@muhadlorohpp.alanwar: Seorang ahli fikih tidak hanya beribadah, tetapi memahami hukum Allah sehingga dapat membedakan antara yang benar dan yang keliru, serta membimbing orang lain agar tidak terjerumus dalam kesalahan. Karena itu, keberadaan orang berilmu dapat menjadi penghalang yang kuat bagi upaya Iblis menyesatkan manusia. #quotesislam #kalamulama #santrisarang #jumatmubarakah #quotes

Muhadloroh PP. Al-Anwar Sarang
Muhadloroh PP. Al-Anwar Sarang
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 01 October 2026 10:45:00 GMT
3799
438
3
20

Music

Download

Comments

sudarmin637
Sudarmin637 :
hebat
2026-10-01 13:37:25
0
ummi06alifah
UmmiAlifa :
masyaallah semoga selalu dalam lindungan Allah kyai
2026-10-01 14:17:32
0
fathularifin699
f7LHL :
حفظ الله ورعاه
2026-10-01 14:24:58
0
To see more videos from user @muhadlorohpp.alanwar, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

CIRI-CIRI SEORANG MUJAHID By. Satria Hadi Lubis SIAPA itu mujahid? Mujahid adalah orang yang bersungguh-sungguh berjuang di jalan Allah, terutama berjuang menundukkan dirinya agar taat kepada-Nya. Rasulullah saw bersabda: “Mujahid adalah orang yang berjihad melawan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi) Mengapa kita perlu menjadi mujahid? Karena hidup memang penuh dengan perjuangan. Ada hawa nafsu yang harus dikendalikan, dosa yang harus ditinggalkan, kemalasan yang harus dilawan, dan ketaatan yang harus dipertahankan. Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-'Ankabut: 69) Lalu apa cirinya? Pertama, bersungguh-sungguh memperbaiki diri. Ketika salah, ia segera memperbaiki diri. Kedua, mampu melawan hawa nafsu. Ia tidak selalu mengikuti apa yang diinginkan dirinya. Ketiga, tidak mudah menyerah. Jatuh dalam dosa tidak membuatnya berhenti bertaubat. Keempat, sabar dalam ketaatan. Ia tetap beribadah meskipun tidak selalu mudah. Kelima, berani meninggalkan maksiat. Ia memilih keridhaan Allah daripada kesenangan sesaat. Keenam, suka berkorban untuk kebaikan. Waktu, tenaga, harta, dan ilmunya digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Ketujuh, istiqamah sampai akhir. Ia terus berjuang sampai akhir hayat, meskipun perlahan dan berkali-kali jatuh. Mujahid tidak harus berada di medan perang. Seorang ayah yang mencari nafkah halal, ibu yang mendidik anak, pemuda yang menjaga diri dari maksiat, mahasiswa yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu, dan muslim yang berdakwah dan membina juga dapat menjadi orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allah. Mujahid bukan orang yang hidupnya bersenang-senang. Bukan pula tidak pernah jatuh. Mujahid adalah orang yang setiap kali jatuh, ia bangkit kembali karena Allah.  Maka jangan bertanya, “Apa yang bisa saya dapat dari perjuangan ini?” karena itu pasti didapatkan. Antara lain, berupa petunjuk Allah, kuat menghadapi godaan, terlatih bersabar, memperoleh pahala besar, semakin dekat kepada Allah, dan bahagia karena berada di jalan yang lurus.  Namun tanyakan: “Apa yang bisa saya perjuangkan hari ini demi mendapatkan kebahagiaan dan ridha Allah SWT?” t.me/satriahadilubis
CIRI-CIRI SEORANG MUJAHID By. Satria Hadi Lubis SIAPA itu mujahid? Mujahid adalah orang yang bersungguh-sungguh berjuang di jalan Allah, terutama berjuang menundukkan dirinya agar taat kepada-Nya. Rasulullah saw bersabda: “Mujahid adalah orang yang berjihad melawan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi) Mengapa kita perlu menjadi mujahid? Karena hidup memang penuh dengan perjuangan. Ada hawa nafsu yang harus dikendalikan, dosa yang harus ditinggalkan, kemalasan yang harus dilawan, dan ketaatan yang harus dipertahankan. Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-'Ankabut: 69) Lalu apa cirinya? Pertama, bersungguh-sungguh memperbaiki diri. Ketika salah, ia segera memperbaiki diri. Kedua, mampu melawan hawa nafsu. Ia tidak selalu mengikuti apa yang diinginkan dirinya. Ketiga, tidak mudah menyerah. Jatuh dalam dosa tidak membuatnya berhenti bertaubat. Keempat, sabar dalam ketaatan. Ia tetap beribadah meskipun tidak selalu mudah. Kelima, berani meninggalkan maksiat. Ia memilih keridhaan Allah daripada kesenangan sesaat. Keenam, suka berkorban untuk kebaikan. Waktu, tenaga, harta, dan ilmunya digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Ketujuh, istiqamah sampai akhir. Ia terus berjuang sampai akhir hayat, meskipun perlahan dan berkali-kali jatuh. Mujahid tidak harus berada di medan perang. Seorang ayah yang mencari nafkah halal, ibu yang mendidik anak, pemuda yang menjaga diri dari maksiat, mahasiswa yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu, dan muslim yang berdakwah dan membina juga dapat menjadi orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allah. Mujahid bukan orang yang hidupnya bersenang-senang. Bukan pula tidak pernah jatuh. Mujahid adalah orang yang setiap kali jatuh, ia bangkit kembali karena Allah. Maka jangan bertanya, “Apa yang bisa saya dapat dari perjuangan ini?” karena itu pasti didapatkan. Antara lain, berupa petunjuk Allah, kuat menghadapi godaan, terlatih bersabar, memperoleh pahala besar, semakin dekat kepada Allah, dan bahagia karena berada di jalan yang lurus. Namun tanyakan: “Apa yang bisa saya perjuangkan hari ini demi mendapatkan kebahagiaan dan ridha Allah SWT?” t.me/satriahadilubis

About