@eumsm.0030: dinheiro dinheiro dinheiro. #tonymontana #scarface #edit #fyp #viral

ܟܓܥܓܥ7
ܟܓܥܓܥ7
Open In TikTok:
Region: BR
Wednesday 30 September 2026 20:56:46 GMT
1212
143
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @eumsm.0030, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV / Suara ombak Pantai Bondi terdengar menyapu pesisir, berpadu dengan hembusan angin Australia yang dingin sore itu.  Kamu merapatkan coat cream yang kamu kenakan, menikmati genggaman tangan Jake yang terasa hangat dan kokoh di jemarimu. Satu bulan setelah kelulusan kuliah, kalian akhirnya bisa merealisasikan liburan impian yang sudah direncanakan jauh-jauh hari ini.  Empat tahun bersama Jake membuat segalanya terasa begitu mudah. Dia tahu persis kapan kamu kedinginan, kapan kamu lelah, bahkan sebelum kamu sempat mengucapkannya. Langkahmu terhenti di depan sebuah kedai gelato lokal yang ramai antrean. Matamu tertahan pada varian warna pastel dengan topping unik yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Jake yang menyadari langkahmu terhenti, ikut menoleh. Wajah tampannya terhias senyum tipis yang amat kamu kenal—senyum yang selalu berhasil bikin hatimu hangat. > Sore itu, di Manly Beach, kamu sedang santai berjemur mengenakan setelan two-piece merah muda yang cukup terbuka, menikmati hembusan angin laut sambil menyesap air kelapa. Sementara itu, Jake tampak asyik surfing bersama beberapa kenalan barunya. Sekitar 30 menit berlalu, Jake akhirnya selesai dan berjalan kembali ke arahmu. Namun dari jarak beberapa meter, langkahnya mendadak melambat saat menyadari betapa minimnya pakaian yang melekat di tubuhmu tanpa kemeja luaran. "Wow, wow, wow... Hey, ini kenapa?" protes Jake cepat. + 💬 / sl yaa #jake #simjaeyun #enhypen #pov #fyp " width="135" height="240">
POV / Suara ombak Pantai Bondi terdengar menyapu pesisir, berpadu dengan hembusan angin Australia yang dingin sore itu. Kamu merapatkan coat cream yang kamu kenakan, menikmati genggaman tangan Jake yang terasa hangat dan kokoh di jemarimu. Satu bulan setelah kelulusan kuliah, kalian akhirnya bisa merealisasikan liburan impian yang sudah direncanakan jauh-jauh hari ini. Empat tahun bersama Jake membuat segalanya terasa begitu mudah. Dia tahu persis kapan kamu kedinginan, kapan kamu lelah, bahkan sebelum kamu sempat mengucapkannya. Langkahmu terhenti di depan sebuah kedai gelato lokal yang ramai antrean. Matamu tertahan pada varian warna pastel dengan topping unik yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Jake yang menyadari langkahmu terhenti, ikut menoleh. Wajah tampannya terhias senyum tipis yang amat kamu kenal—senyum yang selalu berhasil bikin hatimu hangat. "Kenapa? Penasaran mau coba yang itu?" tanya Jake lembut. Suaranya tenggelam di antara riuh angin pantai. Kamu mendongak, lalu mengangguk antusias tanpa ragu. "Kelihatan enak banget nggak, sih? Isian rasanya beda gitu dari yang biasa." Jake tertawa pelan, tangannya terulur mengusap puncak kepalamu gemas. "Ya udah, tunggu di sini sebentar. Biar aku yang antrein." "Aku ikut antre aja, Jake." "Enggak usah, anginnya makin kencang. Kamu duduk di bangku sana aja, oke?" potongnya cepat sambil menunjuk bangku kayu di bawah pohon tak jauh dari kedai. Kamu menatapnya ragu, tapi tatapan matanya yang teduh dan penuh perhatian itu selalu berhasil meluluhkan keras kepalamu. Tanpa sadar, kamu mengangguk lagi. "Jangan lama-lama ya," ucapmu. "Iya, Sayang. Mana pernah aku biarin kamu nunggu lama?" kekehnya sebelum berbalik dan bergabung ke barisan antrean. Melihat punggungnya dari kejauhan, dadamu rasanya penuh sekali oleh rasa syukur. Hubungan empat tahun ini berjalan begitu mulus dan bahagia. Jake selalu tahu cara memperlakukanmu dengan baik, seolah masa depan kalian yang sempurna sudah tergariskan dengan jelas di depan mata. Sekitar lima menit berlalu sebelum sosok Jake kembali mendekat. Kedua tangannya masing-masing menggenggam satu cup gelato dengan warna yang berbeda. "Nih, coba dua-duanya dulu, kamu mau yang mana." ujar Jake sambil mendudukkan diri di sebelahmu. Dia mengangsurkan kedua cup itu ke hadapanmu. Kamu tidak menolak. Tanpa ragu, kamu menyendok sedikit dari cup di tangan kanannya, lalu beralih menyicipi cup di tangan kirinya. Sendokan kedua sukses membuat matamu berbinar. "Yang ini enak banget!" tunjukmu cepat pada cup di tangan kirinya. Jake terkekeh pelan. Tanpa bertanya lagi, dia langsung menyerahkan cup pilihanmu dan mengambil cup sisanya untuk dirinya sendiri. Kamu menyendok gelato itu lagi dengan girang, menikmati tekstur lembutnya yang memanjakan lidah. "Bentar deh... ini sebenarnya rasa apa, sih? Aku kayak baru pertama kali ngerasain rasa gini, tapi nagih banget." Jake tersenyum tipis, matanya menatapmu lekat sebelum menjawab, "Itu rasa salted caramel macadamia. Pas tadi aku nanya ke penjualnya, dia bilang itu varian paling favorit di sini. Aku langsung mikir, tipe rasa manis gurih gini pasti pas banget di lidah kamu. Beneran suka?" "Suka banget!" sahutmu antusias, membuat senyum di wajah Jake makin melebar. Dia tergelak pelan, lalu terulur ibu jarinya mengusap lembut sudut bibirmu yang terkena noda gelato. "Pelan-pelan makannya, nggak bakal ada yang minta kok. Selagi kita di sini, tiap hari aku beliin kalau kamu mau." >> Sore itu, di Manly Beach, kamu sedang santai berjemur mengenakan setelan two-piece merah muda yang cukup terbuka, menikmati hembusan angin laut sambil menyesap air kelapa. Sementara itu, Jake tampak asyik surfing bersama beberapa kenalan barunya. Sekitar 30 menit berlalu, Jake akhirnya selesai dan berjalan kembali ke arahmu. Namun dari jarak beberapa meter, langkahnya mendadak melambat saat menyadari betapa minimnya pakaian yang melekat di tubuhmu tanpa kemeja luaran. "Wow, wow, wow... Hey, ini kenapa?" protes Jake cepat. + 💬 / sl yaa #jake #simjaeyun #enhypen #pov #fyp

About