@aboutmaxx: un struggle dont on ne parle pas assez : L’ACNÉ SUR LE CORPS 🥲 @Ducray #bodyacne #acnetreatment #backacne #acneproneskin #ducray *produit offert

max
max
Open In TikTok:
Region: CA
Friday 02 October 2026 10:27:46 GMT
7758
351
8
19

Music

Download

Comments

savannah.guindon
Savannah Guindon :
I need j’ai tellement de boutons dans le dos à cause de l’entraînement et la sueur🥹
2026-10-03 16:06:01
2
fern.royconter
Fern✨ :
BIN LA le fait que c un spray is AMAZING
2026-10-02 23:06:38
2
gabyy.fortin
Gabyy :
OMGG je cours l’acheter 😙
2026-10-02 14:23:59
1
ducray
Ducray :
💙
2026-10-02 10:37:02
2
To see more videos from user @aboutmaxx, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dari awal sebenarnya aku sudah tahu, Mas. Kamu tidak pernah benar-benar memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Kamu sudah mengambil keputusanmu bahkan sebelum aku sempat mengutarakan apa yang ada di dalam kepalaku. Seolah semua yang ingin kusampaikan sudah tidak lagi penting. Seolah apa pun yang akan kukatakan tidak akan mengubah keputusanmu. Dan mungkin memang benar. Mungkin sejak awal hatimu sudah benar-benar pergi jauh sebelum tubuhmu meninggalkanku. Aku hanya terlambat menyadarinya. Banyak sekali kalimat yang ingin kusampaikan waktu itu. Banyak penjelasan yang ingin kuberikan. Banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan. Tapi semuanya berhenti di tenggorokan. Karena aku melihat tatapanmu sudah berbeda. Tatapan yang dulu selalu penuh keyakinan, hari itu terasa begitu asing. Tatapan yang dulu membuatku tenang, hari itu justru membuatku sadar kalau aku sedang kehilangan seseorang yang sangat kucintai. Jujur, waktu itu aku ingin egois. Aku ingin memintamu tetap tinggal. Aku ingin memohon agar kita mencoba sekali lagi. Aku ingin memintamu mengingat delapan tahun yang sudah kita lewati bersama. Aku ingin mengingatkanmu tentang semua mimpi yang pernah kita bangun. Tapi di sisi lain... Aku juga bertanya pada diriku sendiri. Bagaimana dengan perasaanmu? Bagaimana kalau memang kamu sudah benar-benar lelah? Bagaimana kalau bertahan denganku justru membuatmu semakin tidak bahagia? Bukankah mencintai juga berarti belajar melepaskan ketika seseorang sudah tidak ingin tinggal? Karena itulah aku memilih diam. Bukan karena aku menyerah. Tapi karena aku sadar, cinta tidak bisa dipaksa. Aku tidak mungkin memaksa seseorang mencintaiku kalau hatinya sudah memilih arah yang lain. Meski begitu, bukan berarti aku tidak hancur. Aku hancur, Mas. Sangat hancur. Sampai aku tidak lagi mengenali diriku sendiri. Yang paling sulit bukan menerima kalau kita berpisah. Yang paling sulit adalah melihatmu baik-baik saja setelah semuanya selesai. Aku melihatmu tetap tertawa. Tetap berkumpul dengan teman-temanmu. Tetap menjalani hidupmu seperti biasa. Sedangkan aku... Aku seperti kehilangan arah. Aku berusaha menyusun hidupku dari awal. Aku belajar bernapas lagi di tengah sesaknya kehilangan. Aku belajar tersenyum meski rasanya kosong. Aku belajar menerima kenyataan yang setiap hari masih terasa seperti mimpi buruk. Kadang aku bertanya dalam hati. Apa benar hanya aku yang merasa kehilangan? Apa benar hanya aku yang menangisi semua ini? Apa tidak ada satu malam pun ketika kamu terbangun lalu mengingatku? Apa tidak ada sedikit rasa sesak saat kamu sadar kita benar-benar selesai? Atau memang sejak awal kamu sudah mempersiapkan semuanya? Karena dari yang kulihat, kamu seperti tidak pernah terbebani. Seolah-olah yang berakhir hanyalah sebuah cerita singkat. Padahal bagiku... Yang berakhir adalah sebagian hidupku. -Har
Dari awal sebenarnya aku sudah tahu, Mas. Kamu tidak pernah benar-benar memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Kamu sudah mengambil keputusanmu bahkan sebelum aku sempat mengutarakan apa yang ada di dalam kepalaku. Seolah semua yang ingin kusampaikan sudah tidak lagi penting. Seolah apa pun yang akan kukatakan tidak akan mengubah keputusanmu. Dan mungkin memang benar. Mungkin sejak awal hatimu sudah benar-benar pergi jauh sebelum tubuhmu meninggalkanku. Aku hanya terlambat menyadarinya. Banyak sekali kalimat yang ingin kusampaikan waktu itu. Banyak penjelasan yang ingin kuberikan. Banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan. Tapi semuanya berhenti di tenggorokan. Karena aku melihat tatapanmu sudah berbeda. Tatapan yang dulu selalu penuh keyakinan, hari itu terasa begitu asing. Tatapan yang dulu membuatku tenang, hari itu justru membuatku sadar kalau aku sedang kehilangan seseorang yang sangat kucintai. Jujur, waktu itu aku ingin egois. Aku ingin memintamu tetap tinggal. Aku ingin memohon agar kita mencoba sekali lagi. Aku ingin memintamu mengingat delapan tahun yang sudah kita lewati bersama. Aku ingin mengingatkanmu tentang semua mimpi yang pernah kita bangun. Tapi di sisi lain... Aku juga bertanya pada diriku sendiri. Bagaimana dengan perasaanmu? Bagaimana kalau memang kamu sudah benar-benar lelah? Bagaimana kalau bertahan denganku justru membuatmu semakin tidak bahagia? Bukankah mencintai juga berarti belajar melepaskan ketika seseorang sudah tidak ingin tinggal? Karena itulah aku memilih diam. Bukan karena aku menyerah. Tapi karena aku sadar, cinta tidak bisa dipaksa. Aku tidak mungkin memaksa seseorang mencintaiku kalau hatinya sudah memilih arah yang lain. Meski begitu, bukan berarti aku tidak hancur. Aku hancur, Mas. Sangat hancur. Sampai aku tidak lagi mengenali diriku sendiri. Yang paling sulit bukan menerima kalau kita berpisah. Yang paling sulit adalah melihatmu baik-baik saja setelah semuanya selesai. Aku melihatmu tetap tertawa. Tetap berkumpul dengan teman-temanmu. Tetap menjalani hidupmu seperti biasa. Sedangkan aku... Aku seperti kehilangan arah. Aku berusaha menyusun hidupku dari awal. Aku belajar bernapas lagi di tengah sesaknya kehilangan. Aku belajar tersenyum meski rasanya kosong. Aku belajar menerima kenyataan yang setiap hari masih terasa seperti mimpi buruk. Kadang aku bertanya dalam hati. Apa benar hanya aku yang merasa kehilangan? Apa benar hanya aku yang menangisi semua ini? Apa tidak ada satu malam pun ketika kamu terbangun lalu mengingatku? Apa tidak ada sedikit rasa sesak saat kamu sadar kita benar-benar selesai? Atau memang sejak awal kamu sudah mempersiapkan semuanya? Karena dari yang kulihat, kamu seperti tidak pernah terbebani. Seolah-olah yang berakhir hanyalah sebuah cerita singkat. Padahal bagiku... Yang berakhir adalah sebagian hidupku. -Har

About