosrat Gardi :
2026-09-27 06:48:29
0
سوڵتانەکەم :
🌹🌹🌹
2026-09-27 00:48:32
0
🦅laegar🦅 :
🥺🥺🥺
2026-09-27 07:02:34
0
S A F I N :
❤️❤️❤️
2026-09-27 06:55:57
0
user5561846659825 :
🥰🥰
2026-09-27 05:29:56
0
Rabar Omar ♥ :
🥰🥰
2026-09-27 03:14:05
0
chya :
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
2026-09-26 19:45:26
0
Hawa :
💔
2026-09-27 08:27:40
0
To see more videos from user @kchowrda, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#creatorsearchinsights #viraltiktokstopost #bongofuntiktokers #trending #zilipendwa
Be the reason someone believes that good people still exist. #kindness #kindness #kindness
Mosquito sound #sound #mosquito #suaranyamuk #nyamuk #nyamuknakal
DUHAI NABI, HARI INI AKU TERLUKA 🌀 Sejak bertamu kepada Pak Kyai, Pak Ijo punya kebiasaan baru. Setiap malam ia membuka buku kecil dan menuliskan sesuatu. Ia masih mengingat kisah Rasulullah yang menangis sambil berucap, "Ummati, ummati..." Umatku, umatku. Maka catatannya selalu dimulai dengan sapaan yang sama. "Duhai Nabi..." Pagi itu, Pak Ijo mengantar tiga puluh gorengan pesanan seorang saudagar di pasar. Harganya sudah disepakati, tiga puluh ribu rupiah. Saudagar itu mengambil satu bakwan, menggigitnya, lalu meletakkan dua lembar sepuluh ribuan di meja. "Sudah. Ambil." "Maaf, Pak. Masih kurang sepuluh ribu." Saudagar itu mendengus. "Kamu cuma tukang gorengan. Daganganmu saya beli saja sudah untung. Masih berani mengatur saya?" Pak Ijo terdiam. Beberapa orang menoleh. "Saya tidak mengatur, Pak. Saya menagih sesuai kesepakatan." Seorang pegawai mendekat. "Betul, Pak. Saya yang menyampaikan pesanan. Tiga puluh buah, masing-masing seribu." Saudagar itu menatapnya tajam. "Kamu saya gaji untuk bekerja, bukan untuk mengajari saya!" Pegawai itu mundur. Saudagar mengibaskan tangan, menyuruh Pak Ijo menyingkir. "Jangan ganggu pelanggan saya hanya karena uang sekecil itu." Telinga Pak Ijo terasa panas. Bagi saudagar itu, mungkin sepuluh ribu hanya uang kecil. Bagi Pak Ijo, di dalamnya ada tepung, minyak, dan waktu berdiri di depan penggorengan. Ia ingin membalas. Kalimat pedas sudah berdesakan di ujung lidah. Tetapi ia menarik napas. "Ini saya terima sebagai pembayaran sebagian. Sisanya tetap hak saya, Pak. Kalau belum bisa diselesaikan, saya akan meminta bantuan pengurus pasar." Saudagar itu memalingkan wajah. Pak Ijo merapikan keranjangnya. Ia tidak tersenyum. Saat itu ia memang belum sanggup. Ia pergi menemui pengurus pasar, menyampaikan kejadian dan meminta bantuan menagih kekurangannya. Sesudahnya, ia duduk di bangku dekat penjual teh. Yang sakit ternyata tidak hanya kehilangan uang. Ia diperlakukan seolah pekerjaan kecil membuat harga dirinya ikut kecil. Malamnya, Pak Ijo membuka buku catatan. "Duhai Nabi... Hari ini aku bertemu seorang umatmu yang meremehkanku. Ketika diingatkan tentang hakku, ia menolak mendengar. Bahkan orang yang membenarkanku ikut dimarahinya. Aku sakit hati. Aku tidak ingin berpura-pura ikhlas, sementara dadaku masih sesak. Tadi aku ingin mempermalukannya di depan banyak orang. Aku ingin membalas dengan kata-kata yang membuatnya merasa hina. Lalu aku teringat cerita Pak Kyai tentang tangismu untuk umatmu. Orang yang menyakitiku itu termasuk umatmu. Aku yang sedang marah ini juga umatmu. Aku ingin belajar meneladani kasih sayangmu. Tetapi hari ini aku merasakan betapa sulitnya ketika hatiku sendiri sedang terluka." "Kesalahannya tetap salah. Hakku tetap harus diperjuangkan. Aku tidak harus membiarkan ia mengulangi perbuatannya kepada orang lain. Tetapi aku juga perlu menjaga diriku. Jangan sampai aku menolak kesombongannya dengan merasa paling suci. Jangan sampai aku menganggap semua yang pernah berbuat salah tidak mungkin berubah. Besok, jika ada pembeli mengingatkan hitunganku keliru, semoga aku mau memeriksa, meskipun yang menegur anak kecil. Jika ada orang yang hanya mampu membeli satu gorengan, semoga aku melayaninya dengan hormat. Duhai Nabi, aku ingin kecintaanku kepadamu tumbuh menjadi kesediaan memperbaiki diriku." Di bawahnya ia menambahkan doa. "Ya Allah, tolong aku mendapatkan kembali hakku dengan cara yang baik. Bimbinglah orang yang menyakitiku. Bimbing pula aku, agar luka ini tidak kuteruskan kepada orang lain." Pak Ijo menutup bukunya. Dadanya belum sepenuhnya lapang. Uangnya pun belum kembali. Tetapi untuk besok, ia sudah punya pekerjaan tambahan. Selain menakar tepung, ia ingin lebih berhati-hati menakar ucapannya.. 🌀 Landasan kisah : "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia." Terjemahan petikan HR. Muslim no. 91. - af - 🔆 Buatkan promt gambar utk saudagar sombong
Em Biết Anh Không Yêu Em l Nhạc trung này cuốn quá #xuhuongtiktok #nhachaymoingay #nhachottiktok #nhactrungremix #nhacremix
@MarianaFagundes • #marianafagundescy #mjmusiccy
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy