@menepi.padanya: QS. Al-An’am: 162 Pernah nggak kamu capek karena terlalu mikirin apa yang orang lain pikirkan tentang kamu? Takut dibilang nggak cukup baik. Takut mengecewakan orang. Takut nggak sesuai ekspektasi. Takut kalau pilihanmu dianggap salah. Sampai akhirnya, tanpa sadar, kamu menjalani banyak hal bukan karena memang itu yang kamu yakini, tapi karena ingin diterima oleh manusia. Lalu Allah berfirman: "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah...” Ayat ini menunjukkan bahwa penghambaan kepada Allah bukan hanya dilakukan ketika kita sedang salat atau beribadah secara khusus. Hidup kita pun diarahkan untuk Allah. Artinya, tujuan seorang mukmin bukan sekadar menjalani hidup dan mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi menjadikan Allah sebagai tujuan dari hidupnya. Maka belajar, bekerja, mencari rezeki, membantu orang lain, mengejar cita-cita—semuanya tetap boleh dilakukan. Namun kita tidak menjadikan pujian manusia, pencapaian, atau keinginan pribadi sebagai tujuan tertinggi. Yang menjadi tujuan akhirnya adalah ridha Allah. Dan ini mungkin sulit. Karena manusia senang dipuji. Senang dianggap berhasil. Senang ketika orang lain mengakui dirinya. Kita bisa saja berbuat sesuatu yang baik, tapi diam-diam masih berharap orang melihatnya. Kita bisa saja mengejar sebuah pencapaian, lalu merasa nilai diri kita bergantung pada apakah kita berhasil mendapatkannya atau tidak. Ayat ini mengajak kita untuk berhenti dan bertanya: “Aku melakukan semua ini sebenarnya untuk siapa?” Kalau kita berhasil, apakah kita tetap ingat Allah? Kalau kita gagal, apakah kita tetap percaya kepada Allah? Kalau tidak ada yang memuji, apakah kita masih mau melakukan kebaikan? Karena ketika hidup benar-benar diarahkan kepada Allah, penilaian manusia tidak lagi menjadi penentu utama dari nilai dirimu. Kamu tetap boleh punya mimpi. Tetap boleh ingin sukses. Tetap boleh mengejar sesuatu yang kamu inginkan. Tapi jangan sampai dalam mengejar semua itu, kamu kehilangan arah. Jangan sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, tetapi kehilangan tujuan hidupmu. Jadi, mungkin sesekali kita memang perlu berhenti dari ramainya dunia dan bertanya kepada diri sendiri: “Apa yang sedang aku kejar, dan ke mana semua ini membawaku?” Karena pada akhirnya, kita bukan hanya akan ditanya tentang apa yang berhasil kita dapatkan. Tetapi tentang untuk siapa kita menjalani hidup ini. Dan ketika jawabannya adalah Allah, semoga setiap langkah, sebesar apa pun atau sekecil apa pun, tetap punya arah yang sama, yaitu mendekat kepada-Nya dan mencari ridha-Nya. 🤍

Menepi Pada-Nya
Menepi Pada-Nya
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 27 September 2026 17:16:32 GMT
2295
276
1
7

Music

Download

Comments

muntu.aliala
Muntu Aliala :
aduhhhhh Al-Qur'an jgn di coret coret, di edit kan bisa di kasi garis lurus..
2026-09-28 03:29:48
0
To see more videos from user @menepi.padanya, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About