@oun_phea075: #សួរថាមកអត់យប់នេះ💃🕺

Oun_Phea07
Oun_Phea07
Open In TikTok:
Region: KH
Sunday 04 October 2026 22:53:28 GMT
58561
6216
114
56

Music

Download

Comments

na.vorn.23.1.2011
Nut Sava 🙄🤫 :
ភូមិបុស្សនៅខាងណា
2026-10-06 04:12:00
0
bro.pich659
Ster kalib 😣😣 :
មេៗខាងញុមងាប់អស់ហើយខាងនុងនៅមានមេទៀត😂😂😂
2026-10-10 16:24:14
1
user8445924087232
បងរ៉ូ កពង់់ចាម :
ភូមិបុស្សខាងពើកមែន
2026-10-11 04:52:26
0
natkl77
natkl77 :
សាកទៅសិនមេីលថាសប្បាយមិច ឈ្មោះភូមិដូចគ្នា😅😂
2026-10-06 02:06:10
1
user9976393614520
ខចប :
មនុស្សច្រើន
2026-10-07 01:54:05
1
bro.kn498
Bro Kn :
ចុម
2026-10-08 09:30:48
1
geggtsgf
Kh zin :
វត្តនៅណាបាស់ឮល្អម៉្លេះ
2026-10-05 16:19:30
1
kwanna652
Bro Vann :
ភូមិបុស្សនៅគូលែនមែន
2026-10-06 05:34:42
1
user84812497546674
គ្រប់យ៉ាងដើម្បីអូន💓💓 :
អត់ហានទេ😂
2026-10-07 10:51:11
1
user54612579860
user54612579860 :
ទៅត្រៀមចាំបងៗផង👌🥰👍
2026-10-05 11:01:53
1
den.dan95
Den Den❤️ :
ព្រះវីហារ ឈ្នះៗ😂🥰
2026-10-09 03:24:55
1
nimnim_2320782212506
N :
ឃើញហើយនឹកដល់អតិតកាល2010សប្បាយដល់ហើយឮធុងបាសដឹងតែទៅហើយ
2026-10-07 02:16:43
1
sok.seat2
Seak🍀💖 :
ស្តាយអត់បានទៅ
2026-10-05 10:25:02
1
bro.louut
មិត្ត មិត្តា :
ភូមិបុស្សនិងខេត្តអីគេ🥰
2026-10-07 15:15:34
0
isme_mao_men168
Nik ke tt hy may may ey 🥹 :
ព្រះវិហារឈ្នះៗ
2026-10-09 12:54:56
1
user9193530284738
9988877 :
សុខសប្បាអត់អ្នកភូមិបុស្ប
2026-10-06 01:34:37
1
lynanaff77
Nă Nă Solo :
គេជាន់ជើងញុម
2026-10-05 06:56:48
1
bro.kn498
Bro Kn :
មនុស្សច្រើន
2026-10-08 09:31:10
1
la.bu94
🆃🅴🅰🅼 🅲🅱2 :
យប់និងផ្ដើមហើយ
2026-10-05 05:26:07
1
ro.zee611
ឈឺហួសព្រោះស្រីក្បត់ អាប្រោហា៎ :
សប្បាយហា៎ន៎ញុមទៅ២ដងហើយនាក់ភូមិបុស្សដេញវ៉ៃឡឹង
2026-10-05 22:42:56
1
sothea_sun
sothea sun :
កូនខ្មែយើងចឹង
2026-10-06 11:25:03
1
chetchhonkh2
Chet Chhon kh :
អ្នកភូមិបុស្សកាចៗហ៎ា🤣
2026-10-05 10:46:52
2
gi.von43
Gi Von :
2026-10-06 00:34:48
0
user8054901205454
បង នឹកអូន :
យេណពៅ🥰ស្បាយណ
2026-10-19 12:39:32
0
broslish
Bros Lish :
ឆ្ងាយពេកកុំទៅបាត់ចែ
2026-10-05 12:48:16
1
To see more videos from user @oun_phea075, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Saya selalu percaya bahwa semua agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang sama, yaitu menumbuhkan kasih sayang dan welas asih dalam diri manusia. Dalam ajaran Buddha, anak-anak diajarkan untuk menyayangi semua makhluk hidup dan melakukan pelepasan makhluk hidup (fangsheng), karena hal ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan welas asih, menghargai kehidupan, dan membentuk karakter sejak usia dini. Makhluk sekecil apa pun dapat merasakan penderitaan dan memiliki keinginan untuk tetap hidup. Kebaikan harus diwujudkan melalui tindakan. Kita tidak cukup hanya merasa iba, tetapi juga dapat memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan kita. Kita tidak seharusnya berbuat baik semata-mata demi memperoleh keuntungan bagi diri sendiri. Welas asih yang tulus lahir dari keinginan untuk mengurangi penderitaan makhluk lain, bukan hanya demi mencari keberuntungan atau mengharapkan pahala. Menurut saya, hal yang terpenting bukan hanya mengajarkan anak untuk melakukan pelepasan makhluk hidup, tetapi juga membantu mereka memahami mengapa kita tidak seharusnya menyakiti makhluk hidup yang lebih lemah daripada diri kita. Seorang anak mungkin pergi ke kuil, melafalkan doa, melakukan pelepasan makhluk hidup, dan menjalankan berbagai perbuatan baik. Namun, jika ia masih sering merundung orang lain, tidak memiliki rasa syukur, atau tidak menghormati orang tuanya, maka praktik keagamaan yang dilakukan secara lahiriah saja belum cukup untuk mencerminkan kedewasaan batin. Sebaliknya, seorang anak yang menyayangi hewan kecil, tidak menindas mereka yang lebih lemah, bersedia membantu orang yang mengalami kesulitan, dan bertanggung jawab atas tindakannya sedang membangun karakter yang baik secara bertahap. Pembinaan diri tidak hanya tercermin dari apa yang kita lakukan di hadapan altar Buddha, tetapi juga dari cara kita memperlakukan setiap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Dan mungkin, pelajaran paling berharga yang dapat diwariskan orang tua kepada anak-anaknya adalah: Jangan hanya mengajarkan anak untuk berbuat baik demi memperoleh berkah. Ajarkanlah mereka untuk berbuat baik karena mereka mampu memahami penderitaan orang lain dan tidak ingin menjadi penyebab penderitaan tersebut.
Saya selalu percaya bahwa semua agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang sama, yaitu menumbuhkan kasih sayang dan welas asih dalam diri manusia. Dalam ajaran Buddha, anak-anak diajarkan untuk menyayangi semua makhluk hidup dan melakukan pelepasan makhluk hidup (fangsheng), karena hal ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan welas asih, menghargai kehidupan, dan membentuk karakter sejak usia dini. Makhluk sekecil apa pun dapat merasakan penderitaan dan memiliki keinginan untuk tetap hidup. Kebaikan harus diwujudkan melalui tindakan. Kita tidak cukup hanya merasa iba, tetapi juga dapat memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan kita. Kita tidak seharusnya berbuat baik semata-mata demi memperoleh keuntungan bagi diri sendiri. Welas asih yang tulus lahir dari keinginan untuk mengurangi penderitaan makhluk lain, bukan hanya demi mencari keberuntungan atau mengharapkan pahala. Menurut saya, hal yang terpenting bukan hanya mengajarkan anak untuk melakukan pelepasan makhluk hidup, tetapi juga membantu mereka memahami mengapa kita tidak seharusnya menyakiti makhluk hidup yang lebih lemah daripada diri kita. Seorang anak mungkin pergi ke kuil, melafalkan doa, melakukan pelepasan makhluk hidup, dan menjalankan berbagai perbuatan baik. Namun, jika ia masih sering merundung orang lain, tidak memiliki rasa syukur, atau tidak menghormati orang tuanya, maka praktik keagamaan yang dilakukan secara lahiriah saja belum cukup untuk mencerminkan kedewasaan batin. Sebaliknya, seorang anak yang menyayangi hewan kecil, tidak menindas mereka yang lebih lemah, bersedia membantu orang yang mengalami kesulitan, dan bertanggung jawab atas tindakannya sedang membangun karakter yang baik secara bertahap. Pembinaan diri tidak hanya tercermin dari apa yang kita lakukan di hadapan altar Buddha, tetapi juga dari cara kita memperlakukan setiap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Dan mungkin, pelajaran paling berharga yang dapat diwariskan orang tua kepada anak-anaknya adalah: Jangan hanya mengajarkan anak untuk berbuat baik demi memperoleh berkah. Ajarkanlah mereka untuk berbuat baik karena mereka mampu memahami penderitaan orang lain dan tidak ingin menjadi penyebab penderitaan tersebut.

About