@dyencha_rizky: Membalas @iNdra Syah Rezha Bismillah 🤲🏻

dyencha rizky🔹
dyencha rizky🔹
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 04 October 2026 02:33:25 GMT
147585
3569
45
21

Music

Download

Comments

putri3019951
putri301995 :
Urip neng donyo serba salah mas,sugeh diireni ,,kere diece😭
2026-10-04 02:39:49
89
kak_ela0402
Kak El Lampung 04🌈 :
padahal netizen tu tinggal melihat proses nya Lo knp sih harus pada julid semuanya heran banget deh😑udh GC bantu dana malah pada repot komen aneh2
2026-10-04 02:38:14
4
hayhayhayhay82
hayhay⛎ :
yg menggina belom tentu mampu bg,tetep semangat🥰
2026-10-04 05:08:30
6
putu_mbarppp
lobang_busi :
tetep semangat mas masio okeh wong ga seneng🥰
2026-10-04 03:19:48
4
chusnulkhotmh
chusnulkh🐝 :
kenapa si nitizennn😭kalo aku lihat2 orang bangun rumah malah nangis dan selalu bersholawat agar cepet dimampukan juga
2026-10-04 05:13:32
0
user226773685
JASA NPWP AMANAH :
mulut org" nyinyir itu tanda iri hati dan tak mampu ka[Tertawa sampai menangis]
2026-10-04 07:27:09
0
denismuhammad73
@_niss*gpp? :
semoga cepat selesai ya ruma nya
2026-10-04 07:30:21
0
bimezbimez770
sebodo :
semangat bg
2026-10-04 06:41:09
0
rianti._511
. :
Ben ae mas wong seng gono iku mlah gawe rezeki ne dkne serettt dewe
2026-10-04 07:21:05
0
koee..sopo
Xinn :
itu ciri" orang iri kak semangat ☺️☺️☺️
2026-10-04 06:20:47
0
kt....2019
Aprilia Taurus🇮🇩🇹🇼 :
Jarnoooo Masss, wong G ikutt Modalii Jugaa🙏🙏Sing Penting Sampean Tetep Semangat Dan Sehat" Sekeluarga Dann Semogaa di Lancarkan Pembangunan nya Sampek Finish.... Karena Buat Rumah Megah g Butuh Seminggu 😂😂Butuh Berbulan '...dan Butuh Effort yg Luar Biasa'....Semoga Sukses Selalu Aminnnn 🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰
2026-10-04 05:29:01
0
hasanahh064
@Nur hasanahh 0304# (◍•ᴗ•◍).. :
mohon maaf nih , tuh yg komen coba suruh bikin dulu , terkadang aku juga mikir si apakah orang yg komen SE enaknya tuh belum pernah merasakan perjuangan bikin rumah , apa emang udah di warisin SMA orang tuanya ,karena bagi sya kok jdi malu sendiri KLO komen SE enaknya karena belum tentu diri sendiri bisa seperti orang yg di komentarin🙏🏻
2026-10-04 03:05:47
2
agungagungwahyudi0
ST4R*BOYY :
mas kenal pak hisam
2026-10-04 06:33:45
0
ratu3889
Ratu :
jangan didengerin...iri tu...
2026-10-04 05:52:09
0
oreng.talkah
ディヤイ :
yang komen kaya gitu iri ya,kan itu rumah dia ya terserah dia,mau di lanjutin kapan saja ya terserah dia,kan rumah rumahnya dia kok kamu yang ngurus😂
2026-10-04 06:13:29
0
nur_saadah77
Hanny :
tetep semngat buat kaka ya, bangun rumah kan gak pakai uang sedikit, mana rumahnya keliatannya besar pasti dananya juga besar
2026-10-04 05:39:08
0
jihanhimatus
𝙟𝙞𝙝4𝙖𝙣𝙣𝙯𝘾𝙫ᶻ 𝗓 𐰁 :
anak dan istrinya selalu bahagia ya, mas semangat untuk membangun hidup bahagia selalu mas
2026-10-04 02:44:21
1
danz9899
danz'z :
pertama ka
2026-10-04 02:35:01
0
riznahwikoko
riznahwikoko :
💪💪mas,,bismillah semoga proyeknya cepat selesai mas [Suka]
2026-10-04 03:19:32
0
putri.bungsu2867
Putri bungsu :
tetap semangat BG jangan dengerin kata orang BG kalau hidup dengar orang GK jadi orang
2026-10-04 04:00:01
0
wahyuhidayah7193
Wahyuuu :
seng komen panas iku mas😂
2026-10-04 04:31:38
0
duaputrakuduaputr
🐬 :
alon alon pasti jd istanaaaa....🤗🤗🤗🤗
2026-10-04 07:49:18
0
harjay_1
PJS GANK :
sama bang sabar,msh tahap finising
2026-10-04 04:45:31
0
dwiastutik189
Dwi Astutik6681 :
engkok nek lgsg dadi jarene ngingu tuyul ya mas , wes encen ngene kuwi jeneng e Proses kadang onk mandek e kadang yo lanjut 😊 semangat muwasss
2026-10-04 05:10:59
0
hengkyk22
HENGKY.💫 :
kadng wong isone gur maido kang tanpa reti proses dn dia berkata se enak e tanpo mikir perasanne wonv Lio
2026-10-04 02:36:07
0
To see more videos from user @dyencha_rizky, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Wow seru ni korp cokelat muda. Kapolri baru besutan Probowo langsung membrutal. Kapolda yang dicurigai tak genah, dicopot. Muke gile. Sambil menikmati malam minggu, nikmati sajian narasi sambil seruput Koptagul, wak! Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kayaknya belum sempat menikmati empuknya kursi Kapolri. Baru sehari menjabat, langsung mengeluarkan jurus bikin para Kapolda mungkin mendadak rajin buka Telegram. Sembilan belas Kapolda diganti sekaligus! Bukan sembilan. Bukan sepuluh. 19! Ini bukan rotasi biasa. Ini seperti Kapolri masuk ruangan sambil membawa sapu, lalu berkata, “Mana yang perlu dibersihkan, tak sikat sekarang?” Dasar hukumnya jelas: Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Artinya, baru sehari menjabat, Suyudi sudah bikin jagat kepolisian bergetar. Orang baru jadi pejabat biasanya sibuk kenalan, rapat, foto-foto, bahkan mungkin masih bertanya, “Pak, toilet di sebelah mana?” Suyudi? Klik Telegram. Ganti 19 Kapolda. Membrutal, Wak! Yang masuk daftar pergantian antara lain Kapolda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Bali, DIY, Maluku, Kepri, NTT, Banten, Sumbar, Sulsel, Jambi, Gorontalo, Sulteng, dan Sulbar. Kalau ini pertandingan sepak bola, bukan cuma starting eleven yang diganti. Cadangan ikut disuruh berdiri. Pelatih mungkin bertanya, “Saya masih kerja di sini, tidak?” Yang bikin mata melotot, empat Kapolda yang baru dilantik pun ikut tersapu. Irjen Pol Pipit Rismanto baru dilantik sebagai Kapolda Jawa Barat pada 4 Juli 2026. Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Sumatera Barat juga baru dilantik 4 Juli 2026. Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dilantik sebagai Kapolda Sulawesi Selatan 29 Oktober 2025. Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dilantik sebagai Kapolda Sulawesi Barat 19 Agustus 2025. Belum sempat kursinya panas, sudah disuruh pindah. Belum sempat hafal semua nama anak buah, Telegram sudah bilang, “Terima kasih, silakan bergeser.” Ini bukan sekadar rotasi. Ini ghosting institusional! Lalu mereka masuk kotak? Secara resmi tentu istilah itu bukan bahasa telegram. Namun sebagian penugasan memang membuat mereka tak lagi memegang komando Polda. Pipit menjadi Pati Bareskrim dengan penugasan di Kementerian Hukum. Djati menjadi Pati Baintelkam dengan penugasan di Badan Reformasi Agraria Nasional. Djuhandhani menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Adi menjadi Pati Bareskrim dengan penugasan di Kementerian Lingkungan Hidup. Pangkat tetap jenderal. Tapi komando Polda sudah lewat. Ibarat raja, mahkotanya masih ada. Kerajaannya saja dipindahkan. Namun, di sinilah publik harus waras. Beredar narasi, pergantian berkaitan dengan kinerja dianggap tidak memuaskan serta dugaan membekingi usaha ilegal. Dugaan tetap dugaan. Jangan baru membaca Telegram sudah berubah menjadi hakim, jaksa, dan algojo. Kalau memang ada backing usaha ilegal, bongkar. Kalau ada korupsi, usut. Kalau ada permainan proyek, buka. Kalau ada pejabat bermain di belakang layar, jangan cuma digeser. Buka layarnya sekalian! Sebab mencopot pejabat itu gampang. Yang sulit adalah menjelaskan kepada rakyat mengapa dia dicopot dan apa kesalahannya. Kapolri baru sekarang punya pekerjaan lebih berat dari sekadar mengganti 19 Kapolda. Publik menunggu apakah gebrakan ini berhenti di Telegram atau benar-benar turun ke lapangan. Rakyat lebih peduli apakah setelah pergantian ini polisi benar-benar semakin bersih, pemberantasan korupsi semakin serius, backing usaha ilegal diberantas, dan hukum tidak tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Kapolri Suyudi memang baru mulai. Satu Telegram sudah bikin 19 Kapolda bergeser. Empat bahkan baru duduk, langsung kena sapu. Tapi jangan berhenti di sini. Kalau mau disebut membrutal, brutalnya jangan cuma kepada kursi jabatan. Brutallah kepada korupsi. Brutallah kepada backing ilegal. Brutallah kepada permainan hukum.  Foto Ai hanya ilustrasi Rosadi Jamani #camanewak #jurnalismeyangmenyapa #JYM
Wow seru ni korp cokelat muda. Kapolri baru besutan Probowo langsung membrutal. Kapolda yang dicurigai tak genah, dicopot. Muke gile. Sambil menikmati malam minggu, nikmati sajian narasi sambil seruput Koptagul, wak! Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kayaknya belum sempat menikmati empuknya kursi Kapolri. Baru sehari menjabat, langsung mengeluarkan jurus bikin para Kapolda mungkin mendadak rajin buka Telegram. Sembilan belas Kapolda diganti sekaligus! Bukan sembilan. Bukan sepuluh. 19! Ini bukan rotasi biasa. Ini seperti Kapolri masuk ruangan sambil membawa sapu, lalu berkata, “Mana yang perlu dibersihkan, tak sikat sekarang?” Dasar hukumnya jelas: Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Artinya, baru sehari menjabat, Suyudi sudah bikin jagat kepolisian bergetar. Orang baru jadi pejabat biasanya sibuk kenalan, rapat, foto-foto, bahkan mungkin masih bertanya, “Pak, toilet di sebelah mana?” Suyudi? Klik Telegram. Ganti 19 Kapolda. Membrutal, Wak! Yang masuk daftar pergantian antara lain Kapolda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Bali, DIY, Maluku, Kepri, NTT, Banten, Sumbar, Sulsel, Jambi, Gorontalo, Sulteng, dan Sulbar. Kalau ini pertandingan sepak bola, bukan cuma starting eleven yang diganti. Cadangan ikut disuruh berdiri. Pelatih mungkin bertanya, “Saya masih kerja di sini, tidak?” Yang bikin mata melotot, empat Kapolda yang baru dilantik pun ikut tersapu. Irjen Pol Pipit Rismanto baru dilantik sebagai Kapolda Jawa Barat pada 4 Juli 2026. Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Sumatera Barat juga baru dilantik 4 Juli 2026. Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dilantik sebagai Kapolda Sulawesi Selatan 29 Oktober 2025. Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dilantik sebagai Kapolda Sulawesi Barat 19 Agustus 2025. Belum sempat kursinya panas, sudah disuruh pindah. Belum sempat hafal semua nama anak buah, Telegram sudah bilang, “Terima kasih, silakan bergeser.” Ini bukan sekadar rotasi. Ini ghosting institusional! Lalu mereka masuk kotak? Secara resmi tentu istilah itu bukan bahasa telegram. Namun sebagian penugasan memang membuat mereka tak lagi memegang komando Polda. Pipit menjadi Pati Bareskrim dengan penugasan di Kementerian Hukum. Djati menjadi Pati Baintelkam dengan penugasan di Badan Reformasi Agraria Nasional. Djuhandhani menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Adi menjadi Pati Bareskrim dengan penugasan di Kementerian Lingkungan Hidup. Pangkat tetap jenderal. Tapi komando Polda sudah lewat. Ibarat raja, mahkotanya masih ada. Kerajaannya saja dipindahkan. Namun, di sinilah publik harus waras. Beredar narasi, pergantian berkaitan dengan kinerja dianggap tidak memuaskan serta dugaan membekingi usaha ilegal. Dugaan tetap dugaan. Jangan baru membaca Telegram sudah berubah menjadi hakim, jaksa, dan algojo. Kalau memang ada backing usaha ilegal, bongkar. Kalau ada korupsi, usut. Kalau ada permainan proyek, buka. Kalau ada pejabat bermain di belakang layar, jangan cuma digeser. Buka layarnya sekalian! Sebab mencopot pejabat itu gampang. Yang sulit adalah menjelaskan kepada rakyat mengapa dia dicopot dan apa kesalahannya. Kapolri baru sekarang punya pekerjaan lebih berat dari sekadar mengganti 19 Kapolda. Publik menunggu apakah gebrakan ini berhenti di Telegram atau benar-benar turun ke lapangan. Rakyat lebih peduli apakah setelah pergantian ini polisi benar-benar semakin bersih, pemberantasan korupsi semakin serius, backing usaha ilegal diberantas, dan hukum tidak tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Kapolri Suyudi memang baru mulai. Satu Telegram sudah bikin 19 Kapolda bergeser. Empat bahkan baru duduk, langsung kena sapu. Tapi jangan berhenti di sini. Kalau mau disebut membrutal, brutalnya jangan cuma kepada kursi jabatan. Brutallah kepada korupsi. Brutallah kepada backing ilegal. Brutallah kepada permainan hukum. Foto Ai hanya ilustrasi Rosadi Jamani #camanewak #jurnalismeyangmenyapa #JYM

About