@llh.1cc:

محمد حامد السرداحي❤️
محمد حامد السرداحي❤️
Open In TikTok:
Region: IQ
Tuesday 29 September 2026 13:55:02 GMT
218758
10065
581
341

Music

Download

Comments

user21406547248131
. :
هسه هو بيا حال وانتم موگفينه للهوسات
2026-09-30 06:14:04
12
user3459z0uxi6
sara Qween :
وكت اشعار وهوسات هو بيا حال 😥
2026-09-30 06:47:21
26
agivxujvgi
يا حسافه العمر ضاع :
شنو سبب وفاتهم
2026-09-29 20:55:24
10
v.pnb
00:00 :
ياربي دخيلك هسه حتى جو صار بارد شخذهم يسبحون شنو 😢
2026-09-29 18:22:57
17
li_li_2023
اوجاع صامته 313💔 :
الله يساعد كلوبكم والله يساعد گلب امهم يمه الولد عزيز
2026-09-30 17:44:23
2
user922672853
✨✨✨✨ :
الله يعين امهم ويصبرهه من صبر زينب يمه زغيرون فراكه يعمي العيون 💔💔💔
2026-09-30 06:23:48
1
dyxm7rd8xium
اشكي نااز :
شبيهم شنو سبب الوفا🥺🥺🥺🥺
2026-09-29 19:25:07
0
user9577540467883
سيد طالب الهماشي :
[دموع الفرح][دموع الفرح][دموع الفرح] لا حوله ولا قوه الا بالله العلي العظيم
2026-09-29 19:18:07
1
lulwa_o0
lulwa_o0 :
هسه هوه صح قضاء وقدر بس ليش ماجاي تتنتبهون الاطفالكم بهيج عمر اخليهم يرحون يسبحون وماكو واحد جبير يمهم اووف اوفف الله يصبركم ووربي يرحمهم انشاءالله
2026-09-30 15:53:16
4
32_ui
مرتضى :
لا حول ولا قوه الا بالله العلي العظيم الله يرحمهم برحمته الواسعة
2026-09-29 16:18:08
1
user74020262025632
🔸بـنـت آلـهـواشـم🔸 :
أب قوي هيج أم هسه شنو حالههه يربي الله يصبرهم تصعب كلمات ماكو شي يشرح حالهم هسة
2026-10-02 11:12:05
0
m.a20025
Om Maloka :
لا حول ولاقوة الابالله العلي العظيم 💔😭
2026-09-30 10:17:40
1
llllim2046
Ali Ali :
😭😭😭😭😭. الله يساعد امهم وابوهم
2026-09-30 12:28:14
1
user5981682052700
فجر :
الله.اكبر.الصبر.الصبر.يارب.المهم.وابوهم.انا.لله.ونا.الهي.راجعون
2026-10-01 03:18:43
1
ee_iib
ملازم قاسم ⭐ :
وعلي كلبي نمرد عليهم الله يرحهم💔
2026-09-30 16:13:08
2
user230776029276
ام امير :
الله يساعد وين حال البوه تسون هوسات خطيه
2026-09-30 12:39:42
2
nun_n13
🤎 نـون ᴹ :
البقاء لله وحده الله يصبركم
2026-09-30 12:48:27
2
gbhnw0
فقيره ومشتريه الدنيه بضحكتي :
الله يرحمهم برحمته الواسعه 💔💔💔
2026-09-29 17:54:17
1
user5576132625811
آبّےـوُ جَےـوُدُ آلَ بّـعَـيّج :
كارثه وعلي الله يصبرك
2026-09-29 17:26:17
4
akusidgc
ام رقٍيه❤️ :
شنو سبب وفاتهوم💔😭
2026-09-30 10:04:06
2
user9525976662902
🌸🌸 :
وين مكانهم
2026-09-30 16:24:23
2
gffffyijjslu
أحمد :
الله يرحمهم شنو سبب وفاتهم
2026-09-30 16:41:11
1
user4286507840926
user4286507840926 :
لاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم الله يرحمهم ويغفر لهم أنا لله وانا اليه راجعون
2026-09-30 12:34:42
1
user3829818103337
كشخة مقاتل :
شبيهم ذوله الله يرحمهم
2026-09-29 16:34:27
1
dywno94cl0fl
زين العابدين الكلابي :
الله يرحمهم برحمته الواسعة ويسكنهم فسيح جناته ويصبركم يارب
2026-09-30 12:34:37
1
To see more videos from user @llh.1cc, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kematian prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa menyisakan duka sekaligus tanda tanya bagi keluarga setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat seniornya di asrama hingga meninggal dunia, Kamis 10 September 2026. Dugaan penganiayaan tersebut kini tengah diselidiki Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau). Empat personel yang diduga terlibat juga telah menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAPK). Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan putranya diduga dianiaya oleh empat senior saat berada di asrama. Keempat personel tersebut masing-masing berinisial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian Serda Ahmad. “Saya dapat laporan pelaku empat orang senior anak saya,” ujar Toni, Jumat dini hari 11 September 2026. Menurut informasi yang diterima Toni dari sejumlah pihak, persoalan tersebut diduga bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan. Namun, makanan yang dibawa disebut tidak sesuai dengan permintaan. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi justru membawa mi goreng. “Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni dengan mata sembab. Toni juga mengatakan dugaan penganiayaan terhadap putranya terjadi dalam dua waktu berbeda. Peristiwa pertama disebut berlangsung pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dugaan penganiayaan kedua disebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. “Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB,” terang Toni yang menjabat sebagai Kabag Protokol Pemkab Magetan. Kabar kematian Serda Ahmad pertama kali diterima Toni sekitar pukul 04.00 WIB dari salah seorang rekan putranya. Saat itu, informasi awal yang diterima keluarga menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, tidak lama kemudian Toni mendapat informasi lain dari rekan putranya. Informasi tersebut menyebut kematian Serda Ahmad diduga berkaitan dengan penganiayaan oleh senior. “Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” lanjutnya. “Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior,” imbuh Toni. Sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, jenazah Serda Ahmad menjalani proses autopsi di Jakarta. Toni mengatakan keluarga juga memperoleh informasi mengenai adanya luka pada tubuh putranya. Informasi tersebut semakin menguatkan permintaan keluarga agar penyebab kematian Serda Ahmad diusut secara menyeluruh. “Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” jelas Toni. Toni meminta Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), hingga pihak terkait memastikan kasus kematian putranya diproses secara adil dan transparan. Ia berharap apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti, para pelaku mendapatkan sanksi berat. Toni juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan TNI AU. “Mohon kepada pak Presiden (Prabowo), pak KSAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya. Mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya,” kata Toni. “Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi kejadian di Mabes TNI AU, jadi istilahnya jadi percontohan nasional,” ujar Toni. “Harapan kami pada pelaku putusan sanksi yang berat kepada pelaku dan berharap tidak terulang lagi kejadian yang memakan nyawa prajurit anak tidak berdosa,” imbuhnya. Sumber: Memoindonesia.com #ahmadmuzammulfarisa #tniau #senior #mie #fyp
Kematian prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa menyisakan duka sekaligus tanda tanya bagi keluarga setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat seniornya di asrama hingga meninggal dunia, Kamis 10 September 2026. Dugaan penganiayaan tersebut kini tengah diselidiki Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau). Empat personel yang diduga terlibat juga telah menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAPK). Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan putranya diduga dianiaya oleh empat senior saat berada di asrama. Keempat personel tersebut masing-masing berinisial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian Serda Ahmad. “Saya dapat laporan pelaku empat orang senior anak saya,” ujar Toni, Jumat dini hari 11 September 2026. Menurut informasi yang diterima Toni dari sejumlah pihak, persoalan tersebut diduga bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan. Namun, makanan yang dibawa disebut tidak sesuai dengan permintaan. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi justru membawa mi goreng. “Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni dengan mata sembab. Toni juga mengatakan dugaan penganiayaan terhadap putranya terjadi dalam dua waktu berbeda. Peristiwa pertama disebut berlangsung pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dugaan penganiayaan kedua disebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. “Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB,” terang Toni yang menjabat sebagai Kabag Protokol Pemkab Magetan. Kabar kematian Serda Ahmad pertama kali diterima Toni sekitar pukul 04.00 WIB dari salah seorang rekan putranya. Saat itu, informasi awal yang diterima keluarga menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, tidak lama kemudian Toni mendapat informasi lain dari rekan putranya. Informasi tersebut menyebut kematian Serda Ahmad diduga berkaitan dengan penganiayaan oleh senior. “Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” lanjutnya. “Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior,” imbuh Toni. Sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, jenazah Serda Ahmad menjalani proses autopsi di Jakarta. Toni mengatakan keluarga juga memperoleh informasi mengenai adanya luka pada tubuh putranya. Informasi tersebut semakin menguatkan permintaan keluarga agar penyebab kematian Serda Ahmad diusut secara menyeluruh. “Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” jelas Toni. Toni meminta Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), hingga pihak terkait memastikan kasus kematian putranya diproses secara adil dan transparan. Ia berharap apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti, para pelaku mendapatkan sanksi berat. Toni juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan TNI AU. “Mohon kepada pak Presiden (Prabowo), pak KSAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya. Mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya,” kata Toni. “Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi kejadian di Mabes TNI AU, jadi istilahnya jadi percontohan nasional,” ujar Toni. “Harapan kami pada pelaku putusan sanksi yang berat kepada pelaku dan berharap tidak terulang lagi kejadian yang memakan nyawa prajurit anak tidak berdosa,” imbuhnya. Sumber: Memoindonesia.com #ahmadmuzammulfarisa #tniau #senior #mie #fyp

About