@ali.burgmeier: I’ve been getting some DMs so here’s an update 🤎💕 A debrief with not much debrief on 😅 #dubuquemoms #workingmom #dubuqueiowarealtor #40weekspregnant

Ali B - Mom & Real Estate
Ali B - Mom & Real Estate
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 29 September 2026 18:18:35 GMT
4106
206
16
1

Music

Download

Comments

kelseyportz
Kelsey Portz :
Walk!.. walk, walk, & walk some more- do the miles circuit, eat a good big healthy meal- AND THEN rest + take a bath with Epsom salt 🤍
2026-10-01 03:11:44
2
abbyrottler
abby :
Omg I relate the to tears… I was a week overdue with Will… I had three separate inductions scheduled that were cancelled morning of due to too many walk in labors… truly the biggest mind fuck! YOU GOT THIS 😭💪🏼 it’s torture but you’re stronger!
2026-09-29 23:55:10
2
hjac126
Heather | Man Cave Cut Shop 💈 :
My first came 4 weeks early so OF COURSE my 2nd would be 4 weeks early, right? Wrong. Right on time. So I totally know that feeling of expectation vs STILL BEING PREGNANT 🤬. You got this mama 🙌
2026-10-02 02:59:26
0
madisonbrehm2
M A D I S O N B. | SAHM :
my 3rd baby was also my longest pregnancy and had to be evicted🫠 praying for you and hope baby decides to make their appearance on their own asap!!!
2026-09-29 21:36:40
1
vibedanceco1
Vibe Dance Co. :
Give yourself grace mama! You are doing amazing!! Hugs!!
2026-09-29 19:30:15
1
v_kieler
Vkieler :
Went through the same thing in Jan. Was told I’d get induced on a Tuesday and didn’t get to go in until Thrs. Hang tight the emotions are high but it will be worth it. 🩶
2026-09-30 11:49:02
0
d.latt
Deidre :
Everything happens for a reason. You got this mama. Can’t wait to meet the baby 🤍
2026-09-30 11:05:31
0
midwest_glamazon
midwest_glamazon :
You are not being a baby. You are having a baby. You got this! Best wishes!!
2026-09-29 18:37:25
0
sriesenberg
Stefanie :
Love watching your videos! October birthdays are the best. Baby is smart! 🥹
2026-09-29 20:17:47
0
becca.ameche
Becca | mom & daycare :
You got this mama! I know that feeling!
2026-09-29 23:29:54
1
digita1kat
Teresita Asunción Rios :
Dubuque Dairy Queen’s are the best. They also hook me up with an off menu treat too
2026-09-30 00:18:22
0
shalenepulido
Shalene Pulido :
sending all the hugs to you babe, you got this! 🤗
2026-09-29 19:00:53
0
samanthaaaaa12341
Samantha 💚 :
1. That blizzard looks delicious! 2. Good luck momma!
2026-09-29 19:48:31
0
kate_peasandquiet
kate_peasandquiet :
Hang in there mama!
2026-09-29 21:42:37
0
hereforthejokes22
Libbie Bettis :
Oh honey!! You’re almost there! ❤️
2026-09-29 19:20:33
0
rockinrobinmac
Rockin Robin :
♥️♥️Hugs♥️♥️
2026-09-30 00:43:39
0
To see more videos from user @ali.burgmeier, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About