@swiftsinn_: 🎬 : “Dimana Kita Menjaga Lisan” 🗣️✨ Lewat drama ini, kami belajar bahwa menjaga lisan itu penting. Bukan cuma dalam berbicara langsung, tapi juga saat menggunakan media sosial. Jangan ghibah, jangan fitnah, jangan menyebarkan berita yang belum jelas, dan jangan menyakiti orang lain lewat ucapan. 🤍 “Kalau nggak bisa berkata baik, lebih baik diam.” 📚 Tugas PAI – Menjaga Lisan 👥 Cast: Okta, Lia, Mariyam, Sinthia, Firli | kelompok 3 ib: @intellegence_43 #dramapai #jagalisan #TugasPAI #menjagaucapan capan

— Stəvìöraa☆ˎˊ˗
— Stəvìöraa☆ˎˊ˗
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 29 September 2026 06:42:22 GMT
127963
6166
25
1454

Music

Download

Comments

fakhiraa.shakilaaa
⊹ ࣪ ˖sh𝓐k!lα 🏊🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🍭 :
KAKK CARAA EDIT NYAA PLSS BUTUH BNGT INII
2026-10-08 11:06:23
143
fanypakey_
𝓕. :
spil font'nya pls ka, butuh bgt. .
2026-10-22 13:12:48
15
usernamerr582
ayy :
kak ini ada ga tempelat nya di capcutt??
2026-10-17 03:22:03
7
esokbahterra
Mess :
bikin tutor cara edit nya ka
2026-10-12 05:30:18
9
aqrellintlhaa
𝓉𝒽𝒶 𓈒𓏸 :
ngeditnya pake apk apa kak?
2026-10-12 03:59:16
2
s4sa_oo
ₛₐₛₐₚₑₘᵦₐᵢₖ🦩 :
oh bener
2026-09-29 08:13:36
2
gavries_
nainai :
info sound sound nya kak
2026-10-16 04:07:33
2
syy._mut6
YasAjah. :
aih Sintia diomongin
2026-09-29 16:02:49
1
fauziahnisaa5
⋆˚࿔ 𝐩𝐚𝐮𝐩𝐚𝐮 𝜗𝜚˚⋆ :
KEREN 🫣🌟
2026-09-29 15:53:29
1
sucisukamieayam
cacamaricahey’’ :
cara buat suara awal nya gimana
2026-10-15 07:23:11
0
illa.jasa.edit3
illa editor🩷 :
halowww, buat yang gabisa/mager ngedit. bisa pake jasa aku yaaaa!
2026-11-02 06:13:11
0
swottzrell
Lalaism :
keren😆 inspo dari @intellegence_43 kahh
2026-10-13 06:19:33
5
nopitasukaembege
nopita dipanggil nengok :
@JLa.yYa💞 ini yg gw mahsud ja
2026-11-02 13:15:48
2
berebaekxd
Bere :
@eL
2026-09-29 10:29:30
1
whisror
Whis`` :
inspirasi dari @intellegence_43 kah??
2026-10-16 04:11:49
0
trianiiuyy
nktpdyy :
😳
2026-10-27 00:27:35
0
dimsummentaikeju1
aya :
@v3A
2026-10-28 04:18:35
0
To see more videos from user @swiftsinn_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ratusan nelayan tradisional di Kabupaten Pati terpaksa gigit jari. Pasalnya, aktivitas mencari ikan di perairan terpaksa lumpuh total setelah permukaan Sungai Juwana tertutup lautan eceng gondok dan tumpukan sampah tebal, Senin (2/11/2026). Pantauan langsung di lokasi pada Senin siang, kawasan sekitar Jembatan Lama Juwana tampak hijau oleh hamparan gulma air tersebut.  Sejumlah perahu milik warga terlihat tak berkutik, terjebak dan terkurung di tepi sungai akibat pekatnya rimbunan eceng gondok yang membentang hingga sejauh dua kilometer dari arah Desa Bajomulyo. Juru Bicara Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan), Ari Subekti, menjelaskan fenomena membeludaknya eceng gondok ini sebenarnya merupakan siklus tahunan seiring datangnya musim hujan. Tanaman liar tersebut hanyut terbawa arus dari kawasan hulu. Kendati demikian, persoalan akut ini kian memperparah nasib nelayan lantaran keberadaan Bendung Karet Sungai Juana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan.
Ratusan nelayan tradisional di Kabupaten Pati terpaksa gigit jari. Pasalnya, aktivitas mencari ikan di perairan terpaksa lumpuh total setelah permukaan Sungai Juwana tertutup lautan eceng gondok dan tumpukan sampah tebal, Senin (2/11/2026). Pantauan langsung di lokasi pada Senin siang, kawasan sekitar Jembatan Lama Juwana tampak hijau oleh hamparan gulma air tersebut. Sejumlah perahu milik warga terlihat tak berkutik, terjebak dan terkurung di tepi sungai akibat pekatnya rimbunan eceng gondok yang membentang hingga sejauh dua kilometer dari arah Desa Bajomulyo. Juru Bicara Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan), Ari Subekti, menjelaskan fenomena membeludaknya eceng gondok ini sebenarnya merupakan siklus tahunan seiring datangnya musim hujan. Tanaman liar tersebut hanyut terbawa arus dari kawasan hulu. Kendati demikian, persoalan akut ini kian memperparah nasib nelayan lantaran keberadaan Bendung Karet Sungai Juana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan. "Ketika menumpuk di bendung karet, lalu tiba-tiba dibuka tanpa ada pemberitahuan, nelayan menjadi kacau. Perahu yang telanjur ke laut tidak bisa pulang, dan hari-hari berikutnya nelayan tidak bisa melaut karena sungai tertutup total," ungkap Ari, Senin (2/11/2026). Menurutnya, pihak terkait semestinya bisa menerapkan langkah mitigasi yang lebih ramah bagi nelayan, seperti menginformasikan jadwal pembukaan bendung secara transparan serta tidak membuka pintu air secara langsung dalam kapasitas penuh. "Secara teknis, bendung karet juga perlu dilengkapi alat berat agar eceng gondok dan sampah bisa diangkat ke darat, bukan justru digelontorkan sekaligus ke arah hilir," tambahnya. Dampak lumpuhnya aktivitas ini langsung menghantam dapur para nelayan. Ari menyebut, seorang nelayan tradisional di Juwana rata-rata kehilangan potensi pendapatan bersih sekitar Rp300 ribu per hari. Dengan estimasi sekitar 400 perahu yang terdampak selama empat hari terakhir, kerugian ekonomi yang ditimbulkan ditaksir mencapai angka fantastis. Berita selengkapnya di jateng.disway.id #pati24jam #diswayjateng

About