Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@secret_acc12594: #fypシ #viralvideo #relatable #sad #blowthisup
lol
Open In TikTok:
Region: US
Monday 28 September 2026 02:01:22 GMT
1818
381
2
17
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
eemm_y :
2026-09-28 03:44:15
1
𝜗𝜚 :
2026-09-28 03:33:29
1
To see more videos from user @secret_acc12594, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#بنسليمان_بوزنيقة_محمدية #casablanca #المحمدية__المغرب🇲🇦جوطية #casa #casa
#CapCut #ypfッ #debloquemesvue🥲🙏🏽 #vue
How to become an editor #viral #waymedia #fyp
Maraknya pemain keturunan dan naturalisasi di Piala ASEAN FIFA 2026 memicu perdebatan mengenai identitas tim nasional serta keberlanjutan pembinaan pemain lokal di Asia Tenggara. Pakar sepak bola Malaysia Ajitpal Singh menilai ketergantungan pada pemain dari luar negeri berisiko melemahkan ikatan emosional suporter dengan tim nasional sekaligus menghambat pengembangan talenta domestik. Dalam turnamen yang berlangsung di Indonesia tersebut, Filipina memiliki 19 pemain keturunan, disusul Indonesia dengan 18 pemain, Malaysia sembilan pemain, Vietnam lima pemain, serta Singapura dan Thailand masing-masing tiga pemain. Sementara itu, untuk pemain naturalisasi tanpa hubungan leluhur dengan negara yang dibelanya, Vietnam dan Malaysia masing-masing menggunakan tiga pemain, sedangkan Singapura memiliki dua pemain. Dalam kolomnya di The New Straits Times, Singh menggambarkan sejumlah tim nasional Asia Tenggara menyerupai tim “Perserikatan Bangsa-Bangsa” karena keragaman latar belakang pemainnya. Ia bahkan menyebut Indonesia seperti “tim B Belanda” karena seluruh 18 pemain keturunannya berasal dari negara tersebut. Singh membandingkan kondisi itu dengan Prancis yang memiliki banyak pemain berdarah Afrika, tetapi didukung sistem sepak bola domestik yang besar dan sejarah imigrasi panjang. Menurut dia, sejumlah negara ASEAN justru mencari pemain dari luar negeri karena pembinaan lokal belum menghasilkan cukup banyak pemain berkualitas. “Persoalannya adalah apakah naturalisasi menjadi bagian dari ekosistem sepak bola atau justru menggantikannya,” tulis Singh, dilansir VnExpress. Ia juga menyoroti ikatan emosional suporter dengan tim nasional yang berkaitan dengan tempat, bahasa, budaya, dan identitas. Meski pemain naturalisasi dapat menjadi bagian dari masyarakat yang dibelanya, komposisi tim yang semakin beragam dinilai berpotensi memengaruhi persepsi pendukung. Di Malaysia, sejumlah pemain naturalisasi tanpa hubungan leluhur dengan negara itu antara lain Mohamadou Sumareh dari Gambia, Paulo Josue dan Endrick dari Brasil, Manuel Hidalgo dan Sergio Aguero dari Argentina, serta Romel Morales dari Kolombia. Singh mengakui kontribusi Bergson da Silva yang mencetak empat gol selama turnamen. Namun, ia menilai kehadiran penyerang kelahiran 1991 itu dalam seragam Harimau Malaya masih terasa janggal bagi sebagian pengamat. Bergson telah memperkuat Johor Darul Ta’zim sejak 2021 dengan lebih dari 200 penampilan. Perdebatan juga mencuat di parlemen Malaysia. Anggota parlemen Azli Yusof memperingatkan risiko ketergantungan berlebihan pada pemain naturalisasi. Sementara itu, RSN Rayer mempertanyakan jalur pembinaan pemain lokal dengan menyinggung legenda sepak bola Malaysia, seperti Datuk Mokhtar Dahari, Datuk Soh Chin Ann, dan Datuk Arumugam. Kontroversi bertambah setelah tujuh pemain naturalisasi dituduh melakukan kecurangan terkait kelayakan bermain pada putaran akhir kualifikasi Piala Asia 2027. #fyp #malaysia #naturalisasi #asean #timnasindonesia
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy