@nicomoon117: @tanyapepsodent #pepsodentaffilateSquas #PepsondentAffiliateSquad #pepsodent #gigiputih #segar

nico
nico
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 27 September 2026 05:57:13 GMT
5
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nicomoon117, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SAMPIT – Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Lingkar Utara atau Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (17/10/2026) malam. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah. Sebelumnya, Menhut juga menjadi sorotan publik terkait penanganan karhutla yang melanda sejumlah daerah. Raja Juli Antoni tiba di lokasi Sekitar pukul 18.29 WIB. Kedatangannya disambut Bupati Kotim H Halikinnor bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD), BMKG, Manggala Agni, BPBD, serta relawan karhutla. Di lokasi, Menhut melihat langsung kondisi lahan bekas terbakar yang masih menyisakan kepulan asap. Setelah meninjau area terdampak, ia menerima laporan mengenai perkembangan penanganan kebakaran dari petugas gabungan di posko lapangan. Dalam arahannya, Raja Juli mengakui kondisi Kalimantan saat ini sedang tidak baik-baik saja akibat bencana karhutla dan dampak kabut asap yang ditimbulkan. Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, hujan alami di Kalimantan Tengah diperkirakan baru turun sekitar November mendatang. Kondisi ini menjadi tantangan bagi petugas dalam mengendalikan api, terutama di kawasan lahan gambut yang sulit dipadamkan. Untuk mempercepat penanganan, pemerintah memperkuat sejumlah upaya, mulai dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), optimalisasi pemadaman melalui udara atau water bombing, hingga menyiapkan teknologi dry ice untuk membantu mengurangi dampak kabut asap. Menhut juga mendengarkan laporan Bupati Kotim dan Kapolres Kotim mengenai berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Salah satu persoalan utama adalah sulitnya menjangkau sumber air di sejumlah titik kebakaran. Keterbatasan tersebut membuat petugas harus menerapkan sistem estafet dalam menyuplai air untuk pemadaman. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri ketika api terus menjalar dan kondisi lahan masih menyimpan bara. Selain penanganan di lapangan, pemerintah menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik perorangan maupun korporasi. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Kotim juga berkoordinasi untuk menertibkan lahan-lahan terlantar yang berpotensi menjadi sumber kebakaran. Setelah meninjau lokasi dan memberikan semangat kepada tim gabungan, Raja Juli Antoni bersama rombongan meninggalkan Sampit untuk melanjutkan perjalanan menuju Palangka Raya. Persinggahan Menhut di Sampit yang berlangsung sekitar satu jam tersebut menjadi bagian dari peninjauan penanganan karhutla di daerah. Namun, di tengah kebakaran yang masih menyisakan asap dan kesulitan pemadaman, masyarakat tentu menantikan tindak lanjut konkret dari pemerintah. Percepatan pemadaman, pengendalian kabut asap, serta penegakan hukum menjadi sejumlah hal yang diharapkan terus diperkuat agar dampak karhutla terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat dapat segera dikurangi. #rajajuliantoni #menterikehutanan #halikinnor #kunjungankerja #karhutla
SAMPIT – Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Lingkar Utara atau Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (17/10/2026) malam. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah. Sebelumnya, Menhut juga menjadi sorotan publik terkait penanganan karhutla yang melanda sejumlah daerah. Raja Juli Antoni tiba di lokasi Sekitar pukul 18.29 WIB. Kedatangannya disambut Bupati Kotim H Halikinnor bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD), BMKG, Manggala Agni, BPBD, serta relawan karhutla. Di lokasi, Menhut melihat langsung kondisi lahan bekas terbakar yang masih menyisakan kepulan asap. Setelah meninjau area terdampak, ia menerima laporan mengenai perkembangan penanganan kebakaran dari petugas gabungan di posko lapangan. Dalam arahannya, Raja Juli mengakui kondisi Kalimantan saat ini sedang tidak baik-baik saja akibat bencana karhutla dan dampak kabut asap yang ditimbulkan. Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, hujan alami di Kalimantan Tengah diperkirakan baru turun sekitar November mendatang. Kondisi ini menjadi tantangan bagi petugas dalam mengendalikan api, terutama di kawasan lahan gambut yang sulit dipadamkan. Untuk mempercepat penanganan, pemerintah memperkuat sejumlah upaya, mulai dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), optimalisasi pemadaman melalui udara atau water bombing, hingga menyiapkan teknologi dry ice untuk membantu mengurangi dampak kabut asap. Menhut juga mendengarkan laporan Bupati Kotim dan Kapolres Kotim mengenai berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Salah satu persoalan utama adalah sulitnya menjangkau sumber air di sejumlah titik kebakaran. Keterbatasan tersebut membuat petugas harus menerapkan sistem estafet dalam menyuplai air untuk pemadaman. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri ketika api terus menjalar dan kondisi lahan masih menyimpan bara. Selain penanganan di lapangan, pemerintah menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik perorangan maupun korporasi. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Kotim juga berkoordinasi untuk menertibkan lahan-lahan terlantar yang berpotensi menjadi sumber kebakaran. Setelah meninjau lokasi dan memberikan semangat kepada tim gabungan, Raja Juli Antoni bersama rombongan meninggalkan Sampit untuk melanjutkan perjalanan menuju Palangka Raya. Persinggahan Menhut di Sampit yang berlangsung sekitar satu jam tersebut menjadi bagian dari peninjauan penanganan karhutla di daerah. Namun, di tengah kebakaran yang masih menyisakan asap dan kesulitan pemadaman, masyarakat tentu menantikan tindak lanjut konkret dari pemerintah. Percepatan pemadaman, pengendalian kabut asap, serta penegakan hukum menjadi sejumlah hal yang diharapkan terus diperkuat agar dampak karhutla terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat dapat segera dikurangi. #rajajuliantoni #menterikehutanan #halikinnor #kunjungankerja #karhutla

About