@anetadanbrielzebua: #bersamajagoanku🥰

mamaa aneta🥰
mamaa aneta🥰
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 01 October 2026 05:02:47 GMT
69
3
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @anetadanbrielzebua, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Berikut faktor-faktor yang menyebabkan kereta api tidak dapat mengerem mendadak: 1. Panjang dan Berat Rangkaian Kereta Api Hal yang menyebabkan kereta api tidak dapat berhenti mendadak adalah karena panjang dan bobot kereta api. Makin panjang dan berat rangkaiannya, maka jarak yang dibutuhkan kereta api untuk dapat benar-benar berhenti akan semakin panjang. Di Indonesia, rata-rata 1 rangkaian kereta penumpang terdiri dari 8-12 kereta (gerbong) dengan bobot mencapai 600 ton, belum termasuk penumpang dan barang bawaannya. Dengan kondisi tersebut, maka akan dibutuhkan energi yang besar untuk membuat rangkaian kereta api berhenti. 2. Sistem Pengereman Pengereman yang dipakai pada kereta api di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem jenis rem udara. Cara kerjanya adalah dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman terjadi. Saat masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara tadi akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda dan membuat friksi pada roda. Friksi ini yang akan membuat kereta berhenti. Walaupun kereta api telah dilengkapi dengan rem darurat, rem ini tetap tidak bisa berhenti mendadak. Rem ini hanya menghasilkan lebih banyak energi dan tekanan udara yang lebih besar untuk menghentikan kereta lebih cepat.  Jadi, meskipun masinis telah melihat ada yang menerobos palang kereta, selanjutnya melakukan proses pengereman, maka tetap akan membutuhkan suatu jarak pengereman agar benar – benar berhenti. Hal inilah yang nantinya menyebabkan kejadian tabrakan, apabila jarak pengereman tidak terpenuhi. Adapun faktor yang berpengaruh pada jarak pengereman yaitu: 1. Kecepatan kereta api. Semakin tinggi kecepatan kereta api, maka semakin panjang jarak pengereman. 2. Kemiringan/lereng (gradient) jalan rel (datar, menurun, atau tanjakan). 3. Persentase pengereman yang diindikasikan dengan besarnya gaya rem. 4. Jenis kereta api (kereta penumpang/barang). 5. Jenis rem (blok komposit/blok besi cor). 6. Kondisi cuaca. 7. Dan berbagai faktor tekhnis lainnya. Jika tekanan dilepaskan secara tiba-tiba, maka akan menyebabkan pengereman yang tidak seragam, sehingga rem bekerja lebih dulu dari titik keluarnya udara. Pengereman yang tidak seragam dapat menyebabkan kereta atau rangkaian tergelincir, terseret, bahkan terguling.  #tiktok?pelit?fyp #srfdd⚡ #kawanrailfans🎭 #keretaapiindonesia #fypシ
Berikut faktor-faktor yang menyebabkan kereta api tidak dapat mengerem mendadak: 1. Panjang dan Berat Rangkaian Kereta Api Hal yang menyebabkan kereta api tidak dapat berhenti mendadak adalah karena panjang dan bobot kereta api. Makin panjang dan berat rangkaiannya, maka jarak yang dibutuhkan kereta api untuk dapat benar-benar berhenti akan semakin panjang. Di Indonesia, rata-rata 1 rangkaian kereta penumpang terdiri dari 8-12 kereta (gerbong) dengan bobot mencapai 600 ton, belum termasuk penumpang dan barang bawaannya. Dengan kondisi tersebut, maka akan dibutuhkan energi yang besar untuk membuat rangkaian kereta api berhenti. 2. Sistem Pengereman Pengereman yang dipakai pada kereta api di Indonesia pada umumnya menggunakan sistem jenis rem udara. Cara kerjanya adalah dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman terjadi. Saat masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara tadi akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda dan membuat friksi pada roda. Friksi ini yang akan membuat kereta berhenti. Walaupun kereta api telah dilengkapi dengan rem darurat, rem ini tetap tidak bisa berhenti mendadak. Rem ini hanya menghasilkan lebih banyak energi dan tekanan udara yang lebih besar untuk menghentikan kereta lebih cepat. Jadi, meskipun masinis telah melihat ada yang menerobos palang kereta, selanjutnya melakukan proses pengereman, maka tetap akan membutuhkan suatu jarak pengereman agar benar – benar berhenti. Hal inilah yang nantinya menyebabkan kejadian tabrakan, apabila jarak pengereman tidak terpenuhi. Adapun faktor yang berpengaruh pada jarak pengereman yaitu: 1. Kecepatan kereta api. Semakin tinggi kecepatan kereta api, maka semakin panjang jarak pengereman. 2. Kemiringan/lereng (gradient) jalan rel (datar, menurun, atau tanjakan). 3. Persentase pengereman yang diindikasikan dengan besarnya gaya rem. 4. Jenis kereta api (kereta penumpang/barang). 5. Jenis rem (blok komposit/blok besi cor). 6. Kondisi cuaca. 7. Dan berbagai faktor tekhnis lainnya. Jika tekanan dilepaskan secara tiba-tiba, maka akan menyebabkan pengereman yang tidak seragam, sehingga rem bekerja lebih dulu dari titik keluarnya udara. Pengereman yang tidak seragam dapat menyebabkan kereta atau rangkaian tergelincir, terseret, bahkan terguling. #tiktok?pelit?fyp #srfdd⚡ #kawanrailfans🎭 #keretaapiindonesia #fypシ

About