@wong.sepeleae2: Jangan lupa rutinitas sebelum tidurmu😍✨

Mbak sari ae
Mbak sari ae
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 29 September 2026 13:53:19 GMT
3477
77
3
0

Music

Download

Comments

rukini23
kevin_arka :
aku nganggo foundyglow entek siji jare anaku raiku wes tmbh putih ..Iki SG ke 2 wes entek separo...wes auto stok PO mnh pas oleh murah lgsg co...Jian jos jis
2026-10-01 06:53:08
0
yolandaverenia00
Ayaangg :
pertamaaa
2026-09-29 14:05:27
0
edip885
0m 'Al'Di..Boer :
sarii😂😂🤣🤣🤣saru teeel
2026-09-29 17:38:47
0
To see more videos from user @wong.sepeleae2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Gw baru nambah 1 divisi lagi di “kantor AI” gw. Kali ini khusus buat ngurus Meta Ads. Gw konekin ke MCP Meta, jadi tugasnya monitoring iklan, baca performa, testing banyak creative, bikin report, sampai nyari peluang buat scale. Di awal gw kasih objective + angka goal yang jelas. Misalnya target CPA, budget, jumlah creative yang harus dites, sampai target sales yang pengen dicapai. Yang menarik, dia nggak harus nunggu semua bahan dari gw. Kalau butuh creative baru, dia bisa minta ke divisi sosmed. Kalau butuh data penjualan yang real, dia bisa ambil dari database atau minta bantuan divisi software house. Jadi sekarang mulai berasa bukan sekadar banyak AI agent, tapi antar divisinya mulai bisa kerja bareng. Banyak juga yang nanya: “Bikinnya gimana?” “Biayanya berapa?” “Boros token nggak?” Gw coba jelasin sebisa gw ya. Tapi jangan anggap setup gw sebagai cara paling benar. Ini cuma sistem yang sekarang gw pakai dan terus gw utak-atik. Di luar sana pasti banyak approach yang lebih bagus. Untuk visual kantornya, gw pakai project open source Claude Office dari W17ANT. Beberapa karakter dan pose gw generate pakai GPT Image. Animasinya malah nggak ribet, cuma JavaScript biasa. Nggak pakai Canvas atau WebGL. Data siapa lagi kerja apa juga bukan dibuat-buat buat visual. Visualnya tinggal baca status atau log dari masing-masing agent. Tapi kalau mau bikin kayak gini, menurut gw jangan mulai dari visualnya. Workflow-nya harus beres dulu. Harus ada sistem buat manage task, tahu siapa ngerjain apa, tracking progress, approval, dan reporting. Bisa pakai dashboard atau Kanban. Kalau workflow di belakangnya udah jalan, baru gampang divisualisasikan jadi “kantor”. Soal biaya, agent-agent ini sejauh ini murni pakai langganan Claude gw. API tambahan memang ada buat generate gambar, video, dan text-to-speech. Tapi itu dipakai buat produksi konten, bukan buat bikin kantor AI-nya berjalan. Nanti kalau banyak yang masih penasaran, gw bahas bagian workflow-nya satu-satu.
Gw baru nambah 1 divisi lagi di “kantor AI” gw. Kali ini khusus buat ngurus Meta Ads. Gw konekin ke MCP Meta, jadi tugasnya monitoring iklan, baca performa, testing banyak creative, bikin report, sampai nyari peluang buat scale. Di awal gw kasih objective + angka goal yang jelas. Misalnya target CPA, budget, jumlah creative yang harus dites, sampai target sales yang pengen dicapai. Yang menarik, dia nggak harus nunggu semua bahan dari gw. Kalau butuh creative baru, dia bisa minta ke divisi sosmed. Kalau butuh data penjualan yang real, dia bisa ambil dari database atau minta bantuan divisi software house. Jadi sekarang mulai berasa bukan sekadar banyak AI agent, tapi antar divisinya mulai bisa kerja bareng. Banyak juga yang nanya: “Bikinnya gimana?” “Biayanya berapa?” “Boros token nggak?” Gw coba jelasin sebisa gw ya. Tapi jangan anggap setup gw sebagai cara paling benar. Ini cuma sistem yang sekarang gw pakai dan terus gw utak-atik. Di luar sana pasti banyak approach yang lebih bagus. Untuk visual kantornya, gw pakai project open source Claude Office dari W17ANT. Beberapa karakter dan pose gw generate pakai GPT Image. Animasinya malah nggak ribet, cuma JavaScript biasa. Nggak pakai Canvas atau WebGL. Data siapa lagi kerja apa juga bukan dibuat-buat buat visual. Visualnya tinggal baca status atau log dari masing-masing agent. Tapi kalau mau bikin kayak gini, menurut gw jangan mulai dari visualnya. Workflow-nya harus beres dulu. Harus ada sistem buat manage task, tahu siapa ngerjain apa, tracking progress, approval, dan reporting. Bisa pakai dashboard atau Kanban. Kalau workflow di belakangnya udah jalan, baru gampang divisualisasikan jadi “kantor”. Soal biaya, agent-agent ini sejauh ini murni pakai langganan Claude gw. API tambahan memang ada buat generate gambar, video, dan text-to-speech. Tapi itu dipakai buat produksi konten, bukan buat bikin kantor AI-nya berjalan. Nanti kalau banyak yang masih penasaran, gw bahas bagian workflow-nya satu-satu.

About