Muhammad khalif :
aku menyulam rindu pada kerlipan bintang, menautkan seraut wajah pada keelokan wajah bulan, menuliskan sajak-sajak meratap dibawah payungan kenang,
engkau adalah sebuah nama yang menjadi jantung atas ribuan puisi, menjadi tujuan atas ratusan do'a yang kulangitkan, dan engkau adalah alasan aku menyetubuhi sepi di ranjang malam,
dirimu adalah sebutir rindu yang tertancap didalam hati, menyakiti namun kunikmati, aku masih percaya pada qodho yang tetap menjadi rahasia yang belum tertulis, berharap engkau mematahkan sayapmu untuk ta lagi pergi, diam dan menua menantikan kematian sebagai puncak kehidupan,
aku hanyalah pujangga yang merapal namamu menjadi sebuah sajak harap di rahim waktu, menyampaikan pada semesta perihal cinta yang sempat patah namun bertahan tanpa menyerah,
aku berharap takdir membawamu datang, hingga aku menyelesaikan sajak yang belum sempat usai, dan namamu, menjadi diksi Paling Indah dari sajak yang terlahir dari rahim jiwa, bukan hanya sebagai cinta, tapi juga puncak dari berkah yang dicipratkan Tuhan pada raga yang penuh luka,
2026-10-02 16:52:28