@sglgm0: #asa #fyp

윤아
윤아
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 27 September 2026 12:36:20 GMT
30076
2194
10
293

Music

Download

Comments

aptxbon869
anh bảnh :
tui cần tấm này không chỉnh màu
2026-09-28 07:24:28
1
quinh_imy
Quinh Quinh :
cho tui xin ảnh đi sốp iu ơi
2026-09-28 00:06:15
0
user6666247681136
user6666247681136 :
2026-09-28 06:46:54
0
sinbad0405
Q :
2026-09-28 01:33:09
2
natayto0506
Ngọc Na 🏸🥇🥇 :
tôi k biết đây là ai. tôi chỉ háo sắc thôi
2026-09-28 01:21:05
8
tphu0405208
phú bá khí💀💀💀 :
đoạt mạng 3000
2026-09-28 01:50:02
1
biet.thedeonaoduoc
Chúng tôi đơn giản là Wibu 🔥 :
nếu tôi là trụ vương ngai vàng sẽ là của tô đát kỷ 😏
2026-09-28 07:16:50
0
To see more videos from user @sglgm0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Palembang Darussalam, Perjalanan Kesultanan 164 Tahun 📜 Kesultanan Palembang Darussalam berdiri pada 1659 dan berakhir sebagai pemerintahan berdaulat pada 1823, sehingga berlangsung sekitar 164 tahun. Pendiri kesultanan adalah Pangeran Ario Kesumo, yang kemudian bergelar Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam. 🏛️ Pada masa awal, pusat pemerintahan berada di Keraton Beringin Janggut, yang menjadi keraton awal Kesultanan Palembang Darussalam. Dalam perkembangan berikutnya, pusat kekuasaan berpindah ke Kuto Besak, keraton besar yang menjadi pusat pemerintahan kesultanan. 👑 Rangkaian penguasa Palembang Darussalam meliputi Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam, Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago, Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno, Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, Sultan Ahmad Najamuddin I Adi Kesumo, Sultan Muhammad Bahauddin, Sultan Mahmud Badaruddin II Raden Hasan, Sultan Ahmad Najamuddin II/Susuhunan Husin Dhiauddin, Sultan Ahmad Najamuddin III Pangeran Ratu, dan Sultan Ahmad Najamuddin IV Prabu Anom. 🕌 Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo dikenal antara lain karena pembangunan Masjid Agung Palembang yang dimulai pada 1738 serta prakarsa pembangunan Kuto Besak. Sementara Sultan Muhammad Bahauddin memerintah pada masa berkembangnya perdagangan, ilmu pengetahuan, dan sastra Islam di Palembang. ⚔️ Pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang menghadapi Inggris dan Belanda. Sultan kemudian ditangkap dan diasingkan ke Ternate pada 1821. Pada 1823, Belanda menghapus kekuasaan politik Kesultanan Palembang Darussalam. 🧩 Setelah 1823, Kesultanan Palembang Darussalam tidak lagi menjadi negara atau pemerintahan berdaulat, tetapi warisan sejarah, keturunan, dan budayanya tetap berlanjut dalam sejarah Palembang. Visual sebagian besar dibuat dengan AI. #PalembangDarussalam #KesultananPalembang #BeringinJanggut #KutoBesak #SultanPalembang
Palembang Darussalam, Perjalanan Kesultanan 164 Tahun 📜 Kesultanan Palembang Darussalam berdiri pada 1659 dan berakhir sebagai pemerintahan berdaulat pada 1823, sehingga berlangsung sekitar 164 tahun. Pendiri kesultanan adalah Pangeran Ario Kesumo, yang kemudian bergelar Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam. 🏛️ Pada masa awal, pusat pemerintahan berada di Keraton Beringin Janggut, yang menjadi keraton awal Kesultanan Palembang Darussalam. Dalam perkembangan berikutnya, pusat kekuasaan berpindah ke Kuto Besak, keraton besar yang menjadi pusat pemerintahan kesultanan. 👑 Rangkaian penguasa Palembang Darussalam meliputi Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayidul Imam, Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago, Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno, Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, Sultan Ahmad Najamuddin I Adi Kesumo, Sultan Muhammad Bahauddin, Sultan Mahmud Badaruddin II Raden Hasan, Sultan Ahmad Najamuddin II/Susuhunan Husin Dhiauddin, Sultan Ahmad Najamuddin III Pangeran Ratu, dan Sultan Ahmad Najamuddin IV Prabu Anom. 🕌 Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo dikenal antara lain karena pembangunan Masjid Agung Palembang yang dimulai pada 1738 serta prakarsa pembangunan Kuto Besak. Sementara Sultan Muhammad Bahauddin memerintah pada masa berkembangnya perdagangan, ilmu pengetahuan, dan sastra Islam di Palembang. ⚔️ Pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang menghadapi Inggris dan Belanda. Sultan kemudian ditangkap dan diasingkan ke Ternate pada 1821. Pada 1823, Belanda menghapus kekuasaan politik Kesultanan Palembang Darussalam. 🧩 Setelah 1823, Kesultanan Palembang Darussalam tidak lagi menjadi negara atau pemerintahan berdaulat, tetapi warisan sejarah, keturunan, dan budayanya tetap berlanjut dalam sejarah Palembang. Visual sebagian besar dibuat dengan AI. #PalembangDarussalam #KesultananPalembang #BeringinJanggut #KutoBesak #SultanPalembang

About