@sekarrr.ageng:

sekar
sekar
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 04 October 2026 15:00:25 GMT
404514
125713
268
5876

Music

Download

Comments

yohanagultom_
🪼 :
cape bgt ga sih?
2026-10-05 13:13:01
770
x.afay
فاي :
yang ketawanya paling kenceng biasanya yang paling sering nangis diam-diam, keliatan ceria di luar tapi di dalam udah capek banget buat bertahan
2026-10-05 10:05:58
2237
stufuckyou
? :
bukan lebay atau gmnaa, cuma beneran capek.
2026-10-05 15:10:25
865
abielskayara
abiel's :
i'm sorry mom, dad..
2026-10-09 13:29:38
0
_sella32
seylaa :
kalo aku nyerahh yang membahagiakan adek dan orang orang tersayang aku siapa
2026-10-05 14:45:24
201
nxrzmxynvra.1_
𐙚 :
mau nyerah, tapi kasian sm keluarga
2026-10-05 11:47:09
145
_kenisaazzhra_
a :
aku galiat masadepan di diri aku..
2026-10-06 16:36:51
131
motchacu
anaaaini :
ehehhehe
2026-10-09 15:28:12
0
ayaarchive.2
🐾 :
guys, aku bener bener cape banget asli
2026-10-05 13:33:59
157
xrwyn3
kacagelap. :
saking capeknya gw ketawa aja, sendirian ketawa nnti nangis ketawa nangis gtu aja
2026-10-06 09:03:59
26
nlnamna
nlnaa :
gimana ga nyerah terus, kalau di rumah suasananya sering berantakan
2026-10-09 12:28:21
5
senangsenangsja01
senangsenang sja :
lewat pas lg nangis
2026-10-08 14:01:50
9
dhiandra76
DiraSukaMatcha :
"kenapa harus gua"
2026-10-08 16:37:29
5
mechille.alamanda
Mechille Alamanda :
ada yg sedang di fase yg sama ? ayookk kita saling berpelukan dan saling menguatkan :')
2026-10-05 13:26:29
53
ggeminieuu
αηαη🫀 :
aku tiap malem bicara sendiri, karna udah capekkk hari'ku tapi disisi lain adek mamaku ayahku masih tanggunganku☹️
2026-10-06 07:40:40
42
cegilnyahaechan00
faya :
aku hidup karna adikku bilang "kaka, adek kalo udah besar mau jadi captain pesawat, biarbisa bawa Kaka kemanapun Kaka mau, tunggu adek ya"🥹🥹 adikkk kalo adik liat komen Kaka disini, Kaka cuma mau minta maaf, maaf ya, karna Kaka belum bisa jadi Kaka yang terbaik menurutmu, Kaka tunggu suksesnya kamu, gantikan Kaka untuk membanggakan kedua orang tua kita, bunda Kaka tetap ibu kamu, terima kasih sudah menerima kita menjadi keluarga, maaf, Kaka pernah menolak kehadiran kamu, sehat selalu adikk.
2026-10-09 07:29:15
4
cocoagranulo
.. :
jangan meninggal dulu sebelum punya tabungan, karna org meninggal biayanya lebih banyak kata mamaku🥰
2026-10-05 12:55:57
45
idhaaanii
🧚🏻‍♀️ :
dari kecil ak udh terpenuhi dgn larangan sampai dewasa pun ak tidak bisa merasakan hidup bebas tenang nyaman tentram, sehingga skrg ak kehilangan diriku sendiri, kata mereka ak bnyk mau nya, tapi mau ku mn yg klian dengar? mau ku mn yg kalian terima? jika semua yg klian inginkan sllu ku turuti laly bagaimana dgn mau nya diriku sendiri?
2026-10-06 00:17:34
7
ptywufnk
tia gapake h :
gimana ga cape , ujiannya aja dr kecil
2026-10-07 12:10:16
5
chia2411111
chia_cha :
siapa yg ga nyerah kalau hidupnya seberantakan ini
2026-10-06 11:08:00
7
yoo_laa1
... :
aku aslinya ceriaaa kokkk, cuma akhir akhir ini lagi banyak yg di pikirin hehe, jadi lebih narik diri dari keramaian👋🏻
2026-10-06 12:04:53
5
sif1763
Zxniiii :
tp apapun yang terjadi aku harus kuatt
2026-10-05 07:52:02
18
mahfudhoh33
iil🪷_ :
di kira hidup aku paling enak dari mereka"🥺
2026-10-05 11:26:11
11
ciebackburnerrr
mey𓆝 𓆟 𓆞 :
bukan lebay tp ini fakta
2026-10-05 15:07:56
6
dn_791
veldinn05 :
yaallah, tolong angkat penyakitku🥺🥺
2026-10-06 08:23:44
6
To see more videos from user @sekarrr.ageng, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

ممقتنعة بلتصميم🐰💕. The Journey of Basim Al-Karbalaei In the heart of Holy Karbala, specifically in 1966, a voice was born that became the most iconic symbol in Hussaini history. Basim Al-Karbalaei was not just a chanter; he was a project for a vocal epic that began in Karbala's old alleys, drawing inspiration from the legendary
ممقتنعة بلتصميم🐰💕. The Journey of Basim Al-Karbalaei In the heart of Holy Karbala, specifically in 1966, a voice was born that became the most iconic symbol in Hussaini history. Basim Al-Karbalaei was not just a chanter; he was a project for a vocal epic that began in Karbala's old alleys, drawing inspiration from the legendary "Hamza Al-Zagheer" and mastering the foundations of the sacred pulpit. From Karbala to Exile: The journey began in childhood within Karbalaei processions. However, in 1980, due to harsh political circumstances, Basim and his family moved to Iran (Isfahan). There, he began a phase of academic refinement, studying the Quran and Tajweed under great masters, which gave his voice the strength to master the most difficult melodies. The 1990s: Global Fame: His true fame launched in the early 90s from the Sultanate of Oman. He collaborated with great poets, led by (Jaber Al-Kazemi), forming a duo that transformed the Hussaini poem from traditional styles to modern emotional themes that deeply touch the human soul and spirit. Vocal Engineering and Legacy: The 1990s: Global Fame: His true fame launched in the early 90s from the Sultanate of Oman. He collaborated with great poets, led by (Jaber Al-Kazemi), forming a duo that transformed the Hussaini poem from traditional styles to modern emotional themes that deeply touch the human soul and spirit. Vocal Engineering and Legacy: Just as a skyscraper is built in layers, Basim built his glory with vocal layers (bass and treble) that amazed listeners. Blending authentic Iraqi modes with modern arrangements, masterpieces like "Khattar Ijani" and "Tamannayt" became eternal pillars, crowning him as the "Sultan of the Pulpit" with thousands of poems. The Return and Immortality: After decades of exile, Basim returned to Iraq as a global symbol of willpower. The story of Basim Al-Karbalaei is a human epic written with patience. #باسم_الكربلائي #قصائد_حسينية #creatorsearchinsights

About