Heri Jundullah :
Tidak Ada Netralitas dalam Kehidupan dan Politik
@ Syekh Sa'id Ridwan Abu Awad
Tidak ada netralitas dalam kehidupan maupun dalam politik. Jika engkau tidak berada di pihak yang benar, berarti engkau berada di pihak kebatilan. Dan jika engkau tidak memiliki proyek atau agenda perjuangan sendiri, berarti engkau menjadi bagian dari proyek orang lain.
Sesungguhnya kenetralan dan masa transisi dalam politik sering kali menjadi tahap untuk mengokohkan pengkhianatan dan memperkuat pilar-pilar kebatilan, serta membiasakan masyarakat untuk menerimanya, membiasakan diri dengan kemungkaran dan hidup berdampingan dengannya di bawah semboyan toleransi dan menerima pihak lain.
Sesungguhnya manhaj para nabi dan para pengemban dakwah adalah menyampaikan kepada manusia apa yang telah Allah turunkan kepada mereka, tanpa menyimpang sedikit pun. Islam tidak mengenal masa transisi dalam pemerintahan, melainkan penerapan Islam secara menyeluruh sejak awal, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah ﷺ di Madinah.
Wahai para pengemban dakwah, sampaikanlah kepada manusia apa yang bermanfaat bagi agama dan dunia mereka, bukan apa yang mereka sukai. Janganlah kalian mengubah agama Allah dan membungkus kebatilan dengan pakaian ilmu. Sebab, bahaya yang paling besar adalah ketika kebatilan mengenakan pakaian kewibawaan dan kehormatan.
Janganlah kalian menjadi pedagang yang menyajikan kepada manusia apa yang mereka sukai, bukan apa yang bermanfaat bagi mereka, lalu menjadikan agama Allah sebagai jembatan untuk memperoleh secuil kenikmatan dunia.
Sungguh sebagian nabi akan datang pada Hari Kiamat tanpa seorang pun yang mengikutinya, karena mereka datang membawa kebenaran yang tidak disukai oleh manusia.
Tugas seorang Muslim dalam kehidupan adalah menegakkan perintah Allah: menyuarakan kebenaran, menegakkan keadilan, tidak takut kepada siapa pun dalam urusan Allah, dan tidak membiarkan celaan siapa pun menghalanginya dalam menjalankan agamanya.
“Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata, dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat menegakkan keadilan.” (QS. Al-Hadid: 25)
2026-10-07 04:18:39