@naskahspiritual: RAHASIA WALI ABDAL YANG DISEMBUNYIKAN ULAMA: Ciri, Derajat & Karomahnya Terbukti! #NASKAHSPIRITUAL #SPIRITUAL #Tasawuf #SPIRITUALITY #mindfulness

NASKAH SPIRITUAL
NASKAH SPIRITUAL
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 27 September 2026 10:26:32 GMT
19056
1230
62
276

Music

Download

Comments

saadahsahban
Saadah60 :
Assalamualaikum Tuan, Shukron jazilan Tuan atas perkongsian ilmu untuk mendapatkan keredhaan Allah dlm rahmatnya Allah. Prinsipnya apa jua yg kita lakukan dan amalkan keyakinan, keikhlasan kesyukuran dan kesabaran yg kita pegang, in syaa Allah hadirnya ketenangan, rendah diri siapa kita saorang hamba Allah yg lemah dan tak sempurna itulah kita sentiasa dekat dgn Allah untuk keredhaannya dan rahmatnya Allah , bahagia didunia hingga ke Jannah Allah dlm rahmatnya, aamiin3.. Allahumma... aamiin. dlm rahmatnya Allah 🥰🥰🥰 Semoga kita semua sentiasa dalam rahmat Allah, aamiin3.. Allahumma.. aamiin.. Mohon kemaafan seandainya ada kesilapan bahasa yg saya tuturkannya 🥰🥰🥰
2026-09-28 04:12:50
1
pzan88
travelers :
2026-09-28 02:39:11
0
mayang.mayangsari8
Mayang Mayangsari :
ya jantungnya Allam ,jantungnya Al kur'an ,jantungnya manusia ,itulah .
2026-09-27 21:44:24
2
mohd.shahrien.jam
Mohd Shahrien Jaman :
amin amin amin amin
2026-09-27 22:32:40
1
suuuut76
suu uut900008 :
ya tapi harus dekankan kewajipan Sunnah yang diperboleh kan sarar2hukum agama Islam🏃🏻🏃🏻♥️🤲🏻🙏🫂😭🤭🤲🤲♥️🤲🏻🙏🙏🙏😭😭😭😭😭😭♥️♥️♥️
2026-09-27 16:00:31
1
uaeae459
Rohana :
subhanallah
2026-10-01 21:06:00
0
apollo_14444
Apollo :
2026-09-28 17:43:09
2
mohamed.khaidir
Mohamed Khaidir :
Allah maha besar.
2026-09-27 12:44:46
3
user4508032280
Hasan :
smp saat ini tdk blm ada yg membersamai langkahku berjalan krn mrk takut akn sengsarah.
2026-09-27 16:33:59
2
usgeieveka123
Bim :
🤲
2026-09-27 16:51:16
4
amelia.kurniawati98
amelia kurniawati rohman :
walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
2026-09-27 18:16:04
1
m.a.p226
CHY.sacralallah :
aminyaallah...kunfayakun
2026-10-02 09:00:49
0
azilanismail1972
Alan72 :
Tetaplah Sabar Dalam Setiap Perkara
2026-09-27 19:43:06
2
abuasen1
Pak aswa :
Aamiin
2026-10-01 03:53:03
0
ika.bunda.salna
Ika Bunda SalNa :
Allaohu Akbar... Kunfayakun Mu Yaa Rabb🌹🌹
2026-10-02 05:30:43
0
ahmadmurham4
murham :
Masya allah
2026-10-01 12:10:12
0
lilya2747
lilya1212 :
Aamiin ya rabbal Alamiin.. Terima kasih 🙏😇
2026-10-01 22:36:38
0
ayuni27aja
🇮🇩🦋ayuni27🦋🇮🇩 :
Aamiin
2026-10-01 15:42:50
0
nur.ofc30
Nurhayati :
Alhamdulillah amin thanks
2026-09-29 16:09:19
0
zahchekwan
Zah Chek wan :
Masyaallah tabarakallah... lahaulawala quataillabillah... Subhanallah walhamdulillah wallaillah akhillallah waallahuakbar....🥰🥰🥰
2026-09-29 15:13:01
0
maulevant2
Toko Bais :
bukannya wali autad ya
2026-09-30 05:12:38
0
user1993278338316
Rasikun Sukmajati :
Amin
2026-10-02 06:06:05
0
ryusoff6
ryusoff :
🥰🥰🥰🥰
2026-09-30 22:51:42
0
sc_981120
The Dawn Of Prince :
MasyaAllah Ta barakallah 😭
2026-09-29 17:10:40
0
rayhanswibowo
rayhanswibowo :
waaaaaaaaaawwwwwww😳😳😳😳😳
2026-09-28 06:55:48
0
To see more videos from user @naskahspiritual, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bolehkah Seorang Anak Menjadi Wali Nikah Ibunya? Jawaban: Menurut Syafi‘iyyah, seorang anak laki-laki tidak mempunyai hak perwalian atas ibunya secara mutlak. Oleh karena itu, ia tidak dapat menjadi wali dalam pernikahan ibunya. Jika ia menjadi wali dalam akad tersebut, maka akad nikahnya tidak sah. Sedangkan menurut Hanabilah, anak laki-laki dapat menjadi wali nikah ibunya apabila wali yang lebih didahulukan, yaitu ayah dan kakek dari pihak ibu, tidak ada. Dengan demikian, selama ayah atau kakek si ibu masih ada dan memenuhi syarat perwalian, anak tidak didahulukan daripada mereka. Sementara Malikiyyah mengatakan; bahwasanya yang paling berhak menjadi wali nikah adalah anak walaupun anak tersebut merupakan hasil zina. Artinya, apabila seorang perempuan yang sudah menikah secara sah berzina lalu melahirkan anak dari hasil zinanya itu maka anak tersebut didahulukan dari ayah dan kakek (untuk menjadi wali nikah perempuan tersebut).  Sehingga jika perempuan itu berzina sebelum adanya akad nikah yang sah, maka anak yang terlahir tidak didahulukan dari ayah dan kakeknya.  Hanafiyyah dalam hal masalah ini sepakat dengan Malikiyyah bahwa yang paling berhak menjadi wali nikah seorang ibu adalah anaknya. Ibarotnya dalam kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah, Hlm: 52 اتفق الشافعية، والحنابلة على أن حق الأولياء غير المجبرين الأب، ثم الجد. وخالف المالكية فقالوا: إن أحقهم بالولاية الابن ولو من زنا، بمعنى أن المرأة إذا تزوجت بعقد صحيح صارت ثيباً، ثم زنت وجاءت بولد يكون مقدماً على الأب والجد. أما إذا زني بها قبل أن تتزوج بعقد صحيح وجاءت من هذا الزنا فإنه لا يقدم على الأب في هذه الحالة لأن الزنا عندهم لا يرفع البكارة فيكون الأب ولياً مجبراً، والكلام في غير المجبر، ووافقهم الحنفية على أن أحق الأولياء في النكاح الابن. وخالف الشافعية، والحنابلة فقالوا: إن أحق الأولياء الأب ثم الجد ولكن الحنابلة قالوا: إن الابن يلي الجد في الولاية. والشافعية قالوا: إنه لا ولاية للابن على أمه مطلقاً. Wallohu a'lam semoga bermanfaat  Oleh: Mang Saleh Simak konten selengkapnya di FB insyaallah upload tiap hari ketik saja @ Irwan Saleh
Bolehkah Seorang Anak Menjadi Wali Nikah Ibunya? Jawaban: Menurut Syafi‘iyyah, seorang anak laki-laki tidak mempunyai hak perwalian atas ibunya secara mutlak. Oleh karena itu, ia tidak dapat menjadi wali dalam pernikahan ibunya. Jika ia menjadi wali dalam akad tersebut, maka akad nikahnya tidak sah. Sedangkan menurut Hanabilah, anak laki-laki dapat menjadi wali nikah ibunya apabila wali yang lebih didahulukan, yaitu ayah dan kakek dari pihak ibu, tidak ada. Dengan demikian, selama ayah atau kakek si ibu masih ada dan memenuhi syarat perwalian, anak tidak didahulukan daripada mereka. Sementara Malikiyyah mengatakan; bahwasanya yang paling berhak menjadi wali nikah adalah anak walaupun anak tersebut merupakan hasil zina. Artinya, apabila seorang perempuan yang sudah menikah secara sah berzina lalu melahirkan anak dari hasil zinanya itu maka anak tersebut didahulukan dari ayah dan kakek (untuk menjadi wali nikah perempuan tersebut). Sehingga jika perempuan itu berzina sebelum adanya akad nikah yang sah, maka anak yang terlahir tidak didahulukan dari ayah dan kakeknya. Hanafiyyah dalam hal masalah ini sepakat dengan Malikiyyah bahwa yang paling berhak menjadi wali nikah seorang ibu adalah anaknya. Ibarotnya dalam kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah, Hlm: 52 اتفق الشافعية، والحنابلة على أن حق الأولياء غير المجبرين الأب، ثم الجد. وخالف المالكية فقالوا: إن أحقهم بالولاية الابن ولو من زنا، بمعنى أن المرأة إذا تزوجت بعقد صحيح صارت ثيباً، ثم زنت وجاءت بولد يكون مقدماً على الأب والجد. أما إذا زني بها قبل أن تتزوج بعقد صحيح وجاءت من هذا الزنا فإنه لا يقدم على الأب في هذه الحالة لأن الزنا عندهم لا يرفع البكارة فيكون الأب ولياً مجبراً، والكلام في غير المجبر، ووافقهم الحنفية على أن أحق الأولياء في النكاح الابن. وخالف الشافعية، والحنابلة فقالوا: إن أحق الأولياء الأب ثم الجد ولكن الحنابلة قالوا: إن الابن يلي الجد في الولاية. والشافعية قالوا: إنه لا ولاية للابن على أمه مطلقاً. Wallohu a'lam semoga bermanfaat Oleh: Mang Saleh Simak konten selengkapnya di FB insyaallah upload tiap hari ketik saja @ Irwan Saleh

About