@warganaikkelas: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Palangka Raya. Kondisinya kian pekat hingga membuat langit tampak menguning dan jarak pandang warga terbatas, bahkan di sejumlah ruas jalan hanya sekitar 100 meter. Pengendara pun harus menyalakan lampu kendaraan agar tetap terlihat dan mengurangi risiko kecelakaan. Tak hanya mengganggu aktivitas, kondisi udara yang memburuk juga membuat warga khawatir terhadap kesehatan. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih dan sesak napas saat beraktivitas di luar ruangan. Berdasarkan data BMKG yang dikutip dalam laporan tersebut, indeks kualitas udara di Palangka Raya mencapai 1.010 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya. Warga berharap kabut asap segera mereda agar aktivitas kembali normal. Mereka juga berharap kondisi tersebut tidak semakin mengganggu mobilitas masyarakat, termasuk jalur penerbangan di Palangka Raya. Di tengah kondisi ini, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kualitas udara dan dampak kabut asap. #PalangkaRaya #KabutAsap #Karhutla #KalimantanTengah #BeritaIndonesia