@whois_jisu0: 🌚🎀💋 #whois_jisu0 #bangladesh🇧🇩 #vailar_video #fypシ

- 𝐣𝐢𝐬𝐮 ☸
- 𝐣𝐢𝐬𝐮 ☸
Open In TikTok:
Region: BD
Sunday 04 October 2026 02:22:12 GMT
39242
1895
113
1590

Music

Download

Comments

ruksana.afrin27
Nusrat🇧🇷!!...?? :
maybe bow er ovab🙂
2026-10-04 02:36:28
0
your_rony78
Rσɳყ!👅🛐 :
koto manush koto jonre mantion dilo kew nai boila😇💔
2026-10-04 16:52:25
1
khanimran0088
Khan Imran💫 :
gf but nai to🙂
2026-10-05 15:31:14
0
mshitler007
🌒Տℍ Տℰℐᗅℕ🪧 :
vhi Bow nai
2026-10-04 16:08:45
0
mite3264
মি'তু. ⁉️🪐 :
আজ জামাই নাই বলে...... 😭🙌🏻
2026-10-05 15:32:57
4
sova2707
🌸🌚Sova🌚🦋 :
jamai 😴
2026-10-04 14:44:14
13
arunima937
꒰ᐢ. .ᐢ꒱ Eʋα ♡ :
আর কি ভাই জামাই 😩
2026-10-05 15:28:16
1
kim.teahyung9933
Tisssu ✨🎀 :
Jamai r ovab 😫
2026-10-05 14:34:40
2
mylifeveryhappy11
𝐓𝐚𝐧𝐡𝐚 ༊*· :
aj kew nai bole mention dite parlam na 😭🐣
2026-10-05 02:24:00
2
_suborna.islam_07
𐙚ᥫ᭡𝐏ꫝ𝐊𝐇𝐢𝐢!¡𐙚🕊️ :
jamaiii 😅❤️‍🩹
2026-10-05 15:22:38
0
pahki335
Ruhi...🙂❤️‍🩹 :
jamay😩
2026-10-05 16:40:49
0
md.noman647
টিক - টিকি :
বউ 😩
2026-10-05 11:53:44
0
rifat.....3456
🙂RIFAT 🫦 :
বউয়ের 😅
2026-10-05 03:11:26
0
oviuuu6
ᴷᵃʳⁱᵐ🚩 :
gf
2026-10-05 15:10:15
0
6527aru
? :
akta komboler ovab🥲🙌
2026-10-05 15:51:03
0
alexrahman98
🐢Alex Rahman🐢 :
jamai😭🙏🏻
2026-10-05 15:15:43
1
poddo_tears
💥Pöddö_tëårs 💋 :
bow
2026-10-05 12:06:12
0
fahimvai5732
—͞Fꫝ֟፝ʜɪᴍ_Bʜ֟፝ꫝɪ :
2026-10-05 15:03:50
0
mirazz8090
MIRAZ ❗️ :
Kosto
2026-10-04 17:51:19
0
yaminhassannadim
MD Y.H.N Chowdhury :
bow er
2026-10-04 19:56:17
0
playboy4x101
offline 💝😅 :
বউ এর 😩
2026-10-05 06:30:03
0
your.obaidullah4
🪐 :
bow
2026-10-04 02:29:15
1
s_u_m_u_55
✿ Sweet Mim ✿ :
jamai..!! 🫠
2026-10-05 09:23:40
0
user_jannat_444
🦋🌷 user janu 💐🌷 :
Boy ❤️❤️
2026-10-05 04:06:13
0
aaakash09
Akash!🪐 :
bow
2026-10-05 09:03:25
0
To see more videos from user @whois_jisu0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Nikmat adalah ungkapan rasa. Senang susah bahagia, juga ungkapan rasa. Ada yang wilayah materi, asin manis pahit kecut seger getir, adalah ungkapan rasa juga. Ada juga wilayah kulit/fisik, gatal sakit keri (geli) lega plong angglong, juga ungkapan rasa. Serta ratusan ribu ungkapan rasa lainnya. Oleh karena itu, semua manusia tidak bisa lepas dari rasa yang dirasakan. Walau ada yang mengatakan telah mati rasa. Tidak bisa merasakan asin pahit manis. Atau ujung jarinya telah mati rasa. Tapi matinya mungkin sementara atau sepihak. Karena ada masalah instrumen tertentu (pengecap), atau karena gangguan fungsi (sakit). Namun rasa-rasa yang lain masih aktif, tidak ikut mati. Semisal masih merasakan dingin takut sakit cemas khawatir, dan lain sebagainya. Saat tidurpun, rasa terasa juga ada. Semisal mimpi dikejar atau kelahi dengan demit hantu. Maka begitu bangun langsung terengah-engah, ndredeg ketakutan. Bahkan ada yang benar-benar njarem (terasa sakit semua) seluruh tubuhnya. Oleh karena itu, dalam ilmu dzikir (yang diperintahkan fas-alu ahladzdzikri) dijelaskan bahwa rasa adalah unsur dasar (unsur utama) manusia. Rasa juga disebut sebagai fitrah manusia. Fithratallaahillatii fatharan-naasa 'alaihaa (ar Rum 30), fitrah Allah yang menciptakan fitrah manusia dari Fitrah-Nya sendiri. Dalam ilmu tersebut juga dijelaskan bila tugas pokok fungsi (tupoksi) rasa utama bukannya merasa-rasakan sebagaimana rasa-rasa di atas. Bukan merasakan pegel jibek takut nikmat susah sengsara, tapi “maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah” (ar Rum 30). Menghadapkan wajah manusianya pada Wajah Tuhan, adalah hati (sisi lembutnya adalah rasa) mendzikiri Dzatullah dalam keadaan apa saja. Berdiri duduk berbaring, beraktifitas apapun, bagaimana pun. Hingga dicontohkan Nabi sambil tidur pun istikomah berdzikir. Karenanya, rasa yang belum sadar akan jati dirinya, belum tahu pasti tugas fungsi utamanya, perlu disekolahkan. Istilah kunonya digurukan. Dibangkitkan dari kuburnya. Yaitu bangkit dari perasaan-rasakan hiruk-pikuk pikuk gonjang-ganjingnya jiwa raga beserta dunia seisinya, bangkit menuju istikomah tumakninah menghadap Wajah Ilahi. Menuhi menjalani perintah udhulu fissilmi kaaffatan. Walau secara lahiriah tetap lumrahnya manusia pada umumnya. Bekerja di rumah tangga bermasyarakat bernegara berdunia sesuai profesinya. Namun secara batiniahnya nyingkrih (bertapa, menyendiri, uzlah) dari lumrahnya manusia umumnya. Rasa yang digunakan merasakan nikmatnya dunia, dihijrah menuju merasakan nikmatnya Wajah Ilahi Robbi. ? PR abadi minal mahdi ilallahdi. #nikmat #vs #rasa
Nikmat adalah ungkapan rasa. Senang susah bahagia, juga ungkapan rasa. Ada yang wilayah materi, asin manis pahit kecut seger getir, adalah ungkapan rasa juga. Ada juga wilayah kulit/fisik, gatal sakit keri (geli) lega plong angglong, juga ungkapan rasa. Serta ratusan ribu ungkapan rasa lainnya. Oleh karena itu, semua manusia tidak bisa lepas dari rasa yang dirasakan. Walau ada yang mengatakan telah mati rasa. Tidak bisa merasakan asin pahit manis. Atau ujung jarinya telah mati rasa. Tapi matinya mungkin sementara atau sepihak. Karena ada masalah instrumen tertentu (pengecap), atau karena gangguan fungsi (sakit). Namun rasa-rasa yang lain masih aktif, tidak ikut mati. Semisal masih merasakan dingin takut sakit cemas khawatir, dan lain sebagainya. Saat tidurpun, rasa terasa juga ada. Semisal mimpi dikejar atau kelahi dengan demit hantu. Maka begitu bangun langsung terengah-engah, ndredeg ketakutan. Bahkan ada yang benar-benar njarem (terasa sakit semua) seluruh tubuhnya. Oleh karena itu, dalam ilmu dzikir (yang diperintahkan fas-alu ahladzdzikri) dijelaskan bahwa rasa adalah unsur dasar (unsur utama) manusia. Rasa juga disebut sebagai fitrah manusia. Fithratallaahillatii fatharan-naasa 'alaihaa (ar Rum 30), fitrah Allah yang menciptakan fitrah manusia dari Fitrah-Nya sendiri. Dalam ilmu tersebut juga dijelaskan bila tugas pokok fungsi (tupoksi) rasa utama bukannya merasa-rasakan sebagaimana rasa-rasa di atas. Bukan merasakan pegel jibek takut nikmat susah sengsara, tapi “maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah” (ar Rum 30). Menghadapkan wajah manusianya pada Wajah Tuhan, adalah hati (sisi lembutnya adalah rasa) mendzikiri Dzatullah dalam keadaan apa saja. Berdiri duduk berbaring, beraktifitas apapun, bagaimana pun. Hingga dicontohkan Nabi sambil tidur pun istikomah berdzikir. Karenanya, rasa yang belum sadar akan jati dirinya, belum tahu pasti tugas fungsi utamanya, perlu disekolahkan. Istilah kunonya digurukan. Dibangkitkan dari kuburnya. Yaitu bangkit dari perasaan-rasakan hiruk-pikuk pikuk gonjang-ganjingnya jiwa raga beserta dunia seisinya, bangkit menuju istikomah tumakninah menghadap Wajah Ilahi. Menuhi menjalani perintah udhulu fissilmi kaaffatan. Walau secara lahiriah tetap lumrahnya manusia pada umumnya. Bekerja di rumah tangga bermasyarakat bernegara berdunia sesuai profesinya. Namun secara batiniahnya nyingkrih (bertapa, menyendiri, uzlah) dari lumrahnya manusia umumnya. Rasa yang digunakan merasakan nikmatnya dunia, dihijrah menuju merasakan nikmatnya Wajah Ilahi Robbi. ? PR abadi minal mahdi ilallahdi. #nikmat #vs #rasa

About