@ourhearts30:

🫀
🫀
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 03 October 2026 03:49:05 GMT
337851
90162
202
3613

Music

Download

Comments

usernametmra
✭ :
" memang tidak abadi, namun aku yang mengabadikannya "
2026-10-03 03:58:16
829
mu.1112
Mu. :
⦸ 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯
2026-10-03 06:54:15
175
jarr_skibidi_14
j4rr :
ga enak liat dia bercanda sm yg lain 😹😂
2026-10-05 08:29:38
58
annngggita
gita :
wkwkwk
2026-10-04 01:53:43
44
f.abcdes
abcdeftriii :
hari ini aku ulang tahunnn ucapin dong guysss biar g nangis terus, soalnya cowoku g ngucapin sama sekali😊
2026-10-04 04:19:45
23
adndaa13__
abelle :
dia yang salah, tapi aku yang minta maaf dann ngebujukk 😁
2026-10-03 17:59:10
44
rsmaasulisss
risss🍃 :
kalo pada akhirnya gabisa bersama kenapa harus di pertemukan?
2026-10-03 07:01:16
36
aldsptra04
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
2026-10-03 05:19:44
2
barzzzxyz7
𝗕𝗮̀𝗿𝘇𝘇𝘇𝐅𝐭𝐛𝐥𝐥. :
pertama
2026-10-03 03:52:10
11
hairunnisa.__
🍓 :
2026-10-03 05:20:24
1
ndyaafara
dyaaaaa :
bisa sembuh ga ya
2026-10-04 10:48:34
6
indahdesipadila3
indahdesipadila :
⦸ 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯
2026-10-04 01:18:18
3
devi_aulia3
sayaa devi :
4 tahun yang sia²
2026-10-03 06:35:10
14
perdyy.89
Perdi :
mengalah bukan karena gak bisa tapi ekonomi tidak mendukung
2026-10-03 05:12:03
8
froidbeao
ll :
mencintai seseorang, wajar jika ingin bersamanya. namun, cinta tulus tidak pernah berjalan searah dengan keterpaksaan. hubungan yang dipaksakan hanya akan menunda rasa sakit yang lebih besar di masa depan. menghargai pilihan hidup meski itu berarti tanpamu,
2026-10-03 05:18:12
39
matchadepanuu__
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
hai, bagaimana kabarmu orang asing? lucu sekali rasanya memanggilmu seperti itu, seolah kita tidak pernah saling mengenal sedalam ini. padahal dulu, aku hafal betul bagaimana suaramu terdengar saat memanggil namaku pelan, hangat, seperti ada tempat aman di setiap katanya. sekarang semuanya mulai kabur. aku mulai lupa nada suaramu, mulai lupa wangimu, bahkan bayangan wajahmu perlahan memudar seperti kenangan yang terlalu sering dipaksa untuk dilepaskan. tapi anehnya, satu hal tidak ikut hilang. rasa sesak itu. setiap kali aku mengingatmu, dadaku seperti penuh, berat, seolah ada bagian dari diriku yang masih tertinggal di masalalu dan menolak untuk kembali. kenangan-kenangan kecil yang dulu terasa biasa, kini berubah menjadi sesuatu yang terlalu berharga sekaligus terlalu menyakitkan untuk disentuh. aku masih ingat bagaimana semuanya dulu terasa begitu sederhana. percakapan larut malam yang tidak pernah kita rencanakan, tawa yang muncul dari hal-hal sepele, dan caramu mendengarkan aku seolah tidak ada hal lain yang lebih penting. yang paling menyakitkan bukan hanya tentang kepergianmu, tapi tentang bagaimana semuanya berakhir tanpa penutup yang layak. seperti cerita yang dipaksa berhenti di tengah jalan, tanpa titik, tanpa kejelasan arah. aku mencoba memahami, mencoba menerima, bahkan mencoba meyakinkan diri bahwa ini memang yang terbaik. aku tidak pernah menyesal pernah mencintaimu. sekarang aku belajar menjalani hari seperti biasa. aku tertawa, berbicara, dan terlihat baik-baik saja di mata orang lain. tapi ada saat-saat tertentu, ketika semuanya terlalu sepi, aku kembali mengingatmu dengan cara yang tidak bisa kuhindari. bukan karena aku ingin kembali, tapi karena kenangan itu masih tau jalan pulangnya sendiri. aku tidak membencimu, tidak juga menyimpan amarah. yang tersisa hanya perasaan yang belum sepenuhnya tau harus ke mana. mungkin memang bukan aku yang kamu pilih untuk menetap, mungkin aku hanya persinggahan yang terlalu lama berharap menjadi tujuan. dan itu tidak apa-apa. aku sedang belajar menerimanya, meski pelan. aku pernah mencintaimu dengan cara paling jujur yang aku tahu. aku seneng bngt liat kmu bahagia sama dia
2026-10-03 06:58:23
6
renn___09
Irennz— :
2026-10-03 05:32:38
3
skylinde
sky :
2026-10-03 06:17:55
1
revalsbob
revalsbob :
hai, bagaimana kabarmu orang asing? lucu sekali rasanya memanggilmu seperti itu, seolah kita tidak pernah saling mengenal sedalam ini. padahal dulu, aku hafal betul bagaimana suaramu terdengar saat memanggil namaku pelan, hangat, seperti ada tempat aman di setiap katanya. sekarang semuanya mulai kabur. aku mulai lupa nada suaramu, mulai lupa wangimu, bahkan bayangan wajahmu perlahan memudar seperti kenangan yang terlalu sering dipaksa untuk dilepaskan. tapi anehnya, satu hal tidak ikut hilang. rasa sesak itu. setiap kali aku mengingatmu, dadaku seperti penuh, berat, seolah ada bagian dari diriku yang masih tertinggal di masalalu dan menolak untuk kembali. kenangan-kenangan kecil yang dulu terasa biasa, kini berubah menjadi sesuatu yang terlalu berharga sekaligus terlalu menyakitkan untuk disentuh. aku masih ingat bagaimana semuanya dulu terasa begitu sederhana. percakapan larut malam yang tidak pernah kita rencanakan, tawa yang muncul dari hal-hal sepele, dan caramu mendengarkan aku seolah tidak ada hal lain yang lebih penting. yang paling menyakitkan bukan hanya tentang kepergianmu, tapi tentang bagaimana semuanya berakhir tanpa penutup yang layak. seperti cerita yang dipaksa berhenti di tengah jalan, tanpa titik, tanpa kejelasan arah. aku mencoba memahami, mencoba menerima, bahkan mencoba meyakinkan diri bahwa ini memang yang terbaik. aku tidak pernah menyesal pernah mencintaimu. sekarang aku belajar menjalani hari seperti biasa. aku tertawa, berbicara, dan terlihat baik-baik saja di mata orang lain. tapi ada saat-saat tertentu, ketika semuanya terlalu sepi, aku kembali mengingatmu dengan cara yang tidak bisa kuhindari. bukan karena aku ingin kembali, tapi karena kenangan itu masih tau jalan pulangnya sendiri. aku tidak membencimu, tidak juga menyimpan amarah. yang tersisa hanya perasaan yang belum sepenuhnya tau harus ke mana. mungkin memang bukan aku yang kamu pilih untuk menetap, mungkin aku hanya persinggahan yang terlalu lama berharap menjadi tujuan. dan itu tidak apa-apa. aku sedang belajar menerimanya, meski pelan. aku pernah mencintaimu dengan cara paling jujur yang aku tahu. aku seneng bngt liat kmu bahagia sama dia
2026-10-03 21:30:51
24
zai.lueo
LuNeo :
"kenapa di kehidupan yang cuma satu kali ini, kita harus beda agama sih?"
2026-10-03 14:24:52
2
lu.siapa.dh2
someone :
dia belum selesai sama masalalunya dia punya ruang tersendiri buat masalalunya dan bodohnya gw baper sendirian
2026-10-04 11:46:42
3
penjahatxixixi
waode.🤍 :
damn brooo
2026-10-03 03:55:55
2
tataajaa_505
tata★♪ :
ke 2
2026-10-03 03:52:57
1
rz0yfrmn_
rz9yfirmanK2 :
Kadang yang paling menyakitkan itu bukan soal ditinggalkan, tapi soal disadarkan pelan-pelan, tanpa aba-aba kalau selama ini kamu cuma berjuang sendirian. Kamu sibuk menjaga, dia santai saja. Kamu sibuk mikir “gimana caranya dia tetap ada,” sementara dia bahkan nggak pernah benar-benar takut kehilangan kamu. Kamu nangis diam-diam, nahan sesak yang nggak bisa diceritakan kesiapa-siapa. Malam jadi saksi kamu berkali-kali nyalahin diri sendiri, nanya “aku kurang apa?” Padahal kenyataannya bukan kamu yang kurang, tapi dia yang memang nggak pernah cukup peduli buat melihat semua yang sudah kamu kasih. Lucu, ya. Kamu bisa ingat hal kecil tentang dia, kebiasaannya, hal yang dia suka, sampai detail yang bahkan dia sendiri mungkin lupa. Tapi dia? Bahkan nggak sadar kalau kamu lagi hancur. Bahkan nggak peka saat kamu berubah jadi lebih diam, lebih dingin, lebih lelah. Kamu berusaha kuat didepan dia, seolah semuanya baik-baik saja, padahal di dalam kamu lagi runtuh pelan-pelan. Kamu bertahan bukan karena nggak bisa pergi, tapi karena kamu berharap berharap suatu hari dia sadar, suatu hari dia berubah, suatu hari dia memperlakukan kamu seperti kamu memperlakukan dia. Tapi kenyataannya pahit seseorang yang benar-benar peduli nggak akan nunggu kamu hancur dulu baru sadar. Seseorang yang benar-benar sayang nggak akan membiarkan kamu nangis sendirian berkali-kali tanpa berusaha memahami. Air mata kamu itu mahal. Setiap tetesnya lahir dari rasa tulus yang nggak semua orang punya. Jadi menyedihkan kalau semua itu kamu habiskan yang punya untuk seseorang yang bahkan nggak merasa bersalah saat jadi alasan kamu terluka. Kamu nggak bodoh karena mencintai dengan tulus. Kamu cuma salah menaruh hati di tempat yang nggak pernah siap menerima kamu sepenuhnya. Dan yang lebih menyakitkan, kamu sadar itu…tapi masih tetap bertahan terlalu lama. Sampai akhirnya kamu capek sendiri. Bukan karena rasa sayangnya habis, tapi karena kamu lelah jadi satu-satunya yang berusaha. Kamu lelah jadi satu-satunya yang peduli. Kamu lelah berharap pada seseorang yang dari awal nggak pernah benar-benar memilih kamu. Jadi kalau sekarang kamu masih nangis, itu bukan tanda kamu lemah.
2026-10-05 07:26:27
2
nala.9.0.2
fita :
⦸ 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯
2026-10-03 17:23:37
0
To see more videos from user @ourhearts30, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About