@chavonsade: Dusting powder to smell the best ✨🫧 #tiktokshopblackfriday #tiktokshopcybermonday #dustingpowder #smellgood #bodycare

ChavonSade🦋
ChavonSade🦋
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 04 October 2026 21:44:22 GMT
194633
2350
17
74

Music

Download

Comments

hamsterville29
hamsterlover89 :
I got the marshmallow one and it smells like absolutely nothing 😔
2026-10-11 15:04:08
34
the_real_shannonista
the_real_shannonista :
Problem is - I love body oil. Oil & powder don’t work collaboratively.
2026-10-11 04:09:21
1
tori62800
tori :
damn you flicked that in my eye 😂😂😂
2026-10-06 01:31:37
128
sophie60886
Sophie🌙🍂 :
Damn girl
2026-10-14 19:24:21
15
.lxvelybri
𝚋𝚛𝚒 🤍 :
ok... i have this and yk dang well it is gritty asf if you use as much as u just did
2026-10-10 21:19:20
18
sarahxosanchez
sarahxosanchez :
I love you
2026-10-12 23:52:26
2
lil44354
Lili | Colombian Mama 🇨🇴 :
Shower routine?
2026-10-07 21:06:58
8
elioralol
Ellie :
does it leave a white/grey cast
2026-10-15 21:05:40
0
toria000000
Toria1980 :
2026-10-09 19:11:59
2
To see more videos from user @chavonsade, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Seorang pemuda berusia 24 tahun sudah cukup lama berjuang dengan gangguan asam lambung. Setelah beberapa kali kambuh, ia akhirnya berkomitmen total berhenti minum kopi, salah satu pemicu yang paling sering dikaitkan dengan keluhan lambungnya. Selama beberapa waktu, kondisinya memang membaik, gejala jarang muncul, dan ia merasa sudah cukup disiplin menjaga pantangannya. Namun tanpa diduga, asam lambungnya kembali kambuh, bahkan kali ini jauh lebih parah hingga berkembang menjadi kondisi kronis. Rasa sakitnya begitu hebat sampai akhirnya ia harus dilarikan dan dirawat di rumah sakit. Yang membuatnya bingung, ia merasa tidak melanggar pantangan apa pun, tidak minum kopi, tidak makan pedas berlebihan, pola makan pun masih dijaga seperti biasa. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata penyebabnya bukan dari makanan atau minuman yang selama ini dihindari, melainkan dari faktor lain yang sering luput dari perhatian, yaitu tekanan pekerjaan dan kurang tidur yang terjadi beberapa bulan terakhir. Meski sudah berhenti minum kopi, ia ternyata sering begadang menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi tingkat stres yang cukup tinggi tanpa disadarinya memberi dampak besar pada lambung. Menurut penjelasan medis, kopi memang salah satu pemicu GERD, tapi bukan satu-satunya. Stres kronis dan kurang tidur juga bisa memicu kekambuhan yang sama parahnya, bahkan pada orang yang sudah disiplin menjaga makanan. Hal ini terjadi karena lambung dan otak terhubung lewat jalur gut-brain axis, di mana tekanan pikiran yang terus-menerus dapat meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan kerja katup kerongkongan, terlepas dari apa yang dikonsumsi sehari-hari. Selama dirawat, dokter menjelaskan bahwa kondisinya sudah masuk kategori kronis karena iritasi pada dinding lambung yang terjadi berulang kali tanpa pernah benar-benar pulih sepenuhnya, akibat faktor stres dan kurang tidur yang terus berlangsung di balik pantangan makanan yang sudah dijaga ketat. Kasus ini menunjukkan bahwa menghindari satu pemicu saja tidak cukup untuk benar-benar menjaga lambung tetap stabil. Kalau faktor lain seperti stres dan pola tidur tidak ikut diperhatikan, gejala tetap bisa kambuh bahkan berkembang jadi lebih parah, meski secara pantangan makanan sudah dijalani dengan disiplin. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai bila kekambuhan terjadi di luar pemicu makanan antara lain gejala yang muncul saat banyak pikiran atau kurang tidur, disertai sulit berkonsentrasi, badan mudah lelah, serta kualitas tidur yang ikut terganggu akibat ketidaknyamanan di lambung. Menjaga lambung ternyata bukan cuma soal apa yang dihindari dari makanan, tapi juga soal menyeimbangkan seluruh pola hidup, termasuk jam tidur dan tingkat stres sehari-hari. Bagikan ke orang terdekatmu yang merasa sudah pantang ketat tapi gejalanya masih sering kambuh. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat
Seorang pemuda berusia 24 tahun sudah cukup lama berjuang dengan gangguan asam lambung. Setelah beberapa kali kambuh, ia akhirnya berkomitmen total berhenti minum kopi, salah satu pemicu yang paling sering dikaitkan dengan keluhan lambungnya. Selama beberapa waktu, kondisinya memang membaik, gejala jarang muncul, dan ia merasa sudah cukup disiplin menjaga pantangannya. Namun tanpa diduga, asam lambungnya kembali kambuh, bahkan kali ini jauh lebih parah hingga berkembang menjadi kondisi kronis. Rasa sakitnya begitu hebat sampai akhirnya ia harus dilarikan dan dirawat di rumah sakit. Yang membuatnya bingung, ia merasa tidak melanggar pantangan apa pun, tidak minum kopi, tidak makan pedas berlebihan, pola makan pun masih dijaga seperti biasa. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata penyebabnya bukan dari makanan atau minuman yang selama ini dihindari, melainkan dari faktor lain yang sering luput dari perhatian, yaitu tekanan pekerjaan dan kurang tidur yang terjadi beberapa bulan terakhir. Meski sudah berhenti minum kopi, ia ternyata sering begadang menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi tingkat stres yang cukup tinggi tanpa disadarinya memberi dampak besar pada lambung. Menurut penjelasan medis, kopi memang salah satu pemicu GERD, tapi bukan satu-satunya. Stres kronis dan kurang tidur juga bisa memicu kekambuhan yang sama parahnya, bahkan pada orang yang sudah disiplin menjaga makanan. Hal ini terjadi karena lambung dan otak terhubung lewat jalur gut-brain axis, di mana tekanan pikiran yang terus-menerus dapat meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan kerja katup kerongkongan, terlepas dari apa yang dikonsumsi sehari-hari. Selama dirawat, dokter menjelaskan bahwa kondisinya sudah masuk kategori kronis karena iritasi pada dinding lambung yang terjadi berulang kali tanpa pernah benar-benar pulih sepenuhnya, akibat faktor stres dan kurang tidur yang terus berlangsung di balik pantangan makanan yang sudah dijaga ketat. Kasus ini menunjukkan bahwa menghindari satu pemicu saja tidak cukup untuk benar-benar menjaga lambung tetap stabil. Kalau faktor lain seperti stres dan pola tidur tidak ikut diperhatikan, gejala tetap bisa kambuh bahkan berkembang jadi lebih parah, meski secara pantangan makanan sudah dijalani dengan disiplin. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai bila kekambuhan terjadi di luar pemicu makanan antara lain gejala yang muncul saat banyak pikiran atau kurang tidur, disertai sulit berkonsentrasi, badan mudah lelah, serta kualitas tidur yang ikut terganggu akibat ketidaknyamanan di lambung. Menjaga lambung ternyata bukan cuma soal apa yang dihindari dari makanan, tapi juga soal menyeimbangkan seluruh pola hidup, termasuk jam tidur dan tingkat stres sehari-hari. Bagikan ke orang terdekatmu yang merasa sudah pantang ketat tapi gejalanya masih sering kambuh. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat

About