@mralmamun0:

🥀___MÀMÚÑ___💔
🥀___MÀMÚÑ___💔
Open In TikTok:
Region: BD
Sunday 04 October 2026 06:48:28 GMT
100086
2014
168
356

Music

Download

Comments

israt.jahan3745
Israt Jahan :
এগুলো এডিট করা [Big LOL]
2026-10-05 10:12:18
2
user2210669715247sathi1
সাথী ইসলাম রোজা :
এই গরমে আমার রুমে এসি নাই
2026-10-05 05:39:41
1
user6188198337081
🥀 সপ্ন আমার আকাশ ছোঁয়া🥀 :
আমাকে গরু বানিয়ে নিয়ে যায় ভাই ভালো জায়গায় তো থাকতে পাড়বো😁😁😁😁আমারে ভি আই পি কিছু দিতে হবে না শুধু বিভিন্ন রকমের শাক সবজি দিয়ে খাইতে দিস তিনবেলা দেখবি এক মাসে গাভি হয়ে বের হবো পড়ে তোরা জবাই করে খেয়ে নিস😂😂😂
2026-10-05 08:24:31
5
user4792127227005
✈️❤️🥀 হাসির রাণী নদী 🥀❤️✈️ :
মাশাআল্লাহ মাশাআল্লাহ ওনেক সুন্দর ভিডিও ছিলো
2026-10-05 03:39:33
3
amena.mahbub
♥️♥️আমি আমার মত♥️♥️ :
Hmm vi kopal lage kopal
2026-10-05 07:49:37
1
s.priya.khan4
....🦋priya...🦋💫🇸🇦 :
কি ভাগ্য
2026-10-04 13:56:13
1
nahar.120
আর্তনাদ :
hm
2026-10-04 21:17:15
2
.ns1586
..অপেক্ষা..👩‍❤️‍👨(ভাগ্যবতী) :
right
2026-10-05 06:24:57
1
sk.raz13
আমার না হওয়া মহারাজা💔 :
কত সুন্দর এআই রুম তাইনা
2026-10-05 09:23:29
1
picchimeye638
অদৃশ্য মায়াজাল :
আপনার জন্য দোয়া করি
2026-10-05 04:52:21
1
user6726305376182
✈️সৌদি প্রবাসীর বউ✈️ :
Ai দিয়ে 😂
2026-10-05 07:18:36
2
user877760020370
মায়াবতী :
সেই তো
2026-10-04 11:44:16
1
zonakhaton
🤗🤭আজরাইলের বিবি জান👈😜😂 :
রাজ কপাল😂
2026-10-04 13:57:54
3
firoz0591
✈️✈️Firoz✈️✈️ :
মাশাআল্লাহ
2026-10-05 04:09:42
1
user62668565488168
রিম ঝিম বৃষ্টি ২০০২ :
ঔ মাইগড
2026-10-05 04:03:59
1
9787sf
❤️ জিনজিরার পরী ❤️ :
কি ভাগ্য
2026-10-04 13:39:40
2
user16779581614288
মেঘ বৃষ্টি :
অসাধারণ পোস্ট
2026-10-04 15:45:21
1
shahadat.khan78
Shahadat khan :
টাকা নেই বলে
2026-10-04 14:58:41
1
m.s.sawda
m s sawda :
বুঝতে হবে ভাগ্য কারে কয় শালার কপাল যেত সে তো আমার🤓🤓🤓
2026-10-05 08:46:57
1
user48760141441325
নীল আকাশের তারা :
তা ও আবার ১ টা না ৩ টা এসি 😩😩
2026-10-05 07:21:10
1
bulbuli2427
Bulbuli :
অসাধারণ ফুল সাপোর্ট করে গেলাম
2026-10-04 07:35:36
1
mimii4676
Cloud Queen :
এরকম সুখ যদি আমার কপালে আসতো
2026-10-05 09:09:01
1
user816884176
💞 শুধু তোমারি জন্যে 💞 :
বাহ্ অসাধারণ একটা ভিডিও খুব সুন্দর হয়েছে
2026-10-05 04:28:30
1
mdemran5789
রাতের আকাশ :
তাই নাকি
2026-10-04 08:37:59
1
sumiirani3
Sumiirani :
এটাও দেখার বাকি ছিলো 😃😃
2026-10-04 13:01:43
1
To see more videos from user @mralmamun0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kalau memang bahagia yang kau cari adalah menuruti setiap keinginan, dunia tidak akan banyak melarangmu. Pergilah. Kejar apa yang kau mau. Nikmati apa yang mampu kau beli. Puaskan apa yang selama ini membuat nafsumu merasa lapar. Manusia memang diberi ruang untuk memilih. Kau boleh menjadi pandai dengan pilihanmu sendiri, dan boleh pula menjadi bodoh karena pilihanmu sendiri. Tetapi ingatlah satu hal: setiap kebebasan selalu berjalan bersama akibatnya. Kita sering ingin bebas memilih, tetapi tidak selalu siap menerima harga dari pilihan itu. Kita ingin menikmati tanpa kehilangan. Mengikuti keinginan tanpa menanggung akibat. Mengejar dunia tanpa menjadi budaknya. Padahal kehidupan tidak bekerja demikian. Apa yang berulang kali kita lakukan perlahan membentuk siapa diri kita. Apa yang terus kita makan akan memengaruhi tubuh. Apa yang terus kita pikirkan akan membentuk pikiran. Dan apa yang terus kita turuti akan menentukan siapa yang akhirnya berkuasa di dalam diri: akal yang jernih atau nafsu yang tidak pernah kenyang. Sebab nafsu mempunyai satu sifat yang aneh. Ia menjanjikan kepuasan, tetapi setelah mendapatkannya ia meminta lebih banyak. Hari ini sedikit. Besok bertambah. Lusa menjadi kebutuhan. Sampai manusia tidak lagi menikmati keinginannya, melainkan diperbudak olehnya. Karena itu, kenikmatan tidak selalu sama dengan kebahagiaan. Ada sesuatu yang nikmat sesaat tetapi meninggalkan kehampaan bertahun-tahun. Ada sesuatu yang sulit ditahan hari ini, tetapi menyelamatkan kehidupan kita di kemudian hari. Di situlah sehatnya akal menjadi cahaya. Ia mengajarkan bahwa tidak semua yang mampu kita lakukan harus dilakukan. Tidak semua yang kita inginkan harus dimiliki. Dan tidak semua kesempatan harus diambil. Mungkin salah satu rahasia Tuhan dalam kehidupan justru tersembunyi di sana: kebahagiaan bukan ketika manusia mendapatkan seluruh keinginannya, tetapi ketika ia tidak lagi diperbudak oleh keinginannya. Kita boleh bermimpi setinggi langit, tetapi kaki tetap harus berpijak pada kenyataan. Kita boleh menikmati dunia, tetapi jangan sampai lupa bahwa kita hanya sedang melewatinya. Sebab dunia mempunyai banyak api yang terlihat seperti cahaya. Kekuasaan. Harta. Pujian. Kenikmatan. Kesenangan tanpa batas. Telanlah semuanya jika itu yang kauinginkan. Tetapi jangan terkejut jika sesuatu yang kaukira sedang mengenyangkanmu ternyata perlahan sedang membakar bagian terdalam dari dirimu. Masa depan akan menawarkan semakin banyak cara untuk memuaskan manusia dengan cepat. Sekali sentuh, sekali pesan, sekali lihat, sekali beli. Tetapi semakin mudah keinginan dipenuhi, semakin penting kemampuan untuk berkata: “Cukup.” Sebab manusia yang tidak mampu mengatakan cukup akan terus merasa miskin, sekalipun dunia berada dalam genggamannya. Dan pada akhirnya, ada satu kenyataan yang tidak bisa dinegosiasikan oleh seluruh kenikmatan dunia: maut. Ia tidak bertanya apakah kita sudah puas. Tidak menunggu seluruh keinginan terpenuhi. Tidak peduli berapa banyak dunia yang telah kita kumpulkan. Maka nikmatilah kehidupan, tetapi jangan kehilangan kesadaran. Cintailah dunia secukupnya. Gunakan akal sebelum menuruti keinginan. Dan sesekali tanyakan kepada diri sendiri: “Jika malam ini semuanya selesai, apakah yang selama ini kukejar benar-benar pantas menghabiskan hidupku?” Sebab tragedi terbesar bukanlah mati sebelum sempat menikmati seluruh dunia. Tragedi terbesar adalah menghabiskan seluruh kehidupan untuk dunia, lalu baru menyadari nilainya ketika maut membuat kita tidak lagi mempunyai waktu untuk memperbaikinya.
Kalau memang bahagia yang kau cari adalah menuruti setiap keinginan, dunia tidak akan banyak melarangmu. Pergilah. Kejar apa yang kau mau. Nikmati apa yang mampu kau beli. Puaskan apa yang selama ini membuat nafsumu merasa lapar. Manusia memang diberi ruang untuk memilih. Kau boleh menjadi pandai dengan pilihanmu sendiri, dan boleh pula menjadi bodoh karena pilihanmu sendiri. Tetapi ingatlah satu hal: setiap kebebasan selalu berjalan bersama akibatnya. Kita sering ingin bebas memilih, tetapi tidak selalu siap menerima harga dari pilihan itu. Kita ingin menikmati tanpa kehilangan. Mengikuti keinginan tanpa menanggung akibat. Mengejar dunia tanpa menjadi budaknya. Padahal kehidupan tidak bekerja demikian. Apa yang berulang kali kita lakukan perlahan membentuk siapa diri kita. Apa yang terus kita makan akan memengaruhi tubuh. Apa yang terus kita pikirkan akan membentuk pikiran. Dan apa yang terus kita turuti akan menentukan siapa yang akhirnya berkuasa di dalam diri: akal yang jernih atau nafsu yang tidak pernah kenyang. Sebab nafsu mempunyai satu sifat yang aneh. Ia menjanjikan kepuasan, tetapi setelah mendapatkannya ia meminta lebih banyak. Hari ini sedikit. Besok bertambah. Lusa menjadi kebutuhan. Sampai manusia tidak lagi menikmati keinginannya, melainkan diperbudak olehnya. Karena itu, kenikmatan tidak selalu sama dengan kebahagiaan. Ada sesuatu yang nikmat sesaat tetapi meninggalkan kehampaan bertahun-tahun. Ada sesuatu yang sulit ditahan hari ini, tetapi menyelamatkan kehidupan kita di kemudian hari. Di situlah sehatnya akal menjadi cahaya. Ia mengajarkan bahwa tidak semua yang mampu kita lakukan harus dilakukan. Tidak semua yang kita inginkan harus dimiliki. Dan tidak semua kesempatan harus diambil. Mungkin salah satu rahasia Tuhan dalam kehidupan justru tersembunyi di sana: kebahagiaan bukan ketika manusia mendapatkan seluruh keinginannya, tetapi ketika ia tidak lagi diperbudak oleh keinginannya. Kita boleh bermimpi setinggi langit, tetapi kaki tetap harus berpijak pada kenyataan. Kita boleh menikmati dunia, tetapi jangan sampai lupa bahwa kita hanya sedang melewatinya. Sebab dunia mempunyai banyak api yang terlihat seperti cahaya. Kekuasaan. Harta. Pujian. Kenikmatan. Kesenangan tanpa batas. Telanlah semuanya jika itu yang kauinginkan. Tetapi jangan terkejut jika sesuatu yang kaukira sedang mengenyangkanmu ternyata perlahan sedang membakar bagian terdalam dari dirimu. Masa depan akan menawarkan semakin banyak cara untuk memuaskan manusia dengan cepat. Sekali sentuh, sekali pesan, sekali lihat, sekali beli. Tetapi semakin mudah keinginan dipenuhi, semakin penting kemampuan untuk berkata: “Cukup.” Sebab manusia yang tidak mampu mengatakan cukup akan terus merasa miskin, sekalipun dunia berada dalam genggamannya. Dan pada akhirnya, ada satu kenyataan yang tidak bisa dinegosiasikan oleh seluruh kenikmatan dunia: maut. Ia tidak bertanya apakah kita sudah puas. Tidak menunggu seluruh keinginan terpenuhi. Tidak peduli berapa banyak dunia yang telah kita kumpulkan. Maka nikmatilah kehidupan, tetapi jangan kehilangan kesadaran. Cintailah dunia secukupnya. Gunakan akal sebelum menuruti keinginan. Dan sesekali tanyakan kepada diri sendiri: “Jika malam ini semuanya selesai, apakah yang selama ini kukejar benar-benar pantas menghabiskan hidupku?” Sebab tragedi terbesar bukanlah mati sebelum sempat menikmati seluruh dunia. Tragedi terbesar adalah menghabiskan seluruh kehidupan untuk dunia, lalu baru menyadari nilainya ketika maut membuat kita tidak lagi mempunyai waktu untuk memperbaikinya.

About