@muhajjirsyahidapu: Edisi jajan sekolah pertama di SDN 5 SAMUDERA. Jajanannya enak banget 🤤👍 Next sekolah apalagi ya? #jajanan #jajanansd #sekolah

muhajjirsyahidaputra
muhajjirsyahidaputra
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 03 October 2026 10:03:31 GMT
133363
1455
155
53

Music

Download

Comments

sidboykuy
SC :
hah batagol
2026-10-03 10:36:18
124
dimas_995nja
Dimas🅥 :
sosil goleng
2026-10-03 12:48:40
32
awaiijss_2
. :
halah nga beli banyak cuman beli 2
2026-10-03 13:38:38
26
athar4587
★★{A}★★ :
yang pertama aku beli batagoll
2026-10-04 14:23:33
5
4lifaazh1ra
cipaaww :
itu samudra Hindia samudra Pasifik?
2026-10-03 12:12:33
2
supi_wijaya
SUPI_WIJAYA :
sosis goyeng haha
2026-10-03 13:29:57
0
angga.nob14
Team Langit Malam 29🚀✨ :
R bukan L
2026-10-03 14:36:31
0
rendi.apitsaputra
𝕠𝕟𝕝𝕪𝕣𝕖𝕟 :
tutol bilang RR dong soal nya ga bisa nih[Tawa oke][Tawa oke]
2026-10-03 15:44:07
2
tobat_128
art audio Production :
batago katanya
2026-10-03 11:39:37
0
valzzkaciw
Valzz xfc :
batagol🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2026-10-03 14:54:46
0
mhmmdfall212
Bilal_BBKN :
semangat kak ngonten nya 😊😊
2026-10-03 11:08:13
0
rafzzastutenew
FF BETA ASTUTE NEW OB54 :
enak sih itu
2026-10-03 12:39:01
1
usernameee11111112222111
archivejs79 :
R nya ketinggalan tuh😂
2026-10-03 17:44:41
0
anekolureng1
🅰️BSYI :
SMP 1 Blang peria bg
2026-10-04 01:46:49
0
alfarelakunkedua
ALFAREL👾👾 :
semangan bikin konten nya
2026-10-04 13:16:21
2
1annnnn74
iyaaannnn⚡⚡ :
udh kerja apa msh anak-anak sekolah bang cumn nanya
2026-10-03 11:53:18
0
matchaholicc604
~bublegum🫧🤍 :
komennya pada sempurna semua keknya sampe ngerendahin org..
2026-10-03 22:20:50
0
dnzulkifli
DNZ :
itu tempat kamu sekolah chill? kelas brpa?🤔😁
2026-10-03 10:27:39
0
sukadenganyangfiksi
ASTRONOMI 🌝🌚🚀🛸 :
bang kalok udah sukses terkenal jangan lupain kita ya bang
2026-10-03 13:55:55
0
farishnovandraase
Farish] kece :
batagoll
2026-10-03 12:35:56
0
ferino132
LANSIA🤙 :
plss buat semua orang ya jangan hujat dia udah susah susah buat konten gw hampir nangis gara gara liat ini kasian banget plss bantu follow dia 🥲🥹
2026-10-03 13:42:53
2
i_likeoreo3
PANGGIL OREO AJA🍪 :
sapa bg
2026-10-03 10:10:14
0
firman.maman63
Firman maman :
sd7
2026-10-03 11:04:15
0
halloalief
★MZ MAZZIONSS★ :
pengen di sapa bang muhajji 😁
2026-10-03 10:53:00
0
ryan.pristel5
wowo rexus :
pertama
2026-10-03 10:06:48
4
To see more videos from user @muhajjirsyahidapu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kematian prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa menyisakan duka sekaligus tanda tanya bagi keluarga setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat seniornya di asrama hingga meninggal dunia, Kamis 10 September 2026. Dugaan penganiayaan tersebut kini tengah diselidiki Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau). Empat personel yang diduga terlibat juga telah menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAPK). Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan putranya diduga dianiaya oleh empat senior saat berada di asrama. Keempat personel tersebut masing-masing berinisial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian Serda Ahmad. “Saya dapat laporan pelaku empat orang senior anak saya,” ujar Toni, Jumat dini hari 11 September 2026. Menurut informasi yang diterima Toni dari sejumlah pihak, persoalan tersebut diduga bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan. Namun, makanan yang dibawa disebut tidak sesuai dengan permintaan. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi justru membawa mi goreng. “Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni dengan mata sembab. Toni juga mengatakan dugaan penganiayaan terhadap putranya terjadi dalam dua waktu berbeda. Peristiwa pertama disebut berlangsung pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dugaan penganiayaan kedua disebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. “Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB,” terang Toni yang menjabat sebagai Kabag Protokol Pemkab Magetan. Kabar kematian Serda Ahmad pertama kali diterima Toni sekitar pukul 04.00 WIB dari salah seorang rekan putranya. Saat itu, informasi awal yang diterima keluarga menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, tidak lama kemudian Toni mendapat informasi lain dari rekan putranya. Informasi tersebut menyebut kematian Serda Ahmad diduga berkaitan dengan penganiayaan oleh senior. “Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” lanjutnya. “Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior,” imbuh Toni. Sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, jenazah Serda Ahmad menjalani proses autopsi di Jakarta. Toni mengatakan keluarga juga memperoleh informasi mengenai adanya luka pada tubuh putranya. Informasi tersebut semakin menguatkan permintaan keluarga agar penyebab kematian Serda Ahmad diusut secara menyeluruh. “Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” jelas Toni. Toni meminta Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), hingga pihak terkait memastikan kasus kematian putranya diproses secara adil dan transparan. Ia berharap apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti, para pelaku mendapatkan sanksi berat. Toni juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan TNI AU. “Mohon kepada pak Presiden (Prabowo), pak KSAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya. Mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya,” kata Toni. “Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi kejadian di Mabes TNI AU, jadi istilahnya jadi percontohan nasional,” ujar Toni. “Harapan kami pada pelaku putusan sanksi yang berat kepada pelaku dan berharap tidak terulang lagi kejadian yang memakan nyawa prajurit anak tidak berdosa,” imbuhnya. Sumber: Memoindonesia.com #ahmadmuzammulfarisa #tniau #senior #mie #fyp
Kematian prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa menyisakan duka sekaligus tanda tanya bagi keluarga setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat seniornya di asrama hingga meninggal dunia, Kamis 10 September 2026. Dugaan penganiayaan tersebut kini tengah diselidiki Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau). Empat personel yang diduga terlibat juga telah menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAPK). Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan putranya diduga dianiaya oleh empat senior saat berada di asrama. Keempat personel tersebut masing-masing berinisial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian Serda Ahmad. “Saya dapat laporan pelaku empat orang senior anak saya,” ujar Toni, Jumat dini hari 11 September 2026. Menurut informasi yang diterima Toni dari sejumlah pihak, persoalan tersebut diduga bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan. Namun, makanan yang dibawa disebut tidak sesuai dengan permintaan. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi justru membawa mi goreng. “Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni dengan mata sembab. Toni juga mengatakan dugaan penganiayaan terhadap putranya terjadi dalam dua waktu berbeda. Peristiwa pertama disebut berlangsung pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dugaan penganiayaan kedua disebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. “Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB,” terang Toni yang menjabat sebagai Kabag Protokol Pemkab Magetan. Kabar kematian Serda Ahmad pertama kali diterima Toni sekitar pukul 04.00 WIB dari salah seorang rekan putranya. Saat itu, informasi awal yang diterima keluarga menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, tidak lama kemudian Toni mendapat informasi lain dari rekan putranya. Informasi tersebut menyebut kematian Serda Ahmad diduga berkaitan dengan penganiayaan oleh senior. “Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” lanjutnya. “Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior,” imbuh Toni. Sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, jenazah Serda Ahmad menjalani proses autopsi di Jakarta. Toni mengatakan keluarga juga memperoleh informasi mengenai adanya luka pada tubuh putranya. Informasi tersebut semakin menguatkan permintaan keluarga agar penyebab kematian Serda Ahmad diusut secara menyeluruh. “Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” jelas Toni. Toni meminta Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), hingga pihak terkait memastikan kasus kematian putranya diproses secara adil dan transparan. Ia berharap apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti, para pelaku mendapatkan sanksi berat. Toni juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan TNI AU. “Mohon kepada pak Presiden (Prabowo), pak KSAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya. Mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya,” kata Toni. “Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi kejadian di Mabes TNI AU, jadi istilahnya jadi percontohan nasional,” ujar Toni. “Harapan kami pada pelaku putusan sanksi yang berat kepada pelaku dan berharap tidak terulang lagi kejadian yang memakan nyawa prajurit anak tidak berdosa,” imbuhnya. Sumber: Memoindonesia.com #ahmadmuzammulfarisa #tniau #senior #mie #fyp

About