@hariankompas: Dalam rapat koordinasi, pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan membahas polemik penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Isu ini mencuat setelah pengumuman penempatan manajer KDKMP yang dinilai tidak sesuai, khususnya terlalu jauh dari domisili. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkfili Hasan mengemukakan, penempatan manajer KDKMP akan tuntas pada Kamis (1/10/2026). Seluruh pemangku kepentingan telah mendengar dan membahas permasalahan yang timbul karena penempatan yang dinilai jauh dari domisili. “Yang paling penting dari manajer-manajer itu (setelah) ditempatkan, diterima dulu agar statustnya tetap sebagai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan kontrak dua tahun. (Status pekerja) di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero),” ujar Zulkifli dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Rapat koordinasi itu dihadiri sejumlah pejabat lainnya. Beberapa di antaranya adalah Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, COO Danantara Dony Oskaria, serta sejumlah Dirut Himpunan Bank Milik Negara. Video: Kompas/Abudllah Fikri Ashri
Teks: Kompas/Yosepha Debrina Ratih Pusparisa Baca berita selengkapnya di Kompas.id. #Kompasid #Zulhas #AdadiKompas

Harian Kompas
Harian Kompas
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 29 September 2026 11:30:00 GMT
3148
95
13
26

Music

Download

Comments

wawankindz
Wawan :
yang penting terima dulu katanya . seolah olah ke lokasi penempatan hanya jalan kaki udah sampai , dan tanpa biaya . kalo ngomong doank gampang 🤣
2026-09-29 16:18:16
2
prabu.toro72
TORO :
Demi kesejahteraan masyarakat nelayan dan demi pengabdian kenegara aku yakin para manejer jiwanya sudah kuat. Tapi negara harus perhatikan setelah 2 tahun pengabdian.
2026-09-30 00:35:43
0
marito6449
marito :
iya Pak.kmi trima kasih .Pemerintah SDH Adil.smg programnya maju trs.Aamiin
2026-09-30 01:01:26
0
indah.sihite
Indah Sihite :
sepertinya bapak ini yg mencoba mengacaukan program ini,krn kontras terus pernyataan dengan agrinas..,katanya cuma 11 % yg jauh dari domisili,,nyatanya 11% itu yg sesuai domisili..selebihnya diacak² dan nampaknya asal2an..masa sumatera kepapua,papua kesumatera itu cara peletakkannya gmn klw ga asal²an..jgn krn mau untung byk mengorbankan peserta krn klw byk yg mengundurkan diri maka akan mengikuti pelatihan lagi gelombang selanjutnya jadi keluar lagi anggaran itu,, belum ongkos tiket pesawat,,untung byk lah pihak maskapai dengan diadakan seperti ini..ntahny kalian bermain dengan maskapai..
2026-09-30 00:21:39
0
anakamakyeye
p :
wkwk. masak dari Sumatra ke Sulawesi
2026-09-29 12:45:39
1
nettisahe
Netti Sahe :
bukan 6,8 tpi 3 jt pak, mes tidk di sediakan mereka harus ginap di mana mana jau 4 jam dri rmh domisili, mau pp bisa gempor pakk.
2026-09-30 00:33:54
0
user9642751848849
😄😄 :
trus udah di terima gak bisa pindah[Polos]pkwt dah TTD yg salah pasti manager
2026-09-29 23:13:02
0
abdl22_
martabak telot :
mangkrak
2026-09-29 11:48:14
0
prabu.toro72
TORO :
Ok deh bagi Manejer utamakan prestasi dulu baru status pkwt 2 tahun jadi PKWTT ke kementrian kelautan.
2026-09-30 00:32:05
0
babayopulo
Bowguard :
ohh bapak ini
2026-09-29 21:19:32
0
siska.mahdani
Siska Mahdani :
mempermainkan rakyat dengan kebijakan gak jelas ujung ujungnya modal kampanye pemilu again
2026-09-29 12:27:06
2
annisa.indriyani52
Annisa Indriyani :
Ohh bapak ini yg sembarangan lempar org orang. Mikir ya gaji 6.8 juta. Tiket pesawat pp ke sulawesi atau papua 4-5 juta. Kosan 1 juta sisa 800 rb buat makan doang ga ngebalik
2026-09-29 21:47:59
1
To see more videos from user @hariankompas, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About