@betsis27: #ethiopian_tik_tok🇪🇹🇪🇹🇪🇹🇪🇹 #eritreantiktok🇪🇷🇪🇷habesha #fitsumfiseha

betsis🌸
betsis🌸
Open In TikTok:
Region: ET
Friday 02 October 2026 07:21:33 GMT
215487
22232
195
1817

Music

Download

Comments

nu_mark2779
mark :
ቀጣይ
2026-10-03 04:40:43
2
bini.shewa.love
ቢኒ ከሸዋ :
ፈጣሪዬ እንዳንች ያለ አፍቃሪ ቢሰጠኝ
2026-10-03 03:51:37
45
user4500690081913
Adelew የናቴ ናፋቂ :
ዋው አይ ፍቅር
2026-10-03 00:48:28
5
melayane2
MELAYANE CITY 😏 :
አረ የታደለ ልጅ ነዉ ወላሂ
2026-10-03 04:36:49
19
user5663784676188
fkkd :
ቀጣይ ክፍል
2026-10-03 01:15:26
6
user76174957992844
user76174957992844 :
እግዚአብሔር ፍቅር ከሙሉ ጤና ያድላችሁ በቤቱ ያፅናቸህ
2026-10-03 05:48:38
10
cfppq
Abiy 12 16 19 :
ቀጣዩን ንገሪን ።
2026-10-02 20:59:52
7
user0946914013
ራስታው :
2
2026-10-02 18:28:03
4
user4735303536133
ያ ሞ ሬ ገ ድ ስ :
ንፁ ፍቅረኛ
2026-10-03 02:12:09
4
minte.man162
Minte Man📸 :
እኔነኝ እኮ😳
2026-10-02 16:41:56
22
fasilwubshet2121
fasilwubshet2121 :
ማን ይላታል እዴ? ዋ
2026-10-02 16:21:27
4
henokmequannit
Henok :
ቀጣይ
2026-10-02 16:44:08
3
temesgen.beleye
ሰዉ አጥቶ ከማዬዉ አግኝቶ ይርሳኝ :
እኔንም እንዴዚህ ነበር ያዴረነኝ😭😭😭😭
2026-10-03 02:12:44
3
temu_man11
TEMU ከ ግዳን❣️❣️ :
ተስለን ቀረን
2026-10-04 16:51:38
3
user3598509803029
ADU ARSENAL :
Maramin uuuuuuuffff yene Maar inem Zendiro Fikir yizognal min lihun min larg uuuuuuuffff
2026-10-02 13:46:58
3
user7933502585383
Wondimu Lema :
መጨርሽውን።ማወቅ።እፍልጋለሁ
2026-10-03 06:41:50
2
user60297792174213
jon :
ያቺው ይገርማል እውነት በአውን ሠአት ለጥቅም እጂ ለፍቅር የሚሔድ ገጥሞኝ አያቅም
2026-10-03 09:09:53
4
user3578161395499
Sele :
222222
2026-10-03 20:15:50
1
4bdul4z3z7
𝐀ᵃ𝐳𝖎𝐳𝖚🕸️ :
This love is the love of the era of the *The 90s*😁
2026-11-05 22:21:54
1
user1175926914447
ከድር :
ከዛስመጨርሻውምንሆነ
2026-10-02 23:55:48
3
user4500690081913
Adelew የናቴ ናፋቂ :
ቀጣይ ንገሪን
2026-10-03 00:48:53
2
user6918118132524
የ gha ክታብ :
እኔ ፩ ሳምንት ብጠፋ ሌላ ጠብሳ አገኘውት
2026-10-05 07:14:22
1
misaw.ashagre38ga
misaw ashagre38gamil.com :
በእውነት የፍቅር ሰውነሽ ስለሱ እኔም ወደድኩሽ
2026-10-07 19:35:01
1
workumern
workumern :
wow
2026-10-02 20:28:50
1
mele0915687865
Melese :
Part2
2026-10-03 00:45:39
1
To see more videos from user @betsis27, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About