@full.lewani641:

d 🇸🇭🇸🇭🇸🇭Nae🌉🗼🗼🧳🗺️🌐
d 🇸🇭🇸🇭🇸🇭Nae🌉🗼🗼🧳🗺️🌐
Open In TikTok:
Region: PK
Friday 02 October 2026 16:32:10 GMT
871
76
4
1

Music

Download

Comments

user505125243
Abdul Wahab :
[Heartwarming][Heartwarming][Heartwarming]
2026-10-03 03:58:22
0
user505125243
Abdul Wahab :
[Like][Like][Like]
2026-10-03 03:58:17
0
wali.khan5786
Wali Khan :
💔💔💔
2026-10-03 03:33:20
0
rayaz.khan.5555
Rayaz Khan 5555 :
♥️♥️♥️
2026-10-02 18:41:45
1
To see more videos from user @full.lewani641, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MOON LEGEND 01 : Saat itu adalah tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Thang Ming Huang (XuanZhang /Xuanzong) Menurut legenda, pada suatu tahun pada bulan 8 tahun imlek tanggal 15 malam, Kaisar Thang Ming Huang (XuanZhang ) berjalan-jalan di taman istana. Ditemani seorang pendeta Tao bernama Lo Kung Yuen, dia memandang ke langit, tak sengaja mulutnya berucap, alangkah indahnya, bila dapat berjalan-jalan ke bulan. Si Pendeta Tao Sembari mengarahkan tongkat saktinya ke bulan, ia berkata bahwa hal tersebut amat lah gampang. pendeta Tao itu melemparkan tongkatnya ke angkasa, dan tongkat itu kemudian berubah menjadi sebuah jembatan perak raksasa yang memanjang ke atas sampai ke bulan, maka naiklah mereka berdua ke bulan dengan menggunakan jembatan langit. Mendekati bulan, mereka sampai di depan gerbang dari sebuah kota yang besar. Ini, kata pendeta Suci Tao, adalah Istana Bulan.  Keindahan alam di bulan, tidak ada bandingnya dengan semua tempat di muka bumi (kala itu). Terlihat dewi-dewi cantik menari diiringi alunan musik dengan syair yang indah dan merdu. Di Istana Bulan, para bidadari yang cantik sedang menari. Beberapa sedang menunggangi burung putih ajaib sementara yang lain sedang memainkan alat musik dan menari di sebuah halaman luas yang dikelilingi oleh tumbuhan hijau.   “Pakain apa yang mereka kenakan itu?” Xuanzong bertanya pada pendeta Tao senior. “Itu disebut ‘Rok Pelangi, Mantel Bulu’.” Jawab pendeta Tao. “Mereka sedang memainkan lagu yang berjudul ‘Melodi Awan Ungu’.” Xuanzong menghafal melodi ini dalam ingatannya.  Segera kunjungan singkat mereka berakhir, dan pendeta Tao serta Xuanzong turun kembali ke bumi, ke halaman istana di ibu kota negara Chang’an. Di sana, masih malam hari yang terang disinari cahaya rembulan, Xuanzong nyaris bisa mendengar nada lagu yang dimainkan oleh bidadari yang menari. Dia segera menghafal musik dan tarian yang dilihatnya. Belum lama mengagumi keindahan tersebut, tiba-tiba saja tertiup angin yang sangat kencang disertai kilat yang menyambar. Menghindari hujan, sang kaisar berlari mencari tempat berteduh, saat berlari itulah dia terpeleset dan jatuh. Ternyata, yang dialami kaisar hanyalah mimpi, namun seperti tampak nyata.  Agar tak lupa akan kejadian itu, kaisar segera mencatat syair yang didengarnya dalam mimpi dan dinyanyikan oleh dewi-dewi di bulan
MOON LEGEND 01 : Saat itu adalah tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Thang Ming Huang (XuanZhang /Xuanzong) Menurut legenda, pada suatu tahun pada bulan 8 tahun imlek tanggal 15 malam, Kaisar Thang Ming Huang (XuanZhang ) berjalan-jalan di taman istana. Ditemani seorang pendeta Tao bernama Lo Kung Yuen, dia memandang ke langit, tak sengaja mulutnya berucap, alangkah indahnya, bila dapat berjalan-jalan ke bulan. Si Pendeta Tao Sembari mengarahkan tongkat saktinya ke bulan, ia berkata bahwa hal tersebut amat lah gampang. pendeta Tao itu melemparkan tongkatnya ke angkasa, dan tongkat itu kemudian berubah menjadi sebuah jembatan perak raksasa yang memanjang ke atas sampai ke bulan, maka naiklah mereka berdua ke bulan dengan menggunakan jembatan langit. Mendekati bulan, mereka sampai di depan gerbang dari sebuah kota yang besar. Ini, kata pendeta Suci Tao, adalah Istana Bulan. Keindahan alam di bulan, tidak ada bandingnya dengan semua tempat di muka bumi (kala itu). Terlihat dewi-dewi cantik menari diiringi alunan musik dengan syair yang indah dan merdu. Di Istana Bulan, para bidadari yang cantik sedang menari. Beberapa sedang menunggangi burung putih ajaib sementara yang lain sedang memainkan alat musik dan menari di sebuah halaman luas yang dikelilingi oleh tumbuhan hijau. “Pakain apa yang mereka kenakan itu?” Xuanzong bertanya pada pendeta Tao senior. “Itu disebut ‘Rok Pelangi, Mantel Bulu’.” Jawab pendeta Tao. “Mereka sedang memainkan lagu yang berjudul ‘Melodi Awan Ungu’.” Xuanzong menghafal melodi ini dalam ingatannya. Segera kunjungan singkat mereka berakhir, dan pendeta Tao serta Xuanzong turun kembali ke bumi, ke halaman istana di ibu kota negara Chang’an. Di sana, masih malam hari yang terang disinari cahaya rembulan, Xuanzong nyaris bisa mendengar nada lagu yang dimainkan oleh bidadari yang menari. Dia segera menghafal musik dan tarian yang dilihatnya. Belum lama mengagumi keindahan tersebut, tiba-tiba saja tertiup angin yang sangat kencang disertai kilat yang menyambar. Menghindari hujan, sang kaisar berlari mencari tempat berteduh, saat berlari itulah dia terpeleset dan jatuh. Ternyata, yang dialami kaisar hanyalah mimpi, namun seperti tampak nyata. Agar tak lupa akan kejadian itu, kaisar segera mencatat syair yang didengarnya dalam mimpi dan dinyanyikan oleh dewi-dewi di bulan

About