@momvker027: Dg boy yii 🥹😎 || Erling Haaland tiktok Senegal || Le meilleur de sa génération #erling #haaland #CityTasteTest #senegalaise_tik_tok #foryou

￴ ￴￴￴￴￴￴  ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴￴￴￴￴￴
￴ ￴￴￴￴￴￴  ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴￴￴￴￴￴
Open In TikTok:
Region: SN
Monday 28 September 2026 20:06:38 GMT
2338
360
8
2

Music

Download

Comments

bibihalandcherki2
BIBI HALLAND🩵🤍🩵🤍 :
mako gueune beugueu adouna 🥰
2026-09-28 23:55:47
0
mama123456789732
mama123456789 :
2026-09-29 00:31:37
0
cheikhboupro
cheikh wade seul2️⃣1️⃣5️⃣✅️💔 :
[Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant]
2026-09-28 20:22:38
1
amadoucly1035
Amadou Cly :
🥰🥰🥰
2026-09-28 21:00:13
1
zam.balde.82
FERMIN 82 :
🥰🥰🥰
2026-09-29 00:14:55
0
sylla.ndoumbe7
ndiagasyLLa :
❤️❤️❤️
2026-09-28 20:27:32
1
baba.guall7
baba guallé :
🥰🥰🥰
2026-09-28 22:22:01
0
mouhamedieng12
dieng city zen 🩵🤍 :
🤍🤍🤍🤍🩵🩵🩵
2026-09-28 21:33:05
2
To see more videos from user @momvker027, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

RAKAI PIKATAN DAN PRAMODAWARDHANI Kisah cinta Rakai Pikatan dan Pramodawardhani adalah salah satu romansa paling ikonik dalam sejarah Nusantara. Bukan sekadar soal perasaan, cinta mereka adalah simbol kerukunan agama, akulturasi dan politik di Jawa pada abad ke-9. Pada masa itu, di daerah Jawa Tengah terbelah oleh dua kekuatan besar yaitu Wangsa Sanjaya (Beragama Hindu Siwa, berkuasa di bagian utara), dan Wangsa Syailendra (Beragama Buddha Mahayana, berkuasa di bagian selatan). Rakai Pikatan, seorang pangeran dari Wangsa Sanjaya, meminang Pramodawardhani, putri mahkota dari Wangsa Syailendra (anak dari Raja Samaratungga). Pernikahan ini awalnya dipandang sebagai langkah diplomasi untuk mengakhiri persaingan panjang antar dinasti. Meskipun berbeda keyakinan, keduanya hidup dalam harmoni yang luar biasa. Pramodawardhani dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan toleran. Dukungan Rakai Pikatan terhadap istrinya dibuktikan dengan keterlibatannya dalam penyelesaian pembangunan Candi Borobudur, sebuah monumen Buddha yang megah. Sebaliknya, Pramodawardhani juga mendukung suaminya dalam membangun kompleks Candi Prambanan sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewa Siwa. Keharmonisan mereka menciptakan era keemasan di mana rakyat Hindu dan Buddha hidup berdampingan dengan damai. Kisah cinta mereka tidak lepas dari cobaan. Adik (atau menurut beberapa teori, kerabat dekat) Pramodawardhani yang bernama Balaputradewa merasa lebih berhak atas tahta Syailendra. Muncul perselisihan internal yang berujung pada peperangan. Rakai Pikatan akhirnya berhasil memenangkan konflik tersebut, yang mengakibatkan Balaputradewa menyingkir ke Sumatra dan menjadi raja di Sriwijaya. Kemenangan ini mengukuhkan Rakai Pikatan sebagai penguasa tunggal yang menyatukan kedua wangsa di bawah bendera Kerajaan Mataram Kuno. Kisah Rakai Pikatan dan Pramodawardhani mengajarkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi persatuan. Candi Plaosan berdiri hingga hari ini sebagai bukti fisik bahwa kisah mereka adalah bukti bahwa
RAKAI PIKATAN DAN PRAMODAWARDHANI Kisah cinta Rakai Pikatan dan Pramodawardhani adalah salah satu romansa paling ikonik dalam sejarah Nusantara. Bukan sekadar soal perasaan, cinta mereka adalah simbol kerukunan agama, akulturasi dan politik di Jawa pada abad ke-9. Pada masa itu, di daerah Jawa Tengah terbelah oleh dua kekuatan besar yaitu Wangsa Sanjaya (Beragama Hindu Siwa, berkuasa di bagian utara), dan Wangsa Syailendra (Beragama Buddha Mahayana, berkuasa di bagian selatan). Rakai Pikatan, seorang pangeran dari Wangsa Sanjaya, meminang Pramodawardhani, putri mahkota dari Wangsa Syailendra (anak dari Raja Samaratungga). Pernikahan ini awalnya dipandang sebagai langkah diplomasi untuk mengakhiri persaingan panjang antar dinasti. Meskipun berbeda keyakinan, keduanya hidup dalam harmoni yang luar biasa. Pramodawardhani dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan toleran. Dukungan Rakai Pikatan terhadap istrinya dibuktikan dengan keterlibatannya dalam penyelesaian pembangunan Candi Borobudur, sebuah monumen Buddha yang megah. Sebaliknya, Pramodawardhani juga mendukung suaminya dalam membangun kompleks Candi Prambanan sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewa Siwa. Keharmonisan mereka menciptakan era keemasan di mana rakyat Hindu dan Buddha hidup berdampingan dengan damai. Kisah cinta mereka tidak lepas dari cobaan. Adik (atau menurut beberapa teori, kerabat dekat) Pramodawardhani yang bernama Balaputradewa merasa lebih berhak atas tahta Syailendra. Muncul perselisihan internal yang berujung pada peperangan. Rakai Pikatan akhirnya berhasil memenangkan konflik tersebut, yang mengakibatkan Balaputradewa menyingkir ke Sumatra dan menjadi raja di Sriwijaya. Kemenangan ini mengukuhkan Rakai Pikatan sebagai penguasa tunggal yang menyatukan kedua wangsa di bawah bendera Kerajaan Mataram Kuno. Kisah Rakai Pikatan dan Pramodawardhani mengajarkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi persatuan. Candi Plaosan berdiri hingga hari ini sebagai bukti fisik bahwa kisah mereka adalah bukti bahwa "Bhinneka Tunggal Ika" sudah dipraktikkan jauh sebelum istilah tersebut lahir secara resmi di era Majapahit. #art #jawapride #artist #History #illustration

About