@bellezaemprende.jabones: #Jabones #Jabones #cosmetology #bellezalatina #emprendimiento

Belleza Emprendedora | Jabones
Belleza Emprendedora | Jabones
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 29 September 2026 04:29:46 GMT
191
5
1
0

Music

Download

Comments

bellezaemprende.jabones
Belleza Emprendedora | Jabones :
Quiero aprender
2026-09-29 04:30:45
0
To see more videos from user @bellezaemprende.jabones, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda menyoroti skema pensiun aparatur sipil negara (ASN) yang dinilainya perlu dievaluasi dalam pembahasan revisi Undang-Undang ASN. Menurut dia, aturan pensiun saat ini berpotensi menimbulkan beban fiskal yang besar.   Hal itu disampaikan Rifqinizamy dalam rapat kerja Komisi II DPR bersama Menteri PANRB Rini Widyantini di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (15/7). Rifqi menggambarkan salah satu contoh penerima pensiun ASN yang dinilai perlu menjadi perhatian adalah seorang pensiunan PNS yang menikah lagi pada usia lanjut. “Umur 80 tahun tiba-tiba, naudzubillah, istrinya meninggal Pak. Istrinya meninggal, contoh nih, contoh,” ujar dia.   “Lalu karena istrinya meninggal dia menikah lagi dengan perempuan usia 25 tahun. Lima tahun berikutnya, usia 85 beliau meninggal. Sebagai Pegawai Negeri Sipil kan beliau pensiunan Pegawai Negeri Sipil. Yang (istri usia) 25 tahun tadi itu punya anak, anaknya 4 tahun. Karena lima tahun nikah kan,” tambahnya.   Menurut Rifqi, dalam ilustrasi tersebut, istri baru pensiunan ASN tetap berhak menerima uang pensiun hingga meninggal dunia, sementara anaknya juga memperoleh hak pensiun sampai usia dewasa. Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan RUU ASN. Menurutnya, skema kesejahteraan ASN harus diimbangi dengan peningkatan efektivitas kinerja selama masa pengabdian.   📸: Dok. kumparan/Luthfi, YouTube TVR Parlemen.   Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.   📝: newsupdate | update | news | svt | R158 | E164   #bicarafaktalewatberita #kumparan
Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda menyoroti skema pensiun aparatur sipil negara (ASN) yang dinilainya perlu dievaluasi dalam pembahasan revisi Undang-Undang ASN. Menurut dia, aturan pensiun saat ini berpotensi menimbulkan beban fiskal yang besar.   Hal itu disampaikan Rifqinizamy dalam rapat kerja Komisi II DPR bersama Menteri PANRB Rini Widyantini di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (15/7). Rifqi menggambarkan salah satu contoh penerima pensiun ASN yang dinilai perlu menjadi perhatian adalah seorang pensiunan PNS yang menikah lagi pada usia lanjut. “Umur 80 tahun tiba-tiba, naudzubillah, istrinya meninggal Pak. Istrinya meninggal, contoh nih, contoh,” ujar dia.   “Lalu karena istrinya meninggal dia menikah lagi dengan perempuan usia 25 tahun. Lima tahun berikutnya, usia 85 beliau meninggal. Sebagai Pegawai Negeri Sipil kan beliau pensiunan Pegawai Negeri Sipil. Yang (istri usia) 25 tahun tadi itu punya anak, anaknya 4 tahun. Karena lima tahun nikah kan,” tambahnya.   Menurut Rifqi, dalam ilustrasi tersebut, istri baru pensiunan ASN tetap berhak menerima uang pensiun hingga meninggal dunia, sementara anaknya juga memperoleh hak pensiun sampai usia dewasa. Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan RUU ASN. Menurutnya, skema kesejahteraan ASN harus diimbangi dengan peningkatan efektivitas kinerja selama masa pengabdian.   📸: Dok. kumparan/Luthfi, YouTube TVR Parlemen.   Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.   📝: newsupdate | update | news | svt | R158 | E164   #bicarafaktalewatberita #kumparan

About