yotjeanda :
ngeliat ini nangis, keinget diri ini waktu kecil, anak tengah juga, paling beda dibanding kakak dan adek yg putih. tiap lebaran dan main ke rumah keluarga terbiasa mendengar omongan mereka ke ortuku, “loh, ini anak siapa? anakmu juga?” bukan dengan nada mengejek, tapi keluarga sendiri heran karena aku memang ga mirip siapa-siapa, kulit hitam, gaya berandalan (ga kyk anak cewe anggunly pada umumnya). ngeliat sodara kita disukai sana sini, jadi fav tante A atau si B, sementara diri sendiri boro-boro jadi fav, bahkan aku selalu dipanggil bukan dgn namaku sendiri, melainkan dipanggil “mak tam” (artinya ya perempuan/emak-emak hitam), padahal aku masih anak kecil. udah berulang kali juga tiap kumpul keluarga diri ini menjadi bahan peramai suasana dgn dibercandakan dipungut di daerah A daerah B, dan banyak lainnya. sudah tak terhitung aku harus pura-pura mendongak ngeliat langit-langit karena menahan tangis (biar air mata ga jatuh), sambil bersembunyi di balik punggung mamak (biar kalau tak tertahan tangis itu, orang-orang tidak melihat, sehingga aku tidak makin diejek atau dikasihani). semangat ya dek, semangat juga utk ibu adek ini. aku tau pasti hati ibunya justru lebih sakit melihat anaknya harus melalui ini, karena begitu juga hati ibuku yg sedih melihatku sekarang, karena dampaknya aku hidup dgn penuh rasa insecure, bahkan menyalahkan diri sendiri, “kenapa aku begini? aku sejelek itu kah?”, walau aku tau jawabannya, tapi tetap mempertanyakan diri itu sesekali masih ku lakukan. gapapa dek, bu, hanya orang yg berkualitas yg bisa menemukan “cantik/indah” di dalam sesuatu yg beda itu, gapapa utk ga jadi “biasa saja”, jadi diri sendiri, justru di situ nilai plus dan menariknya! aku hidup dengan itu, membentuk diriku yg sekarang, sometimes aku malah unggul di hal lainnya, dan mereka yg mengolok juga bungkam bahkan segan sekarang. barangkali hal yg dianggap “kurang” sekarang karena sedang dihadiahi hal “besar” di bidang lainnya, dek kia! semangat!❤️🩹🫶
2026-10-05 09:35:25