@nana.kwame.opoku84:

Nana Kwame Opoku Kabila
Nana Kwame Opoku Kabila
Open In TikTok:
Region: GH
Tuesday 29 September 2026 10:29:08 GMT
2786
407
38
1

Music

Download

Comments

ebenezer87709
Eben 🇬🇭 🇯🇵🇺🇸 :
Senior long time
2026-10-01 23:16:55
1
kojo_salty
Kojo_Salty🫶🏾 :
God is the Greatest 👍🏼👍🏼
2026-10-01 19:01:26
2
oliveara6
Twist6 :
guy guy man
2026-09-29 11:14:34
1
adjoa_serwaa56
Adjoa_Serwaa💃Pomaah56 :
abotr3 y3 ampa 🥰
2026-09-29 15:19:56
1
kingsleyaboagye11
King :
Captain smart ❤️❤️❤️
2026-10-15 21:10:52
0
victoriaampah82
Victoria Ampah :
please my money is not coming 🙏
2026-10-04 13:59:33
1
kaylow4u
ShAdRaCh FrImPoNg(KaYlOw) :
General General
2026-09-30 21:05:57
1
sugar8753
SUGAR❤️🇬🇭🇦🇪🇦🇪 :
Congratulations my bosss 🍾🍾🍾🍾🍾
2026-10-03 20:00:22
1
abudubismark
abudubismark :
Congratulations Kwame
2026-10-02 01:11:37
1
sx_asher
JOSE :
Kwame
2026-10-13 08:56:07
1
user6744113530426
KENZY 🥂✨ :
all correct sar 🫡, bravo.
2026-10-11 05:37:30
1
dzb.max2
DZB MAX :
Hi bro, greetings from Freetown
2026-10-01 21:09:42
1
daakyihene.owusuaf
DAAKYIHENE OWUSU-AFRIYIE :
the great kabila
2026-10-03 14:51:30
1
breakthrough.manga
BREAKTHROUGH MANGADEM :
General kabilla .🥰🥰🥰
2026-10-02 07:44:49
1
nenekofidemigod77
🔥Anointed ORACLE🫳🏽🔥NENE :
Chairman
2026-10-01 17:22:28
1
michellemensah71
Obidombie Akosua Michy❤️🔐💋 :
Hehe no comment
2026-09-30 04:44:52
0
robertyeboah622
Robert Yeboah :
looking good man 🌹
2026-10-01 10:56:56
1
akua.teddy4
Akua Teddy :
Hm
2026-09-29 11:14:09
0
elorm585
Elorm :
Atsiketor
2026-10-03 22:38:29
1
micheal.dbee
Micheal Dbee :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
2026-10-01 09:11:09
1
michaelcentage
michaelcentage :
❤️❤️❤️❤️❤️
2026-09-30 01:31:25
1
king.jaguar7
KING JAGUAR :
❤️❤️❤️
2026-09-29 11:25:56
1
ohemaa.mercy63
Ohemaa Mercy :
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
2026-09-29 17:08:16
1
mabelamahayford
mabelamahayford :
🥰🥰🥰
2026-09-29 17:21:53
1
barbrah119
BARBRAH@1 :
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
2026-09-29 10:58:17
1
To see more videos from user @nana.kwame.opoku84, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Sudah beberapa bulan kamu berpacaran dengan Jake. Kamu yang lebih dulu menyukainya. Kamu juga yang lebih dulu menyatakan perasaan. Sementara Jake? Sejak awal, dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda tertarik padamu. Bahkan ketika kamu confess, Jake menolak. Sampai teman-temannya ikut mendorong Jake untuk memberimu kesempatan, melihat kamu yang benar-benar menyukainya. Jake akhirnya menyerah. “Yaudah.” Hanya itu jawabannya. Dan ketika salah satu temannya bertanya kenapa dia tiba-tiba menerima, Jake menjawab santai,  “Kasihan.” Teman-temanmu juga tahu. Itulah alasan mereka sering mengkhawatirkanmu. Mereka takut kamu terlalu berharap, sementara Jake mungkin tidak akan pernah memiliki perasaan yang sama. Namun bukannya mundur, kamu malah semakin tertarik. Wajahnya datar, jawabannya singkat, dan kesabarannya pendek. Maka kamu penasaran seberapa jauh kamu bisa mengusik ketenangannya. Kamu mulai sering menggodanya—duduk dekat, mengambil minumannya, mengganggunya saat fokus, sampai sesekali menyender di bahunya hanya untuk melihat reaksinya. Awalnya dia selalu mengeluh. “Geser.” “Kenapa?” “Ganggu.” “Tapi aku pacarmu.”  “Terus?” Kamu malah semakin menempel. Jake menghela napas panjang, tetapi tidak pernah benar-benar menyuruhmu pergi. Itulah yang membuatmu terus melakukannya. Kamu mulai membuat dirinya terbiasa dengan keberadaanmu. Awalnya Jake selalu terlihat malas menanggapi. Namun lama-kelamaan, dia mulai ikut terbawa. Dia mulai tahu makanan yang kamu suka. Mulai hafal kebiasaanmu. Mulai otomatis mencarimu ketika kalian berada di tempat yang sama. Dan yang paling mengejutkan, suatu hari ketika kamu tidak menghubunginya sama sekali, justru Jake yang lebih dulu mencarimu.  “Kamu ke mana?” “Tumben nanya.”  “Nanya doang.” “Kirain kangen.” “Geer.” Kamu sengaja tidak membalas. Beberapa menit kemudian, pesan kedua muncul. “Besok masuk?” Senyummu semakin lebar. Kamu tahu dia mulai terbiasa. Dia mulai memperhatikan hal-hal kecil yang sebelumnya tidak pernah dia pedulikan. Termasuk ketika kamu terlalu dekat dengan laki-laki lain. Suatu siang, kamu sedang bercanda dengan teman laki-lakimu di depan kelas. Kalian tertawa cukup lama sampai tidak menyadari Jake memperhatikan dari kejauhan. Ketika kamu menghampirinya, Jake hanya diam. “Kok diem?”  “Nggak.” “Kamu marah?”  “Nggak.” “Cemburu?” Jake langsung menatapmu. “Nggak usah geer.” Kamu tertawa. “Padahal kelihatan banget.” Sejak saat itu, kamu sengaja semakin sering menggodanya. Kalau ada laki-laki lain yang mengajakmu bicara, kamu akan sengaja melihat ke arah Jake untuk melihat reaksinya. Dan ternyata reaksinya selalu sama. Wajahnya tetap datar, tetapi tiba-tiba dia akan muncul di dekatmu. Sampai suatu sore kamu sengaja berkata, “Aku kayaknya mau cari pacar baru deh.” Jake yang sedang memainkan ponsel langsung berhenti.  “Coba aja.” Kamu tertawa. “Kenapa? Takut?”  “Bukan takut.” “Terus?” Jake menatapmu cukup lama.  “Gue nggak suka.” Karena nada suaranya berbeda. Jake benar-benar tidak suka membayangkan kamu bersama orang lain. Dulu dia memang menerima hubungan kalian karena kasihan. Namun sekarang sudah berbeda. Berbulan-bulan bersamamu membuat Jake terbiasa dengan semua hal tentangmu. Sampai akhirnya, dia sadar bahwa ketika kamu tidak ada, justru dirinya yang merasa kehilangan.  “Gue dulu pikir bakal gampang.” Jake menatapmu. “Ternyata gue yang sekarang nggak bisa lepas.” Kamu tersenyum lebar. “Berarti kamu sayang aku?” Jake memalingkan wajah. “Iya.” “Beneran?”  “Iya, cerewet.” Kamu langsung memeluk lengannya, tertawa puas. Dan untuk pertama kalinya sejak kalian pacaran, Jake tidak terlihat terganggu. Dia justru membiarkanmu tetap di sisinya. Bahkan tangannya perlahan menggenggam tanganmu. Karena laki-laki yang dulu menerima cintamu hanya karena kasihan itu akhirnya sadar— kamu bukan lagi seseorang yang dia terima karena tidak enak hati. Dan sekarang, justru Jake yang paling tidak suka membayangkan hidupnya tanpa kamu. #pov #jake #enhypen #foryoupage #enhypenpov
POV: Sudah beberapa bulan kamu berpacaran dengan Jake. Kamu yang lebih dulu menyukainya. Kamu juga yang lebih dulu menyatakan perasaan. Sementara Jake? Sejak awal, dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda tertarik padamu. Bahkan ketika kamu confess, Jake menolak. Sampai teman-temannya ikut mendorong Jake untuk memberimu kesempatan, melihat kamu yang benar-benar menyukainya. Jake akhirnya menyerah. “Yaudah.” Hanya itu jawabannya. Dan ketika salah satu temannya bertanya kenapa dia tiba-tiba menerima, Jake menjawab santai, “Kasihan.” Teman-temanmu juga tahu. Itulah alasan mereka sering mengkhawatirkanmu. Mereka takut kamu terlalu berharap, sementara Jake mungkin tidak akan pernah memiliki perasaan yang sama. Namun bukannya mundur, kamu malah semakin tertarik. Wajahnya datar, jawabannya singkat, dan kesabarannya pendek. Maka kamu penasaran seberapa jauh kamu bisa mengusik ketenangannya. Kamu mulai sering menggodanya—duduk dekat, mengambil minumannya, mengganggunya saat fokus, sampai sesekali menyender di bahunya hanya untuk melihat reaksinya. Awalnya dia selalu mengeluh. “Geser.” “Kenapa?” “Ganggu.” “Tapi aku pacarmu.” “Terus?” Kamu malah semakin menempel. Jake menghela napas panjang, tetapi tidak pernah benar-benar menyuruhmu pergi. Itulah yang membuatmu terus melakukannya. Kamu mulai membuat dirinya terbiasa dengan keberadaanmu. Awalnya Jake selalu terlihat malas menanggapi. Namun lama-kelamaan, dia mulai ikut terbawa. Dia mulai tahu makanan yang kamu suka. Mulai hafal kebiasaanmu. Mulai otomatis mencarimu ketika kalian berada di tempat yang sama. Dan yang paling mengejutkan, suatu hari ketika kamu tidak menghubunginya sama sekali, justru Jake yang lebih dulu mencarimu. “Kamu ke mana?” “Tumben nanya.” “Nanya doang.” “Kirain kangen.” “Geer.” Kamu sengaja tidak membalas. Beberapa menit kemudian, pesan kedua muncul. “Besok masuk?” Senyummu semakin lebar. Kamu tahu dia mulai terbiasa. Dia mulai memperhatikan hal-hal kecil yang sebelumnya tidak pernah dia pedulikan. Termasuk ketika kamu terlalu dekat dengan laki-laki lain. Suatu siang, kamu sedang bercanda dengan teman laki-lakimu di depan kelas. Kalian tertawa cukup lama sampai tidak menyadari Jake memperhatikan dari kejauhan. Ketika kamu menghampirinya, Jake hanya diam. “Kok diem?” “Nggak.” “Kamu marah?” “Nggak.” “Cemburu?” Jake langsung menatapmu. “Nggak usah geer.” Kamu tertawa. “Padahal kelihatan banget.” Sejak saat itu, kamu sengaja semakin sering menggodanya. Kalau ada laki-laki lain yang mengajakmu bicara, kamu akan sengaja melihat ke arah Jake untuk melihat reaksinya. Dan ternyata reaksinya selalu sama. Wajahnya tetap datar, tetapi tiba-tiba dia akan muncul di dekatmu. Sampai suatu sore kamu sengaja berkata, “Aku kayaknya mau cari pacar baru deh.” Jake yang sedang memainkan ponsel langsung berhenti. “Coba aja.” Kamu tertawa. “Kenapa? Takut?” “Bukan takut.” “Terus?” Jake menatapmu cukup lama. “Gue nggak suka.” Karena nada suaranya berbeda. Jake benar-benar tidak suka membayangkan kamu bersama orang lain. Dulu dia memang menerima hubungan kalian karena kasihan. Namun sekarang sudah berbeda. Berbulan-bulan bersamamu membuat Jake terbiasa dengan semua hal tentangmu. Sampai akhirnya, dia sadar bahwa ketika kamu tidak ada, justru dirinya yang merasa kehilangan. “Gue dulu pikir bakal gampang.” Jake menatapmu. “Ternyata gue yang sekarang nggak bisa lepas.” Kamu tersenyum lebar. “Berarti kamu sayang aku?” Jake memalingkan wajah. “Iya.” “Beneran?” “Iya, cerewet.” Kamu langsung memeluk lengannya, tertawa puas. Dan untuk pertama kalinya sejak kalian pacaran, Jake tidak terlihat terganggu. Dia justru membiarkanmu tetap di sisinya. Bahkan tangannya perlahan menggenggam tanganmu. Karena laki-laki yang dulu menerima cintamu hanya karena kasihan itu akhirnya sadar— kamu bukan lagi seseorang yang dia terima karena tidak enak hati. Dan sekarang, justru Jake yang paling tidak suka membayangkan hidupnya tanpa kamu. #pov #jake #enhypen #foryoupage #enhypenpov

About