@fisabilillaah_ruddisam: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 𝗦𝗬𝗨𝗕𝗛𝗔𝗧 𝗣𝗔𝗞 𝗦𝗢𝗠𝗔𝗗 (𝗨𝗔𝗦) 𝗧𝗘𝗡𝗧𝗔𝗡𝗚 𝗔𝗡𝗝𝗨𝗥𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗥𝗔𝗬𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗠𝗔𝗨𝗟𝗜𝗗 𝗡𝗔𝗕𝗜 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗚𝗔𝗜 𝗦𝗨𝗡𝗡𝗔𝗛, 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗔𝗪𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗥𝗜𝗪𝗔𝗬𝗔𝗧 𝗠𝗨𝗥𝗦𝗔𝗟 𝗕𝗘𝗥𝗨𝗣𝗔 𝗦𝗘𝗕𝗨𝗔𝗛 𝗠𝗜𝗠𝗣𝗜 𝗕𝗔𝗛𝗪𝗔 𝗔𝗕𝗨 𝗟𝗔𝗛𝗔𝗕 𝗗𝗜𝗕𝗘𝗕𝗔𝗦𝗞𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗡𝗘𝗥𝗔𝗞𝗔 𝗦𝗘𝗧𝗜𝗔𝗣 𝗛𝗔𝗥𝗜 𝗦𝗘𝗡𝗜𝗡 𝗞𝗔𝗥𝗘𝗡𝗔 𝗦𝗘𝗠𝗔𝗦𝗔 𝗛𝗜𝗗𝗨𝗣𝗡𝗬𝗔 𝗕𝗘𝗥𝗚𝗘𝗠𝗕𝗜𝗥𝗔 𝗔𝗧𝗔𝗦 𝗞𝗘𝗟𝗔𝗛𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗡𝗔𝗕𝗜 ﷺ SYUBHAT UAS MENUKIL 👇 PERKATAAN IMAM AL HAFIDZ AL-MAQDISI 👇 MEMAKNAI DALIL SESUAI HAWA NAFSU 👇 DIBANTAH SECARA ILMIAH 👇 OLEH USTADZ MUHTAROM 👇 MENUKIL PERKATAAN EMAS ATSAR IBNU MAS'UD 👇 DITELITI, DISUSUN & DIPUBLIKASIKAN OLEH 👇 Penulis ( نَاصِرُ الدِّينِ ) 🆘 𝑴𝒆𝒏𝒈𝒈𝒖𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒊𝒎𝒑𝒊 𝑨𝒃𝒖 𝑳𝒂𝒉𝒂𝒃 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒂𝒊 𝒉𝒖𝒋𝒋𝒂𝒉 𝒑𝒆𝒏𝒔𝒚𝒂𝒓𝒊𝒂𝒕𝒂𝒏 𝑴𝒂𝒖𝒍𝒊𝒅 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒆𝒕𝒐𝒅𝒆 𝒊𝒔𝒕𝒊𝒅𝒍𝒂𝒍 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒓𝒖𝒔𝒂𝒌. 𝑹𝒊𝒘𝒂𝒚𝒂𝒕 𝒊𝒕𝒖 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒃𝒅𝒂 𝑵𝒂𝒃𝒊 ﷺ, 𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒔𝒆𝒃𝒖𝒕 𝒎𝒖𝒓𝒔𝒂𝒍, 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒎𝒃𝒂𝒉𝒂𝒏 ‘𝒔𝒆𝒕𝒊𝒂𝒑 𝑺𝒆𝒏𝒊𝒏’ 𝒃𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒓𝒆𝒅𝒂𝒌𝒔𝒊 𝑺𝒉𝒂𝒉𝒊𝒉 𝒂𝒍-𝑩𝒖𝒌𝒉𝒂𝒓𝒊. 𝑨𝒈𝒂𝒎𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒊𝒃𝒂𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒅𝒊𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒊𝒎𝒑𝒊. Dalam video tersebut, Pak Somad membawakan kisah Abu Lahab sebagai dalil untuk menguatkan anjuran merayakan kelahiran Nabi ﷺ. Inti argumentasinya: Abu Lahab yang kafir saja disebut mendapat keringanan azab setiap hari Senin karena bergembira atas kelahiran Nabi ﷺ, maka seorang muslim yang bergembira dengan kelahiran Nabi ﷺ dianggap lebih pantas mendapatkan kebaikan. Namun ketika riwayat tersebut ditahqiq, ternyata ada persoalan mendasar. Dalam Shahih al-Bukhari memang terdapat riwayat dari ‘Urwah tentang Tsuwaibah dan kabar bahwa Abu Lahab terlihat setelah kematiannya. Akan tetapi kabar tersebut adalah 𝗿𝗶𝘄𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗺𝘂𝗿𝘀𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗽𝗮 𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶, bukan sabda Rasulullah ﷺ. Lebih penting lagi, lafaz dalam Shahih al-Bukhari 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 bahwa Abu Lahab dibebaskan dari neraka setiap hari Senin karena bergembira atas kelahiran Nabi ﷺ. Rincian “setiap hari Senin” dan pengaitan langsung dengan kegembiraan atas kelahiran Nabi ﷺ berasal dari nukilan-nukilan lain dan bukan hadits marfu‘ shahih dari Rasulullah ﷺ. Maka sebuah mimpi, terlebih lagi riwayat yang mursal, tidak dapat dijadikan dasar untuk menetapkan suatu ibadah khusus yang tidak pernah disyariatkan oleh Rasulullah ﷺ. ✅ 𝗡𝗜𝗔𝗧 𝗕𝗔𝗜𝗞 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗖𝗨𝗞𝗨𝗣 Di sinilah bantahan Ustadz Muhtarom menjadi sangat relevan. Beliau menjelaskan bahwa seseorang bisa saja benar-benar berniat baik. Orang yang melakukan maulid, manaqib, atau amalan tertentu bisa saja merasa sedang mencintai Rasulullah ﷺ dan menginginkan pahala. Namun dalam ibadah tidak cukup hanya dengan niat baik. 𝗡𝗶𝗮𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗯𝗮𝗱𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 ﷺ. Ustadz Muhtarom kemudian membawakan atsar Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه. Ketika suatu kelompok ditegur karena membuat tata cara dzikir tertentu, mereka berkata: وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلَّا الْخَيْرَ “Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman, kami tidak menginginkan kecuali kebaikan.” Ibnu Mas‘ud رضي الله عنه menjawab: وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ 𝗕𝗲𝘁𝗮𝗽𝗮 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗶𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻, 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮. Inilah pelajarannya: niat baik saja tidak cukup apabila cara ibadahnya tidak sesuai tuntunan. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ 𝗕𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗮𝘁𝘂 𝗮𝗺𝗮𝗹𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘀𝗻𝘆𝗮, 𝗺𝗮𝗸𝗮 𝗮𝗺𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝘁𝗲𝗿𝘁𝗼𝗹𝗮𝗸. HR. Muslim. Beliau ﷺ juga memerintahkan umatnya untuk berpegang kepada sunnah dan menjauhi perkara baru dalam agama. #syubhatmaulid #syubhatuas #uas #dalilmimpi #mimpiabulahab @semua @pengikut

pegang_teguh_sunnah
pegang_teguh_sunnah
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 02 October 2026 00:13:17 GMT
3166
63
2
2

Music

Download

Comments

julan_syahid
KaitoKid :
Tinggal liat di google imam yg dibilang si Uas itu. Gak ad pernyataannya sperti yg disampaikan kok. Ntah dpat dri mana dia
2026-10-02 02:15:33
0
suhen.irandi
Suhen Irandi :
ini subhat Wahabi yaaa
2026-10-02 00:44:52
1
To see more videos from user @fisabilillaah_ruddisam, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About