@ummaannisa5: Di Balik Kesederhanaan Hafid di Bawah Kolong Jembatan Kadilangu Di balik kehidupannya yang sederhana di bawah kolong jembatan kawasan Kadilangu, Demak, Hafid mengaku pernah menjalani kehidupan yang penuh pencapaian. Ia mengaku merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), kemudian melanjutkan pendidikan spesialis THT di Singapura dan menempuh studi selama empat tahun di Italia. Setelah kembali ke Indonesia, Hafid bersama istrinya yang juga seorang dokter membuka sebuah apotek di Jember. Namun, kebahagiaan itu berubah setelah sebuah tragedi kecelakaan merenggut orang-orang yang paling dicintainya. Ia kehilangan ibu, istri tercinta, serta anak semata wayangnya yang disebut pernah menempuh pendidikan di Jerman. Kehilangan tersebut membuat kehidupan Hafid berubah sepenuhnya. «“Setelah mereka meninggal, saya tinggalkan semuanya. Apotek saya tutup, pekerjaan saya lepas,” ujar Hafid.» Sejak sekitar sembilan tahun lalu, Hafid memilih tinggal di sebuah gubuk sederhana berdinding bambu berukuran sekitar 2×4 meter, di bawah kolong jembatan dekat Bendung Sungai Kalijajar, Kadilangu. Hari-harinya dijalani dengan sederhana. Ia berjalan menuju Masjid Kadilangu untuk beribadah, kemudian melanjutkan perjalanan ke makam Sunan Kalijaga. Selebihnya, ia lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri di tempat tinggalnya sambil membaca Al-Qur’an. Hafid mengaku mampu membaca satu hingga tiga juz Al-Qur’an setiap hari. Meski masih memiliki keluarga besar dan sebuah pondok pesantren di Jember, Hafid mengaku tidak betah tinggal terlalu lama di rumah. Ia merupakan anak tunggal dan memiliki tiga adik angkat yang semuanya merupakan sarjana di bidang kesehatan. Sesekali ia pulang ke Jember. Namun, pada akhirnya Hafid kembali lagi ke Kadilangu. Kisah Hafid mengingatkan kita bahwa di balik kehidupan seseorang yang terlihat sederhana, bisa tersimpan perjalanan hidup yang panjang, penuh pencapaian, sekaligus luka dan kehilangan yang tidak terlihat oleh orang lain. Setiap manusia memiliki cerita. Dan terkadang, kita hanya melihat halaman terakhirnya tanpa pernah tahu seluruh kisah yang telah dilaluinya. #beritaviral
STORY PANDA🐼🐼
Region: ID
Wednesday 30 September 2026 22:46:17 GMT
Music
Download
Comments
Eddy Purwanti :
lha ini kan ada di podcast "sinau Urip" udah lama ini...
2026-10-01 03:32:44
7
Wahyudi Hasan :
BPK itu tandanya TDK memiliki iman yg kuat hakikatnya smua didunia ini milik Alloh. manusia cm dititipi dipinjami diberi begitu jg dgn ank harta kedudukan..KLO sewaktu waktu DiA Yg menitipkan meminta mengambil mestinya Qt iklas manusia lahir tanpa bawa ap apa kmudian oleh Alloh dititipi dgn AP yg ad disekitar Qt JK salah satu dri titipan itu ato smuanya diambil .hrusnya kita iklas .ingat tujuan hidup utk beribadah.malah lebih ringan tanpa beban perjalanan kembali PD Alloh
2026-10-02 03:14:29
26
Tamansari Shop :
Beliau lebih memilih Allah daripada dunia yg penuh sandiwara🤲
2026-10-01 00:48:09
26
FIFI CAN :
anak dan istrinya ke mana
2026-10-02 11:39:41
1
mantanpunya :
pak, ilmu kedokteranmu jk dimanfaatkan byk org, dg biaya terjangkau, bs jd amal ibadah jg pk[Polos]
2026-10-01 00:13:35
100
titinyuyun :
pentingnya menyadari semua yg kita miliki adalah milik Allah
tapi bukan berarti harus terpuruk dalam kesedihan
hidup ini terus berjalan ...kenapa gak manfaatin potensi dg hal yg lebih positif ....bukan larut dlm keterpurukan....
2026-10-01 07:29:18
62
idafaridaarief8 :
ya Allah sedih bacanya.. smoga Allah menyehatkan lahir batinnya sehingga bisa memanfaatkan ilmu nya u orang yg membutuhkannya
2026-10-01 01:06:26
13
user45827109978 :
mencintai manusia sekedarnya saja kalau kehilangan gk jadi setres cinta kepada Allah Azawajla dan Nabi Muhamad boleh sampai cinta mati tapai kalau sama manusia lain istri anak suami itu adalah titipan yg kapan saja bisa dimbil yg maha kuasa
2026-10-01 01:11:27
49
Yayang :
Mas Hafid memilih jalan hidup yg menurutnya lebih indah ketika dia merasa tidak punya apa² di hadapan Allah SWT dan manusia. Saya juga pernah berpikir kalau pensiun dan sudah sendiri (tidak ada sanak keluarga, istri dan anak) pingin jadi pelayan tamu Allah di Masjidil Haram atau Nabawi sebagai tukang bersih² masjid dan melayani tamu Allah mengambilkan air zam zam utk diminum..🥰
2026-10-02 13:58:56
1
Pritas Pritus :
Mas hafid ,masa mudanya ganteng banget, dia memilih jalan hidupnya ke jalan Allah, mikir dunia Konoha penuh dengan tipu tipu
2026-10-01 01:58:40
11
Jackmono :
hidup sebuah perjuangan panjang sampai akhir hayat.. kita tdk tahu endingnya seperti apa hanya Tuhan yag tau....lebih belajar sabar dlm menghadapi kehidipan sehati²dan lebih banyak mendekatkan diri kpd sang penciptanya
2026-10-01 06:28:58
3
wahyugiarti22 :
Dokter THT sangat d butuhkan, Bpk bisa memanfaatkn ilmunya utk menolong yg sakit tpi mungkin Bpk memilih hidup tenang mendekatkn diri pd Alloh memang pilihan hati merasa tenang fokus ber ibadah
2026-10-01 03:35:17
5
martha78 :
Astaga..kenapa ini...hidup bisa berat tapi jangan sampe menghancurkan jiwa dan diri sendiri...
2026-10-01 01:46:50
7
yenny :
ya Allah dokter 😭😭 sy yg kehilangan anak semata wayang alm.dr.gerry Irawan sp.OG.alhamdulilah sy msh diberi kekuatan melanjutkan hidup
2026-10-01 11:05:50
5
Ag SR :
gunakan lah harta mu djln Allah, apakah yg dimaksud dgn harta itu ddlm Al-Qur'an dia adalah jasadmu dgn sgla kemampuan nya oleh itu gunakan sebaik mungkin apa potensi yg diberikan Allah kpd kita semua
2026-10-01 12:27:45
7
Saf :
setiap mental org itu beda2, tdak semua mereka bisa hadapi ujian
2026-10-01 13:43:29
0
Mekanik_Gaul :
mudah mudahan suatu saat nanti pak Hafiz mau memanfaatkan ilmu menolong orang mengalami gangguan pendengaran dg cara itu juga berbuat baik .
jgn terlalu lama larut dlm kesedihan doakan semoga klrga plg duluan menghadap ilahi Allah tempatkan ke dlm sorga.
psk Hafiz harus bangkit hidup harus terus berlanjut smga BPK sehat sll
2026-10-02 00:07:44
0
ana&umi :
nangis aku smg bapak sehat sll
2026-10-01 03:02:44
1
achman wijaya :
bagaimana dgn ilmu nya yg bermanfaat untuk orang banyak bekal dunia Akherat
2026-10-01 01:19:59
5
Reni A Wati :
kita sulit untuk mengucap kata seharusnya.karna kita tidak di posisi dia.seandainya berpikir jernih pasti dia memanfaatkan pendidikannya untuk bangkit,bukan malah tumbang🙏
2026-10-01 13:08:53
1
JUNAKU :
pak tolong kembali jadilah dokter lagi,masih banyak yg membutuhkan bantuan bapak diluar sana🙏
2026-10-01 05:25:12
2
lailli :
harus,a BPK lebih bnyk membantu orng menyembuhkan orang bkn,a Ilmu yg BPK dapet sia" dengan kehilangan BPK hrs,a semangat untuk membantu orang bnyak yg membutuhkan BPK,
2026-10-02 02:11:01
2
achman wijaya :
Pak Dokter kita semua pasti kembali keharibaan Allah cara yg berbeda seperti yg dialami Ibunda Istri juga Ananda Dokter yg ahli surga semoga Pa Dokter bisa mengabdikan diri dgn ilmu keahliannya agar krlak bisa berkumpul kembali di surganya Allah bersama seluruh keluarga besarnya aamiin
2026-10-01 03:19:08
3
Budi Yanto :
Sehrsnya tdk larut semua kehendak Sang Pencipta tetap semangat menjalani sbg seorg dokter membantu pasien yg lemah yg tdk punya di gratiskan krn anda seorg dokter sia2 dong keahlian.jgn larut tetap berbuat untk umat atau masyarakat lbh bermanfaat bkn sebaliknya meeenung takdir tdk baik.ayo berbuat kebaikan selagi kau bisa😭💪
2026-10-02 03:28:50
0
House_2007 :
Kehilangan orang yg kita cintai itu luka terdalam, utk IKHLAS itu berat sekali. Biarlah Hafid menjalani pilihan hidupnya. Beliau tidak merepotkan org lain, Mgk dg pilihan hidup spt itu membuat hatinya tenang.
2026-10-01 20:33:57
1
To see more videos from user @ummaannisa5, please go to the Tikwm
homepage.