@aab7o: #صلاله #مسقط #اكسبلورexplore

سهير الليل
سهير الليل
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 27 September 2026 22:29:29 GMT
3567
102
7
47

Music

Download

Comments

j.9l7
ج ج |ᥫ᭡JAAFAR. :
ويقول انا والهوئ والمشاطين نتقاسم الليل لم طلوع البيح والصبح يشرق بنووره لاسمح العشقه حرمتني المنام
2026-09-28 04:55:02
0
ny_tn300
نيوتن المعاري 𓃵 :
ياطير يابو جناحين شل الرساله وفي قلب خلي برح وان شي صدف في بحوره قله رحم عاشق في محبتك هام
2026-09-29 16:42:58
0
am33ri7
👑 سمووو الأمير 👑 :
فتح التنزيل
2026-09-29 07:24:51
0
al_huzili
محمد عمر :
نعم نعم
2026-09-29 06:39:47
0
j.9l7
ج ج |ᥫ᭡JAAFAR. :
ي سلااااااام انشهد انك ذوووواق هذا فن مشقاصي حمومي خاص باهل شرق حضرموت
2026-09-28 04:51:23
0
_omr_95
عمر العكبري 🇴🇲 🇾🇪 :
🔥🔥🔥
2026-09-29 04:32:21
0
To see more videos from user @aab7o, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dekranasda Kota Bima Bawa Tenun Masrais Motif Kapikeu ke Panggung Nasional.  JAKARTA - Tenun Masrais motif Kapikeu asal Bima tampil di panggung nasional melalui ajang Pameran Nasional Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 26–30 September 2026.  Keikutsertaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk kriya dan wastra khas Bima hingga tingkat nasional dan pasar global. Dalam Kriyanusa 2026, Dekranasda Kota Bima memamerkan berbagai produk unggulan perajin lokal, mulai dari kain tenun khas Bima, busana berbahan tenun, hingga beragam produk kerajinan tangan. Salah satu perhatian utama ditunjukkan melalui penampilan Ketua Dekranasda Kota Bima, Hj. Badrah Ekawati A. Rahman, SE, S.Tr.Keb, dalam parade busana atau fashion show Kriyanusa 2026. Hj. Badrah tampil mengenakan busana berbahan Tenunan Masrais motif Kapikeu, sekaligus membawa kekayaan motif dan tradisi tenun Bima ke panggung nasional. “Keikutsertaan kita di Kriyanusa bukan hanya untuk memamerkan produk, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Bima melalui karya para perajin. Tenunan Masrais dengan motif Kapikeu merupakan bagian dari kekayaan wastra yang harus terus kita jaga, kembangkan dan dorong agar semakin dikenal luas,” ujar Hj. Badrah. Menurut Umi Badrah sapaannya, momentum Kriyanusa menjadi ruang penting bagi para pelaku kriya daerah untuk membangun jejaring, memperkenalkan kualitas produk, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. “Kami berharap kehadiran Dekranasda Kota Bima di Kriyanusa dapat membuka peluang kerja sama dan pasar baru bagi para perajin. Produk lokal harus memiliki nilai tambah, kemasan yang baik dan mampu bersaing, tanpa kehilangan karakter budaya Bima,” katanya. Kehadiran budaya Bima juga semakin kuat dalam Kriyanusa 2026 melalui Paviliun Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengangkat Uma Lengge, rumah adat khas Bima, sebagai ikon utama pada bagian depan paviliun. Selain pameran dan fashion show, Dekranasda Kota Bima juga mengikuti berbagai agenda pendukung, seperti workshop dan talkshow. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari misi budaya sekaligus misi dagang untuk memperluas jejaring dan jangkauan pemasaran produk perajin daerah. Hj. Badrah menegaskan, promosi produk kerajinan tidak cukup hanya berhenti pada kegiatan pameran. “Kita ingin produk perajin Kota Bima tidak hanya dikenal di daerah atau nasional, tetapi secara bertahap mampu menembus pasar yang lebih luas. Karena itu, kualitas produk, inovasi, desain, kemasan dan kemampuan mengikuti perkembangan pasar harus terus ditingkatkan,” ujarnya. Melalui Kriyanusa 2026, Dekranasda Kota Bima berharap semakin banyak produk perajin lokal mendapat perhatian pasar sekaligus mendorong keberlanjutan usaha ekonomi kreatif berbasis budaya di Kota Bima.(RED) #viral #kotabima #dekranasda #fyp
Dekranasda Kota Bima Bawa Tenun Masrais Motif Kapikeu ke Panggung Nasional. JAKARTA - Tenun Masrais motif Kapikeu asal Bima tampil di panggung nasional melalui ajang Pameran Nasional Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 26–30 September 2026.  Keikutsertaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk kriya dan wastra khas Bima hingga tingkat nasional dan pasar global. Dalam Kriyanusa 2026, Dekranasda Kota Bima memamerkan berbagai produk unggulan perajin lokal, mulai dari kain tenun khas Bima, busana berbahan tenun, hingga beragam produk kerajinan tangan. Salah satu perhatian utama ditunjukkan melalui penampilan Ketua Dekranasda Kota Bima, Hj. Badrah Ekawati A. Rahman, SE, S.Tr.Keb, dalam parade busana atau fashion show Kriyanusa 2026. Hj. Badrah tampil mengenakan busana berbahan Tenunan Masrais motif Kapikeu, sekaligus membawa kekayaan motif dan tradisi tenun Bima ke panggung nasional. “Keikutsertaan kita di Kriyanusa bukan hanya untuk memamerkan produk, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Bima melalui karya para perajin. Tenunan Masrais dengan motif Kapikeu merupakan bagian dari kekayaan wastra yang harus terus kita jaga, kembangkan dan dorong agar semakin dikenal luas,” ujar Hj. Badrah. Menurut Umi Badrah sapaannya, momentum Kriyanusa menjadi ruang penting bagi para pelaku kriya daerah untuk membangun jejaring, memperkenalkan kualitas produk, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. “Kami berharap kehadiran Dekranasda Kota Bima di Kriyanusa dapat membuka peluang kerja sama dan pasar baru bagi para perajin. Produk lokal harus memiliki nilai tambah, kemasan yang baik dan mampu bersaing, tanpa kehilangan karakter budaya Bima,” katanya. Kehadiran budaya Bima juga semakin kuat dalam Kriyanusa 2026 melalui Paviliun Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengangkat Uma Lengge, rumah adat khas Bima, sebagai ikon utama pada bagian depan paviliun. Selain pameran dan fashion show, Dekranasda Kota Bima juga mengikuti berbagai agenda pendukung, seperti workshop dan talkshow. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari misi budaya sekaligus misi dagang untuk memperluas jejaring dan jangkauan pemasaran produk perajin daerah. Hj. Badrah menegaskan, promosi produk kerajinan tidak cukup hanya berhenti pada kegiatan pameran. “Kita ingin produk perajin Kota Bima tidak hanya dikenal di daerah atau nasional, tetapi secara bertahap mampu menembus pasar yang lebih luas. Karena itu, kualitas produk, inovasi, desain, kemasan dan kemampuan mengikuti perkembangan pasar harus terus ditingkatkan,” ujarnya. Melalui Kriyanusa 2026, Dekranasda Kota Bima berharap semakin banyak produk perajin lokal mendapat perhatian pasar sekaligus mendorong keberlanjutan usaha ekonomi kreatif berbasis budaya di Kota Bima.(RED) #viral #kotabima #dekranasda #fyp

About