@hochumstritten: Fünf Schilder – alle brennen sich ein: „Mein Kind weiß nicht, was Krieg ist. Belassen wir es dabei." „Wer Waffen liefert, will keinen Frieden." „Töten für den Frieden? Das ist geisteskrank!" „Rentenkasse statt Kriegskasse!" „Dialog statt Krieg." #frieden

Hochumstritten
Hochumstritten
Open In TikTok:
Region: DE
Tuesday 29 September 2026 20:21:06 GMT
3505
447
43
64

Music

Download

Comments

utepietsch
Ute :
Auf jeden Fall , wir wollen das auch nicht , Frieden , Frieden braucht die Welt .🥰🥰🥰👍👍👍
2026-10-01 19:14:06
8
blackforestbiker4
BlackForestBiker :
Leider Deutsches Regierung will das nicht wissen! Komischer Weise die welche haben die gewählt stehen jetzt mit dieser Schilder!
2026-10-15 10:20:39
0
crocodile5312
Crocodile :
@Crocodile:@Crocodile:Ich wünsche mir eine Welt mit mehr Menschlichkeit. Niemand sucht sich aus, wo er geboren wird oder in welche Zeit er hineinkommt. Als Kinder sehen wir viele Möglichkeiten. Später prägen uns Erfahrungen, Erziehung und unser Umfeld. Trotzdem haben wir immer wieder die Wahl, ob wir Hass weitertragen oder Menschlichkeit leben. Ich habe mich mit der Geschichte beschäftigt, auch mit den Weltkriegen. Sie zeigen, wie viel Leid Gewalt und Hass verursachen können. Darum wünsche ich mir, dass wir voneinander lernen und respektvoll miteinander umgehen.' So stopfst du niemanden, zeigst aber klar Haltung.
2026-09-30 10:31:43
3
wald.fee53
Wald & Fee :
2026-09-29 20:48:18
6
gwenhwyfar22
Gwenhwyfar22 :
Sehe ich auch so 💪
2026-10-13 11:26:38
0
ka.li.si
Ka.li.si :
Das stimmt!!!!!!![Rotes Herz]
2026-10-13 10:39:42
0
mario.lorenz.1959
Le :
Super, danke. Frieden ist das höchste Gut. 👍🍀🥰
2026-10-11 10:43:09
1
daggi_1
daggi_ 💚❤★★★🅽.🅳.🅰.ᵀᵉᵃᵐ ★★★ :
2026-10-01 12:23:47
2
blacky9202
Blacky :
Richtig
2026-10-13 12:56:06
0
ivezimmermann
Ive Zimmermann :
eben
2026-10-16 15:03:01
0
ka74652
éka :
aki háborúzni akar az menjen maga,mi nem akarunk mi nem megyünk
2026-09-29 20:35:57
1
konztansepotthoff
konztansepotthoff :
2026-09-30 21:31:36
1
ingoklose0
ogni :
2026-10-10 18:43:42
0
nikitgnzlou
Nikita2 :
2026-09-29 21:41:10
3
roswithastollberg
witha 1811 :
👏
2026-10-10 10:34:35
0
dyiujs8oiqbo
Ilona :
2026-10-01 10:49:30
1
engelrene146
Engel 146 💕 Bauern :
2026-10-15 18:04:09
0
klaus.edling4
Klaus Edling :
Krieg ist ein Bomben Geschäft
2026-09-30 15:49:26
2
annemarie1333
Anne-Marie Laporte :
Hallo 🌹✋, ich bin neu hier und würde mich freuen, neue Leute kennenzulernen. Küsse 😘
2026-10-01 13:21:10
1
hauke653
Hauke :
Casalla. Wer sich heutzutage gegen Frieden ausspricht dem ist wirklich nicht mehr zu helfen [Cool][Like]
2026-10-12 13:47:41
0
user7966251245009
user7966251245009 :
Jeder auf der Welt möchte Frieden.Das möchte ich meinen Kindern und Enkeln nicht wünschen.Unsere Großeltern haben diese schreckliche Zeit erlebt.Diese Kriegstreiber sollen selbst an die Front wo so viele junge Menschen ihr Leben lassen für diesen Wahnsinn.
2026-10-15 19:28:50
0
matthiaskirschner4
matthiaskirschner4 :
Hatten wir zu lange Frieden?😢
2026-10-20 23:17:09
0
eleniumtunk
ElenaАнеле :
2026-10-15 15:40:04
0
andigreat4you
Andy :
Mein Sohn ist friedlich aufgewachsen. Meine Frau und ich haben ihn gut erzogen und aufwachsen sehen. Wir haben immer gesagt das Gewalt keine Lösung ist und er hat sich das immer zu Herzen ❤️genommen. Was sollen wir ihm sagen, er soll jetzt losgehen und Menschen töten. Das war jetzt alles umsonst was wir ihm gelehrt haben. Er wird nie einen Menschen töten und das weiß ich.Lieber würde er sich am Pranger stellen. Sein Leben beginnt erst jetzt. Er hat immer nur gelernt, für ein gutes Leben und ihr da oben ☝️macht ihm alles kaputt.
2026-10-15 06:46:46
0
andreaspaulborninkhof
Andreas Paul Borninkhof :
💪💖🕊
2026-10-01 16:20:11
1
To see more videos from user @hochumstritten, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Seorang warga Kenali Asam berinisial E dilaporkan meninggal dunia saat berorasi bersama warga terdampak zona merah Pertamina di posko perjuangan, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 21.40 WIB. Peristiwa ini terjadi ketika warga masih menuntut kepastian hak atas tanah yang terdampak pemblokiran sertifikat. Kematian E menjadi duka bagi warga sekaligus kembali menyoroti persoalan zona merah di Kota Jambi yang hingga kini disebut belum menemukan penyelesaian tuntas. Aksi tersebut juga menjadi respons atas kunjungan kerja DPR RI serta penagihan janji Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI untuk menyelesaikan persoalan zona merah dalam 100 hari kerja. Dampak pemblokiran sertifikat disebut meluas, mulai dari hambatan jual-beli tanah, pemecahan sertifikat, pengurusan warisan, hingga penggunaan sertifikat sebagai agunan pinjaman bank. Sejumlah warga pemilik rumah melalui skema KPR juga dilaporkan menghentikan pembayaran cicilan akibat ketidakpastian status aset mereka. Wilayah yang disebut terdampak meliputi Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Talang Gulo, Sukakarya, Paal Lima, hingga Mayang Mangurai. Di tengah situasi tersebut, warga menuntut pemerintah dan lembaga terkait memberikan kejelasan mengenai status tanah serta langkah konkret penyelesaian konflik. Bagi masyarakat, tanah bukan sekadar sertifikat, melainkan tempat tinggal, sumber penghidupan, dan jaminan masa depan keluarga. Meski penyebab langsung kematian E masih perlu dipastikan melalui keterangan saksi dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan, peristiwa ini menambah urgensi penyelesaian persoalan zona merah secara terbuka dan terukur. Sampai kapan warga harus menunggu kepastian atas hak tanah mereka? Publik kini menanti penjelasan dan langkah nyata pemerintah serta pihak terkait agar persoalan berkepanjangan ini tidak terus membebani masyarakat. #Jambi #ZonaMerahPertamina #KenaliAsam #SertifikatTanah #KonflikPertanahan
TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Seorang warga Kenali Asam berinisial E dilaporkan meninggal dunia saat berorasi bersama warga terdampak zona merah Pertamina di posko perjuangan, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 21.40 WIB. Peristiwa ini terjadi ketika warga masih menuntut kepastian hak atas tanah yang terdampak pemblokiran sertifikat. Kematian E menjadi duka bagi warga sekaligus kembali menyoroti persoalan zona merah di Kota Jambi yang hingga kini disebut belum menemukan penyelesaian tuntas. Aksi tersebut juga menjadi respons atas kunjungan kerja DPR RI serta penagihan janji Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI untuk menyelesaikan persoalan zona merah dalam 100 hari kerja. Dampak pemblokiran sertifikat disebut meluas, mulai dari hambatan jual-beli tanah, pemecahan sertifikat, pengurusan warisan, hingga penggunaan sertifikat sebagai agunan pinjaman bank. Sejumlah warga pemilik rumah melalui skema KPR juga dilaporkan menghentikan pembayaran cicilan akibat ketidakpastian status aset mereka. Wilayah yang disebut terdampak meliputi Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Talang Gulo, Sukakarya, Paal Lima, hingga Mayang Mangurai. Di tengah situasi tersebut, warga menuntut pemerintah dan lembaga terkait memberikan kejelasan mengenai status tanah serta langkah konkret penyelesaian konflik. Bagi masyarakat, tanah bukan sekadar sertifikat, melainkan tempat tinggal, sumber penghidupan, dan jaminan masa depan keluarga. Meski penyebab langsung kematian E masih perlu dipastikan melalui keterangan saksi dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan, peristiwa ini menambah urgensi penyelesaian persoalan zona merah secara terbuka dan terukur. Sampai kapan warga harus menunggu kepastian atas hak tanah mereka? Publik kini menanti penjelasan dan langkah nyata pemerintah serta pihak terkait agar persoalan berkepanjangan ini tidak terus membebani masyarakat. #Jambi #ZonaMerahPertamina #KenaliAsam #SertifikatTanah #KonflikPertanahan

About