Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@explodeai1: @BELLI #belli #belliclipfy
Explode Aí
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 29 September 2026 22:23:54 GMT
46
0
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.25MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.25MB
)
Watermark .mp4 (
2.82MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @explodeai1, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Réaction to Neymar #neymar #neymarjr #futebolbrasileiro #brazil🇧🇷 #skills
Nothing hurts more than crying at night in bed without making a sound,losing your breath to quiet pain in your heart 💔🙂#fyp #wasi
What If You Treat Cops The Way They Treat You? #police #policeofficer #cops #copsoftiktok #lawsuit #1stamendment #warrant #foryoupage #lawyer #foryou #flypシ #usa #powertrip
Gawat!!!!! Lihat Kantor Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Dipenuhi Debu dan Sarang Laba-Laba, Rico Waas Tegur Keras Lurah. Debu tebal, berkas berserakan, lampu mati hingga ruangan yang dipenuhi sarang laba-laba menjadi perhatian serius Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat mendadak menyambangi Kantor Lurah Dwikora di Jalan Setia Luhur, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (29/9/2026). Kunjungan itu dilakukan Rico Waas di sela-sela peninjauannya ke Puskesmas Helvetia. Tak hanya melihat area pelayanan, Rico Waas menyusuri satu per satu ruangan di kantor kelurahan tersebut. Lemari, aula hingga ruangan yang selama ini tidak digunakan tak luput dari pemeriksaannya. Kondisi kantor yang ditemuinya membuat Rico Waas kecewa dan memberikan teguran keras kepada jajaran kelurahan. Ia mempertanyakan lampu yang mati dan meminta persoalan sederhana seperti itu segera dilaporkan serta diperbaiki. Menurutnya, hal kecil tidak boleh dibiarkan hingga mengganggu kenyamanan kerja maupun pelayanan kepada masyarakat. “Keja (kerja) yang benar,” tegas Rico Waas. Teguran kembali disampaikan ketika Rico Waas menemukan asbak rokok di salah satu ruangan. Ia mempertanyakan masih adanya aktivitas merokok di dalam kantor, sekaligus mengingatkan bahwa lingkungan kantor pemerintahan merupakan kawasan tanpa rokok. “Ini kantor kawasan tanpa rokok, nggak? Kalian menunjukkan yang salah, tahu nggak? Paham?” tegasnya, yang kemudian dijawab para pegawai, “Paham, Pak.” Nada bicara Rico Waas semakin meninggi ketika memasuki ruangan lain yang dipenuhi debu dan sarang laba-laba. Ia mempertanyakan mengapa ruangan yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan justru dibiarkan terbengkalai, sementara jajaran kelurahan kerap menyampaikan keterbatasan ruang. “Kalian bilang kekurangan ruangan. Ruangan ini ada, tapi nggak dirapikan! Ditata dengan baik kalau mau dijadikan gudang. Ini dibiarkan seadanya,” ujarnya kecewa. Rico Waas kemudian meminta camat dan pengawas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kantor kelurahan, bukan hanya Kantor Lurah Dwikora. Kondisi setiap ruangan harus diperiksa, dibersihkan dan didokumentasikan. Tidak boleh ada ruangan yang dibiarkan kotor, berantakan ataupun tidak dimanfaatkan. “Saya minta seluruh foto ruangan yang ada di kelurahan, semuanya saya mau minta diperiksa, dibersihkan. Nggak ada ruangan yang tersisa. Semuanya harus diperiksa, didokumentasikan!” tegasnya. Ia juga memberikan waktu satu minggu kepada lurah dan jajarannya untuk membenahi seluruh ruangan. Arsip yang tidak lagi diperlukan diminta disingkirkan, sementara ruangan yang masih dapat digunakan harus ditata dan dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan serta pelayanan kepada masyarakat. “Namanya kantor kelurahan itu adalah rumah kita sendiri. Benahi apa yang bisa. Jangan ada ruangan-ruangan terbengkalai kayak gini,” tegasnya lagi Menurut Rico Waas, menjaga kebersihan dan kerapian kantor bukan sekadar persoalan estetika, melainkan bentuk tanggung jawab aparatur terhadap aset pemerintah. Sebab, seluruh fasilitas tersebut dibangun dan dirawat menggunakan uang masyarakat. “Harus ada rasa dicintai dari ruangan kita sendiri, karena ini aset dari pemerintah. Semuanya itu pakai uang masyarakat dan bertanggung jawab untuk itu,” ujarnya. Rico Waas menegaskan, tanggung jawab aparatur tidak cukup hanya ditunjukkan melalui atribut maupun jabatan. Integritas harus terlihat dari hal-hal sederhana, termasuk merawat lingkungan kerja dan memastikan pelayanan masyarakat berjalan dengan baik. “Masyarakat butuh yang mau kerja, yang punya integritas, yang mau melayani, mau merawat. Jadi jangan asal-asalan! “pungkasnya.#beritaviral #beritaterkini #pengikut
I think he would have paid the bill honey 👀 #fyp #bodycam #excusememaam #bodycamfootage
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy