@melatisuliha: #fyp #@[email protected] april Mutiara cocok buat cauple tabpril🥰🥰🔥🔥

Suliha Imel262
Suliha Imel262
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 03 October 2026 13:27:22 GMT
8360
615
8
10

Music

Download

Comments

aningsih963
Aningsih :
🥰🥰 ebi senyum terus liat April 😁
2026-10-03 22:53:06
5
warmiwarmi5523
Mbufaiz :
keciumbitu aa Rafi 😅😂
2026-10-04 01:18:29
3
zihinazihinaad
Zihina Adnan :
raka di belakang ketwa
2026-10-03 23:57:10
4
meoong75
ONIC :
2026-10-04 11:04:59
0
newspartan88
itha filayati :
🥰🥰🥰🥰
2026-10-04 04:39:00
2
nitarosita2915
tamara :
[Menghangatkan hati][Menghangatkan hati][Menghangatkan hati][Menghangatkan hati][Menghangatkan hati][Menghangatkan hati]
2026-10-04 02:10:52
2
momsabay14
moms abay :
🥰🥰🥰
2026-10-03 15:16:22
3
nuriyati8852
Nuriyati :
🥰🥰🥰
2026-10-04 08:28:30
1
To see more videos from user @melatisuliha, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Misi jiwamu itu jadi dokter.”  “Misi jiwamu itu jadi pengusaha.”  “Misi jiwamu itu jadi coach.” Dan seterusnya……, pernah denger yang kayak gini?  Terus kamu jadi mikir, “Jangan-jangan kerjaanku sekarang salah. Pantesan hidup berasa hambar.” Nah, di sini nih kita sering dibikin muter-muter 🫪. Faktanya, profesi itu bukan misi jiwa. Profesi itu cuma kendaraan. Dokter, guru, desainer, tukang kayu, itu nama kendaraan. Misi jiwa itu soal kamu mau jadi manusia kayak apa di dalam kendaraan itu. Coba bayangin dua dokter. Yang satu sabar banget dengerin pasiennya. Yang satu cuma ngejar target. Profesinya sama, tapi hidupnya beda jauh. Ini yang agak jleb. Kalau kamu nyamain misi jiwa dengan profesi, kamu bakal ambruk pas profesinya hilang. Kena PHK, bisnis bangkrut, pensiun. Rasanya kayak kehilangan tujuan hidup. Padahal yang hilang cuma kendaraannya, bukan arahnya. Terus gimana ngenalinnya? Tengok ke belakang. Misi jiwa bisa dibaca dari pengalaman yang udah lewat, terutama momen-momen waktu kamu merasa “hidup”. Mungkin pas kamu nolongin orang asing tanpa mikir untung rugi, dan pulangnya hati terasa penuh. Mungkin pas kamu bermitra dengan orang lain, lalu bisnisnya bangkrut. Sakit, jelas. Tapi lama-lama kamu paham, kamu dan dia sama-sama lagi belajar bertumbuh. Dari situ muncul kebaikan yang dulu ga kebayang. Atau pas kamu nemenin teman yang lagi hancur, bikin sesuatu sampai rapi dan bermanfaat, atau berani jujur padahal takut. Perhatikan, yang bikin hidup itu bukan jabatannya. Tapi nilai yang bekerja di dalamnya: peduli, tulus, berani, ikhlas belajar. Itu benang merahnya. Dia ikut kamu ke mana pun, lewat profesi apa pun. Coba tanya ke diri sendiri : 1. Kapan terakhir aku merasa paling hidup, dan lagi ngapain waktu itu? 2. Pengalaman pahit mana yang ternyata justru ngajarin aku paling banyak? 3. Kalau gelar dan jabatanku dicopot, apa yang masih tersisa? Jawabannya itu kompasmu. Soal profesi, tinggal pilih mana yang paling pas buat bawa itu. Jadi santai aja. Kamu ga salah jalur cuma karena belum nemu kerjaan yang terasa “sakral”. Yang dicari bukan nama profesinya, tapi arahnya. Sekarang jujur di komen ya: pengalaman mana yang bikin kamu merasa paling hidup? Tulis di komen sekarang, share ke temanmu yang lagi bingung soal kerjaan, dan repost biar makin banyak yang sadar. #misijiwa #lightworker #growthmindset #lifepath #kesadaran
“Misi jiwamu itu jadi dokter.” “Misi jiwamu itu jadi pengusaha.” “Misi jiwamu itu jadi coach.” Dan seterusnya……, pernah denger yang kayak gini? Terus kamu jadi mikir, “Jangan-jangan kerjaanku sekarang salah. Pantesan hidup berasa hambar.” Nah, di sini nih kita sering dibikin muter-muter 🫪. Faktanya, profesi itu bukan misi jiwa. Profesi itu cuma kendaraan. Dokter, guru, desainer, tukang kayu, itu nama kendaraan. Misi jiwa itu soal kamu mau jadi manusia kayak apa di dalam kendaraan itu. Coba bayangin dua dokter. Yang satu sabar banget dengerin pasiennya. Yang satu cuma ngejar target. Profesinya sama, tapi hidupnya beda jauh. Ini yang agak jleb. Kalau kamu nyamain misi jiwa dengan profesi, kamu bakal ambruk pas profesinya hilang. Kena PHK, bisnis bangkrut, pensiun. Rasanya kayak kehilangan tujuan hidup. Padahal yang hilang cuma kendaraannya, bukan arahnya. Terus gimana ngenalinnya? Tengok ke belakang. Misi jiwa bisa dibaca dari pengalaman yang udah lewat, terutama momen-momen waktu kamu merasa “hidup”. Mungkin pas kamu nolongin orang asing tanpa mikir untung rugi, dan pulangnya hati terasa penuh. Mungkin pas kamu bermitra dengan orang lain, lalu bisnisnya bangkrut. Sakit, jelas. Tapi lama-lama kamu paham, kamu dan dia sama-sama lagi belajar bertumbuh. Dari situ muncul kebaikan yang dulu ga kebayang. Atau pas kamu nemenin teman yang lagi hancur, bikin sesuatu sampai rapi dan bermanfaat, atau berani jujur padahal takut. Perhatikan, yang bikin hidup itu bukan jabatannya. Tapi nilai yang bekerja di dalamnya: peduli, tulus, berani, ikhlas belajar. Itu benang merahnya. Dia ikut kamu ke mana pun, lewat profesi apa pun. Coba tanya ke diri sendiri : 1. Kapan terakhir aku merasa paling hidup, dan lagi ngapain waktu itu? 2. Pengalaman pahit mana yang ternyata justru ngajarin aku paling banyak? 3. Kalau gelar dan jabatanku dicopot, apa yang masih tersisa? Jawabannya itu kompasmu. Soal profesi, tinggal pilih mana yang paling pas buat bawa itu. Jadi santai aja. Kamu ga salah jalur cuma karena belum nemu kerjaan yang terasa “sakral”. Yang dicari bukan nama profesinya, tapi arahnya. Sekarang jujur di komen ya: pengalaman mana yang bikin kamu merasa paling hidup? Tulis di komen sekarang, share ke temanmu yang lagi bingung soal kerjaan, dan repost biar makin banyak yang sadar. #misijiwa #lightworker #growthmindset #lifepath #kesadaran

About