@crok_17:

ck
ck
Open In TikTok:
Region: EC
Sunday 04 October 2026 15:22:16 GMT
355
22
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @crok_17, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dedikasi yang tidak dihargai, pengorbanan yang berujung derita. Begitulah potret miris yang dihadapi sebagian guru non-ASN di berbagai penjuru tanah air, yang kini terpaksa berjuang di titik terendah dalam hidup mereka. Di tengah tuntutan moral untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, ada kenyataan pahit di balik layar yang jarang tersorot. Tangkapan layar yang viral ini bukanlah sekadar keluhan biasa, melainkan jeritan keputusasaan dari mereka yang berada di garda terdepan pendidikan kita. Bayangkan betapa hancurnya perasaan seorang guru yang harus menghadapi kenyataan pahit diceraikan oleh suaminya sendiri. Penyebabnya? Hanya karena Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang tak kunjung cair, membuat mereka dianggap tidak mampu membantu perekonomian keluarga. Tunjangan yang menjadi tumpuan harapan, justru menjadi pemicu retaknya rumah tangga. Di titik ini, mereka tidak lagi tahu harus menangis atau menertawakan getirnya takdir. Di sudut lain, ada guru yang harus menahan malu, berutang untuk membeli bensin eceran demi bisa berangkat ke sekolah tempatnya mengabdi. Sepanjang jalan, air mata mereka tumpah, menangis sesenggukan menahan beban ekonomi dan batin yang begitu berat—namun saat sampai di gerbang sekolah, mereka harus kembali tersenyum demi anak-anak didik mereka. Apakah pantas mereka yang kita sebut sebagai
Dedikasi yang tidak dihargai, pengorbanan yang berujung derita. Begitulah potret miris yang dihadapi sebagian guru non-ASN di berbagai penjuru tanah air, yang kini terpaksa berjuang di titik terendah dalam hidup mereka. Di tengah tuntutan moral untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, ada kenyataan pahit di balik layar yang jarang tersorot. Tangkapan layar yang viral ini bukanlah sekadar keluhan biasa, melainkan jeritan keputusasaan dari mereka yang berada di garda terdepan pendidikan kita. Bayangkan betapa hancurnya perasaan seorang guru yang harus menghadapi kenyataan pahit diceraikan oleh suaminya sendiri. Penyebabnya? Hanya karena Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang tak kunjung cair, membuat mereka dianggap tidak mampu membantu perekonomian keluarga. Tunjangan yang menjadi tumpuan harapan, justru menjadi pemicu retaknya rumah tangga. Di titik ini, mereka tidak lagi tahu harus menangis atau menertawakan getirnya takdir. Di sudut lain, ada guru yang harus menahan malu, berutang untuk membeli bensin eceran demi bisa berangkat ke sekolah tempatnya mengabdi. Sepanjang jalan, air mata mereka tumpah, menangis sesenggukan menahan beban ekonomi dan batin yang begitu berat—namun saat sampai di gerbang sekolah, mereka harus kembali tersenyum demi anak-anak didik mereka. Apakah pantas mereka yang kita sebut sebagai "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" harus menanggung beban seberat ini untuk bertahan hidup? Ketika hak-hak dasar mereka diabaikan dan birokrasi seolah tutup mata, kita tidak hanya sedang membiarkan para guru ini menderita, tetapi kita juga sedang mempertaruhkan masa depan generasi bangsa. Sebagai masyarakat, orang tua, dan sesama warga negara, kita tidak boleh terus-menerus diam melihat ketimpangan ini. Kesejahteraan guru adalah fondasi utama dari kualitas pendidikan. Jika fondasi itu dibiarkan runtuh, apa yang tersisa bagi masa depan anak-anak kita? 2 contoh diatas hanya sebagian kecil dari pilunya nasib guru di tanah air. Mari kita terus suarakan keadilan bagi para pendidik kita. Silakan bagikan tulisan ini agar suara mereka yang terpinggirkan bisa didengar lebih luas. 🙏👇 #GuruIndonesia #KesejahteraanGuru #NasibGuru #TunjanganGuru #GuruNonASN

About