@ardiyannn07: @Romaaa | Monopoli Diri #motivasihidup #hairomaaa #suaraberkelas

Yans
Yans
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 04 October 2026 16:28:39 GMT
161194
17723
112
1477

Music

Download

Comments

zavieralunea
Zaviera Lunea :
disemangati keluarga ❎ disemangati orang lain ✅
2026-10-16 13:28:51
159
putrradaerah
PUTRA DAERAH :
DJ ny apa ya?
2026-10-07 17:40:57
0
nyong_latael_gns316
Kk_EL'Van Ambon_GNS316 :
Semngt diriku🔥
2026-10-06 15:19:18
25
chandra_ir
chandra. :
yok semangat walau kita telah jatuh yakin bahwa kita bisa bangkit semangat man temannnnn....
2026-10-07 04:17:42
56
ini_ian24
AkunSerbaan🛍️ :
semangat apapun kita terabas 🔥🔥
2026-10-27 19:09:34
2
rhsya.08
rhsya.08 :
apa ni judul ny,yt sp ya
2026-10-27 00:48:42
0
meghan.tara
Meghan Tara :
mirip dr tirta
2026-10-07 08:16:12
6
nuraditya_22
jagoanmamah01 :
rekomendasi buku untuk publik speaking derr[Berdoa]
2026-10-08 23:29:25
2
fdialll
BontoMosiakk :
suka bgt sama wanita pintar kyk gini😭
2026-10-14 02:12:16
5
tholips
lips :
usaha paksa, konsisten bisa dan terbiasaa semangat semuanyah
2026-10-28 01:11:19
1
pauuder_
P :
Respect
2026-10-07 11:49:03
1
store17100
Manyolstore :
bisa yokkkkk
2026-10-14 17:35:16
1
a_triliuner
M.aditya404Sches :
GILAAA GOKILL🔥🔥🔥🔥
2026-10-07 09:03:25
1
abriiagt
𝟑𝟑𝐇𝐳🧬 :
template mana template
2026-10-09 10:28:41
1
xy_roy1
ROM_02 :
bismillah, semoga jatuh bangun ini dapat sebuah hasil yang bagus
2026-10-07 08:21:06
6
_arripul
arrie :
@romaa Saya akan melawan TRILEMA KEHIDUPAN.
2026-10-06 17:40:28
2
_ysfmhmd1505
15_Mei :
menantang semua resiko
2026-10-11 11:37:28
1
catnower14
Black and white :
wahaii diri sejati q yakin selagi allah berada di dlm dasar hati yg paling dlm antara niat & kemauan serta di iringi jiwa yg kuat pasti mampu bangkit dri keterpurukan[Menghangatkan hati][Menghangatkan hati]
2026-10-07 00:32:09
2
arfan_kenzs
Bangkong_cill :
berdamailah pada diri sendiri maka kau akan tau seberapa kekuatanmu untuk melawan dunia
2026-10-27 18:15:21
1
siti.marhasah
Siti marhasah :
bismillah mudahkan jalan rezeki kami ya Allah 🤲
2026-10-17 11:56:41
1
inatrisnawati39
Itri39 :
PASTI BISA
2026-10-29 07:39:05
0
muhammadalimmutta
mas_al :
semagat broo🔥
2026-10-28 13:01:57
0
kasihkasihkasih26
kasihkasihkasih :
amin
2026-10-28 13:48:19
0
eckavurry
kakaBoss♉️ :
q pembisnis . tidak akan melibatkankluarga dan saudara . krna mereka adl pembunuh mental no 1 . lebih ke teman dan relasi aja . klo ad yg tanya . tmn bisa jadi penghianat . makanya klo sama teman berdoa . ya Allah jangan gunakan tanya dy untuk menyakitiku . q sayang sama dy . biarkan hbungan kita baik" saja. buktikan kata"mu . Allah sama kxk kamu butuh bukti bukan kata" . bukan mlah berteman ngmng in aib orang .
2026-10-28 23:34:51
0
arlan.kaltara
Arlan :
2026-10-06 14:10:25
0
To see more videos from user @ardiyannn07, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#fypシ゚ #xybca#turkey  Ungkapan ini menyentuh satu kebenaran pahit tentang kekuasaan, martabat, dan kualitas manusia. Tidak semua perubahan terjadi karena struktur yang runtuh, sering kali kehancuran justru dimulai dari siapa yang kita izinkan masuk dan diberi peran. Istana, sebagai simbol kehormatan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab, seharusnya dijaga oleh nilai. Ketika nilai itu ditanggalkan, kemegahan fisik tidak lagi berarti apa apa. Yang tersisa hanyalah bangunan tanpa ruh. Seorang badut tidak serta merta berubah menjadi raja hanya karena ia berdiri di dalam istana. Watak tidak berubah oleh kursi, gelar tidak otomatis melahirkan kebijaksanaan. Justru sebaliknya, ketika seseorang yang tidak memiliki kedalaman, etika, dan kesadaran diberi panggung kekuasaan, maka panggung itulah yang akan menyesuaikan diri dengannya. Bahasa menjadi dangkal, keputusan menjadi bahan tawa, dan tanggung jawab berubah menjadi pertunjukan. Yang dulunya sakral perlahan menjadi hiburan. Secara psikologis, ini menjelaskan bagaimana kekuasaan memperbesar siapa diri seseorang sebenarnya. Kekuasaan tidak menciptakan karakter, ia hanya memperjelasnya. Jika yang masuk adalah jiwa yang serius, istana akan menjadi tempat pengabdian. Jika yang masuk adalah jiwa yang gemar dipuja dan dipertontonkan, istana akan berubah menjadi arena narsisme. Di titik ini, rakyat tidak lagi dipimpin, melainkan ditontonkan. Secara sosial, sirkus kekuasaan selalu ditandai dengan kebisingan, sensasi, dan kehilangan arah. Yang penting bukan lagi kebenaran, melainkan tepuk tangan. Bukan lagi keadilan, melainkan citra. Ketika istana berubah menjadi sirkus, yang menderita bukan bangunannya, tetapi mereka yang berharap pada keputusan di dalamnya. Kepercayaan runtuh bukan karena tembok retak, melainkan karena nilai dikhianati. Pada akhirnya, ungkapan ini bukan hanya kritik pada pemimpin, tetapi juga peringatan bagi siapa pun yang memiliki peran dan amanah. Pertanyaannya bukan di mana kita berdiri, tetapi siapa diri kita saat diberi tempat. Apakah kehadiran kita menjaga martabat ruang, atau justru mengubahnya menjadi panggung kosong yang ramai tapi kehilangan makna.
#fypシ゚ #xybca#turkey Ungkapan ini menyentuh satu kebenaran pahit tentang kekuasaan, martabat, dan kualitas manusia. Tidak semua perubahan terjadi karena struktur yang runtuh, sering kali kehancuran justru dimulai dari siapa yang kita izinkan masuk dan diberi peran. Istana, sebagai simbol kehormatan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab, seharusnya dijaga oleh nilai. Ketika nilai itu ditanggalkan, kemegahan fisik tidak lagi berarti apa apa. Yang tersisa hanyalah bangunan tanpa ruh. Seorang badut tidak serta merta berubah menjadi raja hanya karena ia berdiri di dalam istana. Watak tidak berubah oleh kursi, gelar tidak otomatis melahirkan kebijaksanaan. Justru sebaliknya, ketika seseorang yang tidak memiliki kedalaman, etika, dan kesadaran diberi panggung kekuasaan, maka panggung itulah yang akan menyesuaikan diri dengannya. Bahasa menjadi dangkal, keputusan menjadi bahan tawa, dan tanggung jawab berubah menjadi pertunjukan. Yang dulunya sakral perlahan menjadi hiburan. Secara psikologis, ini menjelaskan bagaimana kekuasaan memperbesar siapa diri seseorang sebenarnya. Kekuasaan tidak menciptakan karakter, ia hanya memperjelasnya. Jika yang masuk adalah jiwa yang serius, istana akan menjadi tempat pengabdian. Jika yang masuk adalah jiwa yang gemar dipuja dan dipertontonkan, istana akan berubah menjadi arena narsisme. Di titik ini, rakyat tidak lagi dipimpin, melainkan ditontonkan. Secara sosial, sirkus kekuasaan selalu ditandai dengan kebisingan, sensasi, dan kehilangan arah. Yang penting bukan lagi kebenaran, melainkan tepuk tangan. Bukan lagi keadilan, melainkan citra. Ketika istana berubah menjadi sirkus, yang menderita bukan bangunannya, tetapi mereka yang berharap pada keputusan di dalamnya. Kepercayaan runtuh bukan karena tembok retak, melainkan karena nilai dikhianati. Pada akhirnya, ungkapan ini bukan hanya kritik pada pemimpin, tetapi juga peringatan bagi siapa pun yang memiliki peran dan amanah. Pertanyaannya bukan di mana kita berdiri, tetapi siapa diri kita saat diberi tempat. Apakah kehadiran kita menjaga martabat ruang, atau justru mengubahnya menjadi panggung kosong yang ramai tapi kehilangan makna.

About