@digitallydelightfuldb: POV: When you crochet your own statement pieces and make the whole outfit a vibe! 🖤🤍 A little streetwear, a little classy, and a whole lot of handmade style. This black-and-white granny square crochet vest from Chic Stitches is giving effortless fall fashion! 🍂✨ #OOTD #CrochetFashion #FallOutfitIdeas #GrannySquareVest #CapCut

I’M HER
I’M HER
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 04 October 2026 23:24:04 GMT
234
25
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @digitallydelightfuldb, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

CINTAILAH YANG DIBERIKAN* Kita menderita bukan karena hidup kurang memberi, tapi karena kita menolak apa yang diberi. Kita ingin bunga mawar,  Tuhan memberi kaktus. Lalu kita marah pada kaktus itu, padahal kaktus itulah yang bisa hidup di gurun kita. > Mencintai apa yang kita inginkan itu mudah. Anak kecil pun bisa. > Mencintai apa yang diberikan, itu kesadaran orang dewasa. Yang kita inginkan itu ada di kepala. Yang diberikan itu ada di tangan. Kita terlalu sibuk menatap kepala, sampai lupa tangan kita sedang menggenggam sesuatu. Kita berkata: Jangan mencintai karena sempurna. > Cintailah karena itu nyata. Yang kamu inginkan belum tentu tepat untukmu. Tapi yang diberikan, sudah pasti tepat untuk jiwamu saat ini. Termasuk jika yang diberikan adalah KEHILANGAN SESEORANG. Karena hidup tidak pernah salah alamat. Mawar memang indah, tapi akarmu belum kuat untuknya. Kaktus memang berduri, tapi ia mengajarkanmu cara bertahan tanpa banyak air. Pada akhirnya, realita tidak butuh persetujuanmu untuk menjadi realita. Dia tetap ada, walau kamu tolak. Jadi satu-satunya jalan agar kamu tidak berperang dengan hidupmu sendiri adalah: *Cintailah yang diberikan.* Bukan karena yang diberikan lebih baik dari yang kamu inginkan. Tapi karena yang diberikan itulah satu-satunya yang benar-benar menjadi milikmu hari ini. > Yang kamu inginkan adalah angan. > Yang diberikan adalah kehidupan. > Pilihlah kehidupan. Hari ini, apa yang sedang diberikan hidup kepadamu? Mungkin bukan yang kamu mau. Tapi itu yang kamu butuhkan untuk menjadi utuh. "Peluklah ia"...!" width="135" height="240">
CINTAILAH YANG DIBERIKAN* Kita menderita bukan karena hidup kurang memberi, tapi karena kita menolak apa yang diberi. Kita ingin bunga mawar, Tuhan memberi kaktus. Lalu kita marah pada kaktus itu, padahal kaktus itulah yang bisa hidup di gurun kita. > Mencintai apa yang kita inginkan itu mudah. Anak kecil pun bisa. > Mencintai apa yang diberikan, itu kesadaran orang dewasa. Yang kita inginkan itu ada di kepala. Yang diberikan itu ada di tangan. Kita terlalu sibuk menatap kepala, sampai lupa tangan kita sedang menggenggam sesuatu. Kita berkata: "Nanti aku bahagia kalau sudah dapat itu." Padahal bahagia tidak pernah datang nanti. Bahagia hanya bisa datang sekarang, pada apa yang sekarang ada. > Jangan mencintai karena sempurna. > Cintailah karena itu nyata. Yang kamu inginkan belum tentu tepat untukmu. Tapi yang diberikan, sudah pasti tepat untuk jiwamu saat ini. Termasuk jika yang diberikan adalah KEHILANGAN SESEORANG. Karena hidup tidak pernah salah alamat. Mawar memang indah, tapi akarmu belum kuat untuknya. Kaktus memang berduri, tapi ia mengajarkanmu cara bertahan tanpa banyak air. Pada akhirnya, realita tidak butuh persetujuanmu untuk menjadi realita. Dia tetap ada, walau kamu tolak. Jadi satu-satunya jalan agar kamu tidak berperang dengan hidupmu sendiri adalah: *Cintailah yang diberikan.* Bukan karena yang diberikan lebih baik dari yang kamu inginkan. Tapi karena yang diberikan itulah satu-satunya yang benar-benar menjadi milikmu hari ini. > Yang kamu inginkan adalah angan. > Yang diberikan adalah kehidupan. > Pilihlah kehidupan. Hari ini, apa yang sedang diberikan hidup kepadamu? Mungkin bukan yang kamu mau. Tapi itu yang kamu butuhkan untuk menjadi utuh. "Peluklah ia"...!

About