Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@sigitbudipramono3: InterLink Live menghubungkan kreator dan komunitas, ATV QR Payment mendukung pembayaran dengan ITL, sementara LinkersMap mempertemukan pengguna dan merchant. 🚀🔗 #InterLink #ITLG #ITL
Sigit Budi pramono
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 26 September 2026 23:49:47 GMT
88
4
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
5.41MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
5.41MB
)
Watermark .mp4 (
11.24MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sigitbudipramono3, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#OOTD#WomenFashion#spotlightfinds#SummerSaleCampaign#WeeklyDeal
Cuss langsung aja gercepin checkout Sofa Bayi mumpung lagi ada GRATIS APRON MENYUSUI 😍😙 #sofa #bumbeecollection #newborn #bumil #pregnant
#fyp #foryou
#有一点动心 #上热门#好歌分享 #情感歌曲#热门歌曲@玲听音乐 @布布爱一二&玲听音乐
Bodycare 101 Kulit Ben!ng 🤩 Gas Checkout Promonya di Live Stream Iswhite 🥰 #iswhite #iswhitebodycare #bodycareroutine #iswhitebodyserum #iswhitebodymask
POV: Bimbingan terakhir ditutup dengan keluarnya jadwal sidang yang akan diselenggarakan minggu depan. Namamu terpampang jelas di sesi pertama. Mendapatkan kabar terbaru, kamu tidak sabar pulang ke rumah guna menunjukkannya pada Sunghoon. Selama perjalanan, intensitas kecepatan motor melaju dua kali dari biasanya. Hari ini jadwal Sunghoon kosong. Di dapur bersama kosan bebas, kamu memindahkan camilan manis dari kemasan untuk bahan santapan bersama Sunghoon nantinya. Kala kakimu berjalan ke teras depan, tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Seorang perempuan muda terlihat sebaya denganmu berpenampilan modis dengan paras cantik tengah tertawa riang pada Sunghoon. "Ah, Bapak bisa saja sibuknya. Untung saya ada inisiatif revisi di kosan Bapak." Kamu menekuk dahi sebal melihatnya. Perempuan yang dipanggil Nada oleh Sunghoon tersebut sengaja memanjakan suara. Ia bahkan berani memainkan tangan menepuk centil lengan Sunghoon setiap melontarkan canda keringnya. Kendati demikian, Sunghoon memasang wajah datar. Sikap profesionalnya membuat batasan besar pada mahasiswa. Tubuhnya mundur ke belakang satu langkah dan lengannya sengaja dijauhkan dari jangkauan goda Nada. "Saya acc. Minggu depan langsung daftar sidang," pungkas Sunghoon menutup berkas usai memberikan coretan penerimaan. Suaranya cukup tegas sebagai dosen muda yang dinilai menyeramkan bagi mayoritas penghuni fakultasnya. "Dan untuk kepentingan lain, silakan menghubungi saya terlebih dahulu. Saya tidak menerima bimbingan atau apa pun di luar jam kerja." Merasa bahwa kalimat terakhir bak penegasan untuk tidak mengusiknya lebih lama lagi, akhirnya Nada pamit. Sunghoon langsung menghela napas panjang. Ia tidak suka dengan kelancangan mahasiswa seperti ini. Padahal setiap ia masuk kerja, Sunghoon selalu ada di tempat bila saja ada mahasiswa yang butuh bimbingannya. Namun, kejadian barusan membuat hatimu terasa panas. Rasanya sesak melihat pria yang kamu suka tengah dimanja seseorang, meski Sunghoon tidak mengindahkannya. Buru-buru saja kamu berbalik dan berjalan cepat ke rumah melalui jalur belakang. Perasaan cemburu membuatmu membanting pintu kamar dan menguncinya rapat-rapat. "Nduk, kenapa? Ayo, keluar. Sudah dua hari kamu ndak makan masakan Mama loh, ya. Minggu depan kamu udah sidang. Jaga kesehatannya tho, Nduk," ucap ibumu seraya menggedor pintu. Mimik wajah khawatir sangat jelas tercetak sejak kamu mengurung diri tanpa alasan. Sudah berkali-kali ibu membawakan makanan, tetapi kamu hanya menyentuh sedikit saja. Ia sampai kelimpungan harus membujukmu bagaimana agar mau keluar kamar dengan sendirinya. "Pak Guru! Pak Guru!" Sunghoon menolehkan kepala pada suara familier. Ia tersenyum ramah menyapa ibu kosan dengan berjalan mendekatinya. Penampilan Sunghoon kali ini tampak santai mengenakan kaos rumahan dan sepatu olah raga. Tadinya ia hendak mengolah keringat di lapangan terdekat. "Wajahnya pucat sekali, Bu?" tanya Sunghoon mengamati. Ibumu sontak meraih lengannya dengan satu tangan menunjuk pintu rumah. "Itu loh, Pak. (Y/N) tiba-tiba ndak mau keluar kamar. Sudah dua hari anaknya diem terus di kamar. Saya takut kalau dia tertekan gitu sama kuliah. Padahal kemarin-kemarin anaknnya happy cerita mau sidang minggu depan. Saya kan ndak pernah kuliah. Masalah pendidikan gini takut salah bahasanya. Tolong Ibu njih, Pak. Mohon bujuk (Y/N)," pinta ibumu menjelaskan panjang kali lebar. Tatapan mata Sunghoon langsung berkilat cemas. "Di kamar ya, Bu? Ibu istirahat saja kalau begitu, biar saya datangi sekarang." Ibumu berucap terima kasih sembari memberikan kunci cadangan kamar. Begitu Sunghoon diberi amanah, ia melangkah masuk ke dalam kamarmu tak lupa mengunci kembali pintu dari dalam. Kamu yang semula meringkuk di atas kasur menghadap dinding menoleh ketus saat suara berisik pintu terdengar. "Mama, aku nggak mau makan-" "Kenapa tidak mau makan?" ujarmu terputus mendapati Sunghoon berjalan mendekati kasur. "Keluar, Mas." "Keluar bersama. Sini saya gendong." "Nggak! Mas, turunin!" (+(1-4))
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy