@sukabumiupdate.com: Warga Kampung Cijambe RT 13/RW 04, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan aktivitas pengolahan dan pembakaran batu kapur di wilayah permukiman mereka. Pembakaran kapur tersebut diduga kuat memanfaatkan limbah padat pabrik sebagai bahan bakar utama. Warga setempat, RD (32), mengungkapkan bahwa asap hitam pekat dari lokasi pembakaran kerap mengepul dan menyebar ke area permukiman warga dengan jangkauan yang cukup jauh. "Iya, itu ada pembakaran kapur tetapi menggunakan limbah. Radius kepulan asap hitamnya bisa mencapai 400 hingga 500 meter," ujar RD kepada sukabumiupdate.com, Selasa (29/9/2026). Menurut RD, bahan baku yang digunakan untuk pembakaran diduga berasal dari sisa limbah padat industri alas kaki atau sepatu. Limbah tersebut meliputi potongan kulit asli maupun sintetis, kain, busa, spons, sisa benang, hingga potongan karet dan plastik seperti outsole, serpihan EVA, serta poliuretan. Dampak dari pembakaran limbah padat tersebut kini mulai dirasakan langsung oleh warga sekitar. Polusi udara berupa jelaga hitam tampak menempel di sejumlah fasilitas dan rumah milik masyarakat. "Terlihat di atas atap genteng, di kaca rumah, dan area lain itu jelaganya sangat menempel. Sementara di lingkungan kan ada anak kecil, bahkan bayi yang baru lahir. Kami khawatir pernapasan mereka terganggu," tutur RD. Ia juga mengkhawatirkan kandungan bahan kimia berbahaya pada limbah industri tersebut yang berpotensi membawa dampak buruk jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. Terlebih, terdapat dua titik lokasi pembakaran kapur yang beroperasi tepat di tengah-tengah lingkungan warga. Selain masalah polusi, usaha pembakaran kapur perorangan tersebut diduga kuat belum mengantongi izin resmi dari pemerintah setempat, baik izin usaha maupun izin lingkungan. RD mengatakan, aktivitas pembakaran kapur di wilayah tersebut telah berlangsung cukup lama dan hampir setiap hari beroperasi. Kondisi itu, menurutnya, membuat warga kerap terpapar asap dari aktivitas pembakaran. “Aktivitas pembakaran kapur tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan hampir setiap hari beroperasi,” ujar RD. Dikonfirmasi terpisah, Camat Jampangtengah, Ikhsan Mukhlis Sani, membenarkan adanya aduan masyarakat terkait aktivitas pembakaran kapur yang mengganggu warga Kampung Cijambe. Ikhsan menegaskan bahwa pihak kecamatan telah menerima laporan tersebut dan segera menindaklanjutinya dengan menerjunkan tim ke lapangan untuk verifikasi. "Laporan sudah masuk ke kami. Laporannya sedang kita cek ke lapangan," kata Ikhsan singkat. Sementara itu Kepala Desa Sindangresmi, Yan Mardiyan, mengatakan dirinya bersama Camat Jampangtengah telah mendatangi langsung lokasi pembakaran kapur untuk melakukan pengecekan. Dalam kunjungan tersebut, pihak pengelola diminta menunjukkan dokumen terkait izin lingkungan dan legal standing usaha. “Barusan saya sama Pak Camat ke lokasi. Sama Pak Camat diminta terkait izin lingkungan, legal standing-nya, dan mereka akan melaporkan berkas tersebut ke Pak Camat,” ujar Yan. Warga berharap pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap operasional pembakaran kapur yang diduga tidak berizin dan berbahan bakar limbah berbahaya tersebut, demi menjaga kesehatan serta kenyamanan lingkungan masyarakat.

sukabumiupdateofficial
sukabumiupdateofficial
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 30 September 2026 11:40:15 GMT
98704
1142
76
157

Music

Download

Comments

suherman.ule31
Suherman Ule :
Jenis usaha yg sipatnya mengganggu lingkungan itu harus ada ijin lingkungan.. kalau TDK ada, warga setempat punya hak untuk komplen bahkan menutup jenis usahanya
2026-10-01 07:32:09
4
nos4speed
Bah anom :
ayo kita demo
2026-10-01 18:05:51
0
user2395465519457
Eruss ccs :
lewat pada beunghar pangapuan waduh udara nya parah
2026-09-30 13:44:28
3
mati.rasa9400
MATI RASA :
coba tutup di desa padabeunghar paling camat yg di demo nanti macam tau kasih makan saja untuk masyarakat bansos saja tidak ada
2026-10-01 04:10:46
1
kobe64856
KOBE :
cari solusi ny..ksian klo d tutup yg krj
2026-10-01 08:23:18
2
iniama1
aingmachan :
dari dulu harusnya ini berita, knp ga dari dulu?
2026-10-01 14:02:51
0
yuli31490
🌻Yuli🌻 :
kasian warga sekitar setiap hari polusi udara begitu buruk dgn adanya asap pembakaran batu kapur sangt mnggggngu sekali pada kesehatan terutama pada pernapasan aku juga kalo lewat sepintas bawa motr di jaln itu sesek banget bau nafas ga enak apalgi yg setiap hari tinggal di situ semoga keluhan masyarakat dikmpung cijambe jampng tengah cepat di atasi oleh pemerintah.
2026-10-01 15:46:36
1
mmh.re.re
MAMA RERE :
klw ga salah itu sekampung sama kepala puskesmas Jampang Tengah kan?
2026-10-01 05:53:37
0
laea.sari2i
Laela sari2 :
k kmp sya jg nyampe asap nya aga bekabut gitu
2026-10-01 06:30:49
1
suminar.sumi4
🫰Suminar.sumi🥳 :
dari rumah saya mah Deket. itu teh. emang. begitu. keadaan nya.
2026-09-30 15:05:43
0
aminaa.sarman
Aminaa Sarman :
sebentar lagi di sidak bpk Aing ..
2026-10-01 17:14:50
0
lilis.siti.yunida
lilis siti yunidah :
y alloh semoga sehat👍👍
2026-10-02 12:14:49
0
cimoni89
cimoni :
itu mh dh lama Kya turun temurun ..spnjng ingat smpai skrng msih oprasi trus ..😂klau lwat mmm itu asap yh
2026-10-01 06:38:27
0
santuy.saja.okey
santuy saja okey? :
sudah sejak dahulu kala,,knpa Bru skrg di periksa perijinannya
2026-10-01 15:08:46
0
mak.titaww
Iwan jibeng :
aduh hawartos KA para bayi atuh
2026-10-01 12:33:47
0
marlina.basita
marlina dapoer food & Snack :
itu Deket banget sm kampungku, bener banget aku klo lewat situ bener tidak nyaman
2026-10-02 01:23:30
0
sunda_padjadjaran
BAPAKAING :
Kitu nya usaha na teh
2026-09-30 12:36:16
0
mati.rasa9400
MATI RASA :
yg kaya banyak uang merasa resah yg tdak mampu tdak ada pekerjaan itu mau kerja dimana kalo bukan di pabrik kapur memangnya pemerintah kasih makan kasih uang jajan untuk anak
2026-10-01 04:08:13
1
rehanpriansya
rehanpriansyah :
kamana wae ath pemerintah th
2026-10-01 13:09:23
0
h.usur
Yogi :
memang tempat itu paling kotor udaranya kemana pemda
2026-10-01 09:52:23
0
scret960
scret :
iya apalagi di kampung aku di desa padabeunghar udah gak bagus udaranya
2026-10-02 06:44:23
0
keraguancinta188
𝒕𝒊𝒍𝒂𝒔 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒓𝒂𝒐𝒔 :
bboro cicing,saukur liwat ge geus eungap
2026-10-02 17:37:52
0
denian.syahpoetra
D. :
sore asap nya lebih pekat ..
2026-10-01 10:30:41
0
nandarsaputra795gmail.co
nandarsaputra :
apa lagi sya sejajar rumh nya
2026-10-01 11:11:20
0
babahujang1
CoySansil :
harus d demo itu bahaya asap nya
2026-09-30 12:46:49
0
To see more videos from user @sukabumiupdate.com, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About